INDUSTRY.co.id, Jakarta - Menurut Ali Charisma selaku National Chairman, Indonesia Fashion Chamber (IFC), Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2017 ini mempunyai tujuan untuk membuat busana pakaian hijab atau baju muslim di Indonesia semakin terarah.
"MUFFEST tahun ini lebih mementingkan untuk mengarahkan bagi para desainer, pelaku industri serta para pemakai untuk mengikuti tren dunia, walaupun brandnya daerah tetapi tetap mengikuti trend dunia," ujar Ali saat disela-sela suasana MUFFEST 2017 di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (6/4/2017).
Sambung Ali, kita ingin menunjukkan busana muslim diolah tanpa batasnya dan bisa mengikuti tren internasional baik kreativitasnya atau bisnisnya. Jadi, MUFFEST 2017 ini 80 persen lebih mengarahkan ke pendidikannya.
"Indonesia kita punya batik, tenun, sutera dan dengan adanya trend ini, kita push terus sehingga tercermin perbedaan diantara produk Indonesia dengan produk luar. Nah maka dari itu, jika para desainer atau pelaku industri yang go internasional mereka bisa mengangkat tren internasional dengan menggunakan produk nasional," ungkap Ali.
Menurut dat dari Kementerian Perdagangan, pada periode tahun 2016, nilai ekspor produk fesyen muslim menunjukkan peningkatan yang positif yang mencapai US$ 4,4,2 miliar dengan negara ekspor terbesar yakni, Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Korea dan China.
"Minat dari orang luar negeri sebenarnya banyak sekali seperti, Malaysia, Turki, ya pokoknya Timur Tengah, tetapi kita belum mengarah kepada sana, kita memang ingin membuat pengusaha untuk terus memperkuat dan mempersiapkan untuk kedepannya," pungkas Ali mentutup pembicaraan.