Tiga Catatan PKS Terhadap Penanganan Covid-19

Oleh : Wiyanto | Selasa, 19 Mei 2020 - 09:33 WIB

Tenaga Medis Covid-19
Tenaga Medis Covid-19

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Komunikasi publik yang dibangun pemerintah pusat di masa pandemi menuai kritik banyak pihak. Dalam konteks kebijakan, pemerintah dianggap tidak mampu mengelola penanganan terhadap pandemi Covid-19 serta kredibilitasnya diragukan.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan ada tiga catatan khusus bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo di masa pandemi ini. Pertama, pemerintah saat ini tidak sepenuhnya memahami konteks masalah Covid-19 dari awal pandemi ini muncul. Persepsi yang keliru ini, dikatakan Mardani, akan berakibat pada implementasi kebijakan yang direalisasikan pemerintah.

"Disini ada tiga catatan, dan tiga-tiganya gak jelas. Pertama, pemahaman terhadap konteks masalahnya, ini sesungguhnya nggak jelas. Di dana Covid-19 yang jumlahnya Rp405 triliun, dana kesehatan cuma Rp75 triliun, lalu sosialisasi ke Pemda sebesar Rp110 triliun, sementara dana buat usaha Rp150 triliun. Padahal krisis ini kesehatan, tapi sudah mulai masuk ke krisis ekonomi, nanti kalau masuk krisis sosial berbahaya ini, apalagi ke krisis politik, naudzubillah. Menurut saya, semuanya akan selesai jika krisis kesehatan ini diperhatikan. Maka, persepsi masalah pandemi ini salah, agak kasar saya menyebutnya," ujar Mardani Ali Sera dalam kegiatan Webinar Forum Monitor yang bertajuk 'Menyoal carut Marut Komunikasi dan Kebijakan Publik di Masa Pandemi, Senin (18/5/2020).

Kedua, akibat persepsi yang salah di awal, maka kebijakan penyelesaian masalahnya juga salah. Terakhir, ia menilai pola komunikasi yang dibangun pemerintah juga salah.

"Terakhir, ini pola komunikasinya salah. Aktor-aktornya banyak sekali, kadang-kadang saling bertentangan, message yang dibawa juga beda-beda, ujung akhirnya public trust-nya rendah. Saya khawatir dengan carut marut ini, kita menjadi negara yang paling terakhir untuk penanganan masalah Covid-19 ini," imbuh Anggota DPR Komisi II ini.

Sementara itu, Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta Ujang Komaruddin mengatakan pada periodisasi kedua ini, Presiden Jokowi tampaknya kerepotan dengan berbagai masalah kebangsaan hari ini, tak terkecuali urusan penanganan pandemi virus Corona.

Dalam persoalan Corona, Ujang melihat sejak awal pemerintah pusat terkesan sengaja menutup akses informasi dan data dari publik. Sehingga, di awal pandemi ini muncul, data yang disajikan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi DKI Jakarta terkait jumlah korban terjangkit virus Corona berbeda.

"Data yang beda, antara data DKI dengan data Pemerintah Pusat berbeda, ini menjadi persoalan. Saya melihat, pertama ada komunikasi yang tidak bagus, ada sesuatu yang disembunyikan terkait persoalan corona. Ada situasi yang darurat terkait corona, tapi disembunyikan dari publik. Ini kan masalah besar, ujungnya juga dibuka ke publik," kata Ujang.

Selain itu, Ujang yang merupakan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini mengamati seringkali komunikasi politik yang terbangun ahtara Presiden dan jajarannya tidak selaras, sehingga menimbulkan kebingungan publik.

"Presiden bicara apa, lalu KSP-nya bicara apa, dan Menterinya bicara apa. Ini keliatan ada pola komunikasi yang ada di rumah besar Istana itu malah menghadirkan komunikasi publik yang tidak bagus, sehingga pesan yang disampaikan ke publik tidak sampai bahkan banyak salahnya. Ini membuat masyarakat eneg dan sungguh geli terkait komunikasi politik ini," terang Ujang.

Ia menambahkan, bangsa ini perlu dikelola dengan baik, sehingga membutuhkan banyak tokoh-tokoh dengan sikap negarawan yang bagus.

"Kalau pihak istana punya sikap kenegarawanan yang bagus, DPR juga punya sikap yang sama, dan elit politik juga punya sikap yang sama, maka sesungguhnya penanganan Covid-19 ini bisa dikomunikasikan. Persoalannya saat ini kita miskin kenegarawanan," pungkas Ujang.

Hal senada juga diakui Analis Media dan Kebijakan Publik, Syukron Jamal, terkait simpang siur informasi yang disampaikan pejabat pemerintah kepada masyarakat di masa pandemi ini. Syukron melihat banyak pejabat publik yang membuat blunder dalam penanganan Covid-19, sehingga komunikasi kebijakan pemerintah yang inkonsisten ini justru menunjukkan ketidakkompeten pemerintah dalam mengelola negara.

"Kondisi ini membuat masyarakat panik dan sulit, ini berimabas tidak hanya ke persoalan kesehatan tapi juga ke sosial dan ekonomi. Di saat seperti ini, kita sangat menyayangkan komunikasi publik yang malah memberikan keterangan pada masyarakat justru membuat blunder dan berakhibat fatal bagi sekelas pemerintah pusat," kata Syukron Jamal.

"Ada pesan bahwa adanya pandemi ini, mulai dari penanganan Covid-19 maupun komunikasi kebijakan dan pemerintah kadang-kadang simpang siur, memunculkan polemik dan akhirnya menunjukkan ketidakkompetennya dalam mengelola negara ini. Kita sangat sayangkan, walaupun kadang-kadang kita lihat dari analisa, tidak sepenuhnya kebijakan yang dikeluarkan adalah sebuah kesalahan," pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Bank BTN meraih fasilitas pinjaman dari Japan International Cooperation atau JICA, Citi Bank, dan BCA. Adapun nilai pinjamannnya sebesar USD 100 juta. Dana segar tersebut rencananya akan disalurkan BTN ke masyarakat khususnya segmen milenial dalam bentuk KPR non subsidi.

Rabu, 18 Mei 2022 - 22:12 WIB

Pembiayaan Rumah Rakyat, Bank BUMN Jawara KPR Ini Dapat Dukungan Pendanaan dari JICA, Citi Bank dan BCA

Jakarta-PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendapat dukungan dari Japan International Cooperation Agency (JICA) Citi Bank dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) senilai total USD 100 juta…

PT Pegadaian

Rabu, 18 Mei 2022 - 22:01 WIB

Tanggapan Pegadaian Atas Pemberitaan Tentang Gugatan Hak Cipta Tabungan Emas

Jakarta- PT Pegadaian menanggapi pemberitaan media tentang adanya gugatan melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terhadap PT Pegadaian atas dugaan pelanggaran hak cipta layanan Tabungan Emas…

 Pegadaian Umumkan 12 Nasabah Beruntung yang Akan Makan Malam Bersama Raffi Ahmad dan Nagita Slavina

Rabu, 18 Mei 2022 - 21:58 WIB

Pegadaian Umumkan 12 Nasabah Beruntung yang Akan Makan Malam Bersama Raffi Ahmad dan Nagita Slavina

Jakarta- PT Pegadaian umumkan nama 12 orang yang menjadi pemenang dalam Program Pengundian April Emas Pegadaian 2022 pada hari Kamis (12/5).

Press Conference IFG International Conference 2022 di Neightbourhood, Jakarta Selatan, Rabu (18/5/2022) (Dok: Chodijah Febriyani/Industry.co.id)

Rabu, 18 Mei 2022 - 21:15 WIB

Perkuat Sektor Asuransi dan Dana Pensiun, IFG Gelar Konferensi Internasional

Indonesia Financial Group (IFG) akan menggelar IFG International Conference 2022. Penyelenggaraan ini merupakan upaya memeperkuat ekosistem sektor asuransi dan dana pensiun yang sejat dan berkelanjutan.…

Pegawai ASABRI

Rabu, 18 Mei 2022 - 20:29 WIB

ASABRI Lebih Dekat Melayani Peserta Dengan 1000 lebih Titik Layanan

PT ASABRI (Persero) senantiasa berinovasi dan melakukan transformasi dibuktikan dengan berkembangnya titik layanan ASABRI Link yang sampai saat ini telah mencapai lebih dari 1000 titik layanan…