LPPOM MUI Geram Pengoplos Daging Sapi

Oleh : Wiyanto | Rabu, 13 Mei 2020 - 04:47 WIB

LPPOM MUI (Foto Dok Industry.co.id)
LPPOM MUI (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri, sering terjadi kasus peredaran daging celeng atau daging babi secara ilegal, baik dalam bentuk oplosan maupun pemalsuan.

Daging celeng oplosan adalah daging celeng yang dicampur dengan daging sapi dan diklaim sebagai daging sapi. Adapun daging palsu adalah daging celeng atau daging babi yang dijual seolah olah sebagai daging sapi.

Kasus terbaru pemalsuan daging terjadi di wilayah Bandung, Jawa Barat. Polisi dari Polresta Bandung, Jawa Barat, berhasil mengamankan empat orang pelaku perdagangan daging babi yang diklaim sebagai daging sapi. Selama hampir setahun terakhir, para pedagang curang tersebut mengedarkan sekitar 63 ton daging palsu tersebut.

Menanggapi terus berulangnya peredaran daging palsu atau daging oplosan, Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) menyampaikan keprihatinan atas beredarnya daging babi yang dikesankan sebagai daging sapi. "Ini praktek bisnis yang tidak hanya curang dan jahat, namun juga meresahkan masyarakat karena daging palsu tersebut beredar di kalangan konsumen muslim yang mengharamkan daging babi," ujar Direktur LPPOM MUI, Dr. Lukmanul Hakim, M.Si di Jakarta, Senin (12/5/2020).

Lukmanul Hakim mengatakan, kejadian peredaran daging babi yang dikemas seolah-olah daging sapi tidak bisa dilihat secara parsial, karena selalu berulang. Menurut dia, masalah utama ini karena tingginya permintaan dan suplai serta lemahnya penegakan hukum.

“Kami minta peternak atau pengusaha untuk menghormati konsumen muslim yang menolak mengkonsumsi itu. Jangan menipu kami umat Islam karena penegakan hukum saja tidak selesai. Konsumen sudah tertipu dan mengonsumsi barang haram," kata dia.

Ditegaskan, mengingat pemalsuan daging haram menjadi seolah-olah daging halal merupakan ranah tindak pidana, maka pemerintah, utamanya jajaran kepolisian harus mengusut tuntas kasus tersebut dan menindak tegas serta menghukum para pelaku.

Menurut Lukmanul Hakim, peredaran daging nonhalal sejatinya sudah diatur sedemikian rupa, dan jalur distribusinya juga berbeda dengan jalur distribusi daging halal. "Kalau ada daging babi beredar di pasar-pasar tanpa memenuhi aturan, itu jelas ilegal," tegas Lukmanul Hakim, sambil mengingatkan agar tata niaga daging babi lebih ditingkatkan pengawasannya, mengingat kasus semacam ini sering terjadi, terutama menjelang Idul Fitri.

LPPOM MUI mengingatkan agar masyarakat konsumen tidak mudah tergiur dengan penawaran daging dengan harga murah yang tidak terjamin kehalalannya. Masyarakat disarankan membeli daging dari pedagang yang telah bekerja sama dengan rumah potong hewan yang telah memiliki sertifikat halal MUI.

Menurut Lukmanul Hakim, yang juga Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Perekonomian, setelah diberlakukannya UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH) kasus peredaran daging ilegal mestinya tidak perlu terjadi lagi. Sebab, pemerintah telah memiliki payung hukum yang jelas tentang produk halal. "Tinggal implementasinya yang harus lebih dikuatkan. Untuk itu perlu koordinasi dan kerjasama antarinstansi pemerintah serta penegak hukum dalam pengawasan pelaksanaan jaminan produk halal di Indonesia," kata Lukmanul Hakim.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menlu Retno Marsudi (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 29 Oktober 2020 - 14:15 WIB

Giring AS Tingkatkan Investasi, RI Tawarkan Pulau Terluar

Indonesia dan Amerika Serikat (AS) sepakat untuk memperkuat kerja sama di tengah pandemi covid-19. Sehingga, pemulihan ekonomi kedua negara semakin cepat.

Samsung Galaxy Note20 Series yang merupakan penyempurnaan Kemampuan Kerja Galaxy Note10 Series. (Foto: Samsung.com)

Kamis, 29 Oktober 2020 - 13:17 WIB

Kinerja Galaxy Note10 Series Kini Disempurnakan Samsung Galaxy Note20 Series

Jakarta - Peluncuran dua varian Samsung Galaxy Note20 Series beberapa waktu lalu menandai peningkatan kemampuan kerja sebuah perangkat phablet keluaran PT Samsung Electronics Indonesia dibandingkan…

Ahyudin, Ketua Dewan Pembina ACT/Presiden Global Wakaf bicara pentingnya pangan

Kamis, 29 Oktober 2020 - 11:50 WIB

Wakaf Perkuat Kedaulatan Pangan Masyarakat

Wakaf Pangan menjadi kekuatan energi pangan Bangsa Indonesia, dengan wakaf ini produksi pangan dapat didistribusikan ke masyarakat kecil ataupun yang mengalami bencana.

Ilustrasi Virus Covid-19 (Photo by detikNews)

Kamis, 29 Oktober 2020 - 11:15 WIB

Menekan Penyebaran COVID-19 di Masa Libur Panjang

Mengupayakan disiplin masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan untuk menekan penularan virus COVID-19, pemerintah dalam hal ini Kepolisian Republik Indonesia, TNI, Polisi Pamong Praja,…

Pupuk Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2020 - 09:47 WIB

Pupuk Indonesia Telah Salurkan 6,9 Juta Ton Pupuk Bersubsidi

Pupuk Indonesia mencatat, stok pupuk subsidi yang tersedia saat ini sebanyak 1,4 juta ton, terdiri dari Urea, NPK, ZA, SP-36 dan Organik. Selain itu, Perseroan pun selalu menyiapkan stok pupuk…