INDUSTRY.co.id - Jakarta, kementerian Perindustrian mencatat sektor industri tenun dan batik mampu memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap perekonomian nasional. Industri ini mampu mencapai nilai ekspor sebesar USD 151,7 juta pada tahun 2016.
Sebagai kontirbutor bagi industri kreatif nasional, Kemenperin terus mendorong para pengrajin kain tradisional untuk terus meningkatkan produktivitas dan inovasi agar lebih berdaya saing di pasar domestik maupun Internasional.
“Kami telah menetapkan 10 industri padat karya yang berorientasi ekspor untuk diprioritaskan pengembangannya di tahun ini, salah satunya adalah industri kreatif,” ungkap Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto di Jakarta (6/4/2017).
Airlangga menambahkan, saat ini industri kreatif merupakan sektor keempat terbesar dalam penyerapan tenaga kerja nasional, dengan kontribusinya mencapai 11,8 juta orang.
Menurut catatan Kemenperin, industri kreatif menyumbang sebesar Rp642 triliun terhadap total PDB Indonesia pada tahun 2015. Kontribusi terbesar berasal dari sektor kuliner, fesyen dan kerajinan.
Menperin optimis terhadap potensi industri tenun dan batik nusantara karena didukung dengan ragam budaya Indonesia yang terus melahirkan berbagai wastra dari masing-masing daerah yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
“Wastra nusantara merupakan kain tradisional yang kental dengan nilai-nilai budaya. Motif yang dibuat memiliki makna dan cerita yang diangkat dari sejarah adat-istiadat masyarakat setempat,” tutup Airlangga.