INDUSTRY.co.id - Jakarta – Laba bersih PT Indofarma Tbk (INAF) ditargetkan mencapai Rp15 miliar pada 2017. Perusahaan farmasi berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut menderita rugi bersih Rp17,3 miliar pada 2016.

Advertisement

“Untuk meraih laba bersih pada tahun ini, maka kami menargetkan penjualan sebeasar Rp1,9 triliun atau lebih tinggi 15% dibandingkan dengan realisasi penjualan pada 2016 sebesar Rp1,67 triliun,” papar Arief Budiman, Direktur Utama INAF, Kamis (06/04/2017).

Arief mengemukakan, disamping meningkatkan penjualan, khususnya produk baru pada 2017, manajemen INAF juga akanmeningkatkan produktivitas, efisiensi beban operasional distribusi dasn peningkatan tingkat kolektibilitas dan kualitas piutang.

Advertisement

“Peningkatan penjualan bersih dan efisiensi beban keuangan adalah dua faktor penting yang menentukan peningkatan laba secara signifikan pada tahun ini,” ujarnya.

Arif menjelaskan, penjualan bersih akan dilakukan melalui perluasan cakupan pada e-catalogue, pasar reguler, peningkatan penjualan produk baru, peningkatan produktivitas dan efisiensi beban operasional distribusi.

Advertisement

Sementara itu, demikian Arief, pengendalian beban keuangan akan dilakukan dengan terus meningkatkan pencarian multi financing yang kompetitif dan peningkatan kolektabilitas serta kualitas piutang.

Menurut Arief, penurunan kinerja perseroan pada 2016 disebabkan oleh peningkatan beban distribusi dan beban keuangan sebesar 28,57% menjadi Rp52,43 miliar pada 2016 dibanding Rp40,78 miliar pada 2015.

Advertisement

Pada 2016, manajemen INAF menargetkan laba bersih Rp31,35 miliar dan penjualan Rp1,95 triliun. Namun, target tersebut tidak tercapai karena persaingan pasar yang sangat ketat akibat adanya efisiensi pengadaan e-catalogue obat generik di Kementerian Kesehatan.

Arief mengungkapkan, 2017 akan menjadi tahun dimana perseroan meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya sebagai pelaku usaha di sektor industri farmasi. Dengan investasi melalui perbaikan fasilitas produksi, perseroan akan meningkatkan utilitas asetnya dan mampu merumuskan kebijakan strategis pada aspek lain yang mampu mendorong kinerja ke arah yang lebih baik.

Arief juga menuturkan, efisiensi biaya distribusi akan menjadi perhatian perseroan pada 2017. Hal tersebut terkait dengan kinerja anak usaha, PT Indofarma Global Medika (IGM), yang akan menjadi tulang punggung distribusi produk Indofarma.

Dengan efisiensi di anak usaha, perusahaan berharap mampu menekan biaya produksi sekaligus menghasilkan kinerja keuangan yang baik di level konsolidasi. Direksi Indofarma selaku komisaris di IGM akan mengawasi hingga menegur agar perencanaan berjalan baik. (Abraham Sihombing)