Duh Gusti, Positif Kecil Karena Dipilih

Oleh : Hendra J Kede | Selasa, 19 Mei 2020 - 04:42 WIB

Ilustrasi Pasien Sembuh Covid-19 (ist)
Ilustrasi Pasien Sembuh Covid-19 (ist)

INDUSTRY.co.id - Jumlah yang diumumkan itu : jumlah pasien positif Corona dan PDP, atau jumlah pasien positif Corona dan PDP yang mampu dideteksi sumber daya yang dimiliki?

Jumlah yang diumumkan itu : jumlah ODP yang pernah kontak dengan pasien positif atau jumlah yang mampu dideteksi sumber daya yang dimiliki?

Jumlah yang dites itu : jumlah yang harusnya dites atau jumlah yang mampu dideteksi sumber daya yang dimiliki?

Kenapa tidak pernah diumumkan orang yang dimakamkan dengan protokol COVID-19?

Kenapa tidak pernah diumunkan jumlah petugas yang melakukan tracking dan tracing per Kecamatan bahkan per Desa, agar masyarakat yakin semua yang harusnya ditracking dan ditracing sudah ditracking dan ditracing?

Masyarakat punya Hak Azazi dan Hak Konstitusional untuk mengetahui itu semua sesuai Pasal 28F UUD NRI 1945, UU 14 Tahun 2008, serta aturan turunannya.

Ada sangsi perdata dan pidananya kalau hak tersebut tidak dipenuhi dan dapat diperjuangkan oleh masyarakat pencari keadilan untuk ditegakkan.

Masyarakat diberi hak tahu itu oleh Undang Undang Dasar agar masyarakat dapat secara optimal meningkatkan kemampuannya menjaga diri dan keluarganya dari tertular Virus Corona.

Sifat tahu masyarakat itu diukur dari tingkat kemampuan masyarakat menjaga diri dan keluarganya dari tertular Virus Corona, bukan tahu sekedarnya atau tahu ala kadarnya, apalagi tahu yang tidak ada relevansinya.

Kewajiban negaralah untuk dengan segala daya upaya berusaha memenuhi hak untuk tahu masyarakat itu sehingga jelas nampak implikasi positifnya dalam kehidupan nyata atas terpenuhinya hak tahu tersebut, khususnya dalam menghadapi pandemi Corona.

Pertanyaan dan pernyataan itu terpaksa ditanyakan dan dinyatakan karena masyarakat itu setiap hari resah.... setiap hari makin resah.... setiap hari tambah resah.... padahal masyarakat itu melalui informasi harusnya makin tenang.

Tambah resah karena, salah satunya, membaca pernyataan pejabat sekelas Sekretaris Daerah Provinsi di salah satu media online :

"Jadi pasti jumlah (kasus positif COVID-19) bertambah, karena yang diperiksa juga semakin banyak, kalau dulu dipilih" 

Pernyataan tersebut melahirkan kesadaran dan sekaligus keresahan baru di tengah masyarakat karena muncul banyak pertanyaan tambahan, misal :

Pertanyaan pertama : jadi selama ini jumlah positif Corona itu kecil karena yang dites sedikit dan dipilih, bukan karena memang jumlahnya sedikit?

Pertanyaan kedua : jadi selama ini jumlah positif Corona itu kecil karena yang dites sedikit dan dipilih, bukan karena pengendalian penyebaran berjalan baik?

Pertanyaan ketiga : kalau tidak dipilih-pilih, jumlah yang harus menjalani tes itu harusnya berapa, dan jumlah yang tidak dipilih yang masih berkeliaran di tengah masyarakat itu berapa?

Saat pertanyaan demi pertanyaan itu muncul dalam alam kesadaran, pilihan masyarakat juga tidaknbanyak, bahkan hanya bisa menjerit dalam bathin : Duh Gusti.....

Menurut ajaran agama, jeritan masyarakat yang seperti itu makbulnya tanpa hijab dengan Gusti Allah SWT.... apalagi di bulan Romadhan ini.

Maka, di akhir Romadhan ini, mari berdo'a dengan merendahkan diri di haribaan-Nya agar Virus Corona ini segera hilang dari bumi Nusantara.

Dan salah satu do'a yang mampu mengguncangkan 'Arasy Allah SWT itu adalah do'a seorang pemimpin di sepertiga akhir malam, apalagi di sepertiga akhir malam di sepertiga akhir Romadhan.

Dalam usaha dan ikhtiar, boleh saja ada hukum keterbatasan sehingga harus melakukan secara terbatas dan pilih-pilih.

Dalam do'a, bukankah hukum itu tidak berlaku sama sekali?

Penulis adalah Hendra J Kede, Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat RI

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi obligasi

Selasa, 11 Agustus 2020 - 22:22 WIB

Sinyal Positif! Obligasi BTN Oversubscribed 1,8 Kali

Jakarta-Obligasi Berkelanjutan IV Bank BTN Tahap I Tahun 2020 sukses mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 1,8 kali pada periode penawaran awal (bookbuilding) yang berlangsung…

Untuk mendukung pemulihan ekonomi, perbankan sebagai agent of development diharapkan berperan dalam menyokong sektor sektor yang terdampak pandemic covid 19, salah satunya UMKM. Untuk itu Bank BTN mendorong digitalisasi UMKM. Ilustrasi: bisnis.com

Selasa, 11 Agustus 2020 - 22:04 WIB

Dukung Pemulihan UMKM dengan Program DIGITALISASI, BTN Targetkan Sasar 1.000 Debitur

Jakarta-Untuk membantu pemulihan ekonomi, khususnya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM )di tengah pandemic Covid-19, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berkomitmen mendukung program Pemulihan…

Menteri Kelautan dan Perikanan Edy Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2020 - 21:02 WIB

Edhy Prabowo: Saya Ini Bukan Menteri Kelautan dan Periklanan

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menegaskan dirinya tidak ingin menjadi menteri populer dengan kebijakan-kebijakan yang ditelurkan. Sebab, tugasnya hanya menjalankan perintah Presiden…

Direktur Pemasaran & Penjualan Crown Group Indonesia, Tyas Sudaryomo didampingi Sales Manager Crown Group Indonesia Reiza Arief serta GM Strategic & Corporate Communication Crown Group Indonesia Bagus Sukmana saat media breafing secara virtual (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Selasa, 11 Agustus 2020 - 20:05 WIB

Catat Sejarah! Crown Group Tunjuk Indonesia jadi Pasar Pertama Mega Proyek Senilai Rp 2 Triliun di Melbourne

Pertama dalam sejarah perusahaan, Indonesia didaulat menjadi lokasi pertama bagi Crown Group untuk memperkenalkan proyek hunian terbarunya di Melbourne, bahkan mendahului Sydney dan Melbourne.…

Aktifitas bongkar muat pelabuhan

Selasa, 11 Agustus 2020 - 19:42 WIB

Dukung Ekonomi Daerah, Pelindo IV Biak Layani Pelayaran Perdana Tanto Intim Line

Hal itu dibuktikan dengan pelayanan pelayaran perdana kapal kargo, KM Tanto Lestari oleh Pelindo IV di Dermaga Umum Pelabuhan Laut Biak pada Minggu 9 Agustus 2020 lalu.