Inovasi Tanam Padi Hibrida, Lampung Hasilkan Panen Lebih Tinggi

Oleh : Wiyanto | Minggu, 10 Mei 2020 - 20:43 WIB

Petani panen padi hibrida bersama-sama
Petani panen padi hibrida bersama-sama

INDUSTRY.co.id - Lampung - Petani berhasil panen demplot varietas padi hibrida hasil rakitan anak bangsa Hipa 18, Hipa 19 dan Hipa 21 seluas 3 Ha di Kelompok Tani Margo Rahayu II, Kampung Kota Gajah, Kecamatan Kota Gajah, Lampung Tengah. Hasil ubinan Demplot ini sangat memuaskan petani setempat, hasilnya meningkat jauh dari padi varietas lokal/inbrida dari 7 ton/hektar menjadi 11- 13 ton/hektar.

Pada kesempatan ini, Kepala Bidang Tanaman Pangan Lampung Herlin Retnowati, memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada PT. TWINN.

Disampaikannya, Panen ini adalah hasil demplot dari PT Twinn untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan produktivitas padi. Mengingat potensi pengembangan padi hibrida di Lampung, ke depan perlu adanya demplot sejenis di Kabupaten lain.

"Selain itu, demplot ini sejalan dengan program Pak Gubernur yang ingin menjadikan Lampung sebagai Lumbung Benih Nasional, termasuk benih verietas Hipa ini,"ucap Herlin di Lampung, Minggu (10/5/2020).

Kegiatan panen juga dihadiri oleh Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Utara,Lampung Timur,dan Lampung Tengah beserta jajaran seraya tetap menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid 19.

Kasi Produksi, Nur Hasan mewakili Kepala Dinas Pertanian TPH Lampung Tengah saat menemani Kabid Tanaman Pangan Provinsi Lampung memanen padi hibrida dengan alat panen combine harvester menuturkan, Kabupaten Lampung Tengah mempunyai potensi untuk mengembangkan padi hibrida. "Ini sangat prospektif ke depan karena untuk mengatasi adanya alih fungsi lahan sawah yang digunakan untuk sektor pembangunan lain sedangkan peluang ekstensifikasi lahan sangat sulit”, ujarnya.

Maka melalui penanaman varietas padi hibrida Hipa 18, Hipa 19 dan Hipa 21 adalah upaya yang paling tepat untuk meningkatkan produktivitas padi secara nasional.

Di lain pihak, Area Manager PT.Twinn Viciawan Harits Vachreza mengungkapkan bahwa varietas Hipa sangat cocok diaplikasikan untuk petani dalam upaya peningkatkan produktifitas padi secara nasional. PT. Twinn bekerjasama dengan Balitbangtan Kementan siap mendukung program pemerintah melakukan pendampingan dan pengembangan padi hibrida varietas Hipa kepada petani.

"Terlebih, di masa pandemi Covid 19, para petani tetap harus menyediakan pangan. Dengan meningkatkan produktivitas melalui penanaman padi hibrida ini, maka produksi beras akan tercukupi dan terciptanya kemandirian pangan," paparnya.

Dari testimoni Ketua Kelompok tani Margo Rahayu II, Nano mengungkapkan bahwa dirinya sudah tidak asing lagi untuk bertanam padi hibrida, sebelumnya pernah tanam Varietas Hibrida. Kelebihan varietas Hipa 18, Hipa 19 dan Hipa 21 dibanding dengan varietas lain memiliki umur tanam yang lebih pendek atau genjah (90 hst), perawatan mudah, jumlah rumpun anakan lebih banyak sekitar 40/rumpun, tahan terhadap serangan hama dan penyakit, serta produksi tinggi dari hasil ubinan 11 ton sampai 13 ton per ha dan tahan kelembaban curah hujan tinggi.

"Bahkan Untuk kebutuhan benih per ha cukup 15 kilogram. Selain itu varietas Hipa ini hemat pupuk dibanding varietas lain. Bahkan sekitarnya terkena hama wereng, Alhamdulillah varietas ini tahan Wereng," imbuh Nano.

Secara terpisah, Dirjen Tanaman Pangan, Suwandi, menyampaikan bahwa sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, modernisasi pertanian merupakan salah satu arah kebijakan yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 2024.

Kementan terus mendukung pengembangan adopsi teknologi padi hibrida dalam rangka peningkatan produktivitas padi secara nasional. Terlebih produksi rakitan anak bangsa.

Sementara itu, Direktur Perbenihan, Takdir Mulyadi, menuturkan bahwa pemerintah terus membuat terobosan inovasi. Harapannya dengan adanya varietas padi hibrida baru, mampu meningkatkan produktifitas, tahan hama penyakit (OPT) dan lainnya. Tiga varietas padi hibrida Hipa 18; Hipa 19 dan Hipa 21 merupakan produk Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementan RI yang dikembangkan bersama PT. Tunas Widji Inti Nayyotama (TWIN) dengan melisensi Hipa 19 dan Hipa 21 serta PT. Petrokimia Gresik melisensi Hipa 18 untuk dikembangkan secara komersial.

Bertanam padi hibrida merupakan salah satu teknologi pemuliaan tanaman yang dapat digunakan sebagai alternatif peningkatan produktivitas padi secara nasional. Melalui pemanfaatan keunggulan sifat heterosis yang terdapat pada turunan pertama (F1) padi hibrida, akan menghasilkan potensi hasil yang lebih tinggi hingga 20% dibanding padi inbrida atau lokal, imbuhnya.

Harapan Takdir, dengan adanya demplot ini, sangat penting yang tujuannya adalah sebagai sarana desiminasi/mensosialisasikan pengenalan varietas baru produksi rakitan anak bangsa yang belum pernah dikembangkan petani.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menkeu Sri Mulyani dalam Forum G20 (ist)

Sabtu, 11 Juli 2020 - 00:05 WIB

Di Paris Forum dan G20 Arab Saudi, Menkeu Sri Mulyani Jelaskan Cara Stabilkan Ekonomi dari Hantaman COVID-19

Sri Mulyani menceritakan langkah luar biasa yang telah diambil Indonesia sebagai salah satu negara berkembang dalam menghadapi krisis ini dengan memperbolehkan pemerintah untuk memiliki defisit…

Enny Sri Hartati, Pengamat Ekonomi di diskusi Forum Monitor (Doc: Monitor)

Jumat, 10 Juli 2020 - 23:33 WIB

UMKM Enggak Pernah Naik Kelas, Terlalu!

Pandemi virus covid-19 yang berlangsung hampir tiga bulan nyaris membuat perekonomian nasional lumpuh. Bahkan, pelaku sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang didominasi masyarakat…

Direktur Utama PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. (WEGE) Nariman Prasetyo menerima penghargaan sebagai CEO Driving Execution Perusahaan (Tbk)- BUMN dan Anak Perusahaan BUMN Terbaik dalam ajang 9th Anugerah BUMN 2020 yang bertempat di The Terrace – The MAJ Senayan, Kamis (9/7).

Jumat, 10 Juli 2020 - 21:59 WIB

Wijaya Karya Bangunan Gedung Raih Execution Terbaik di Ajang Anugerah BUMN Award 2020

Jakarta–Direktur Utama PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. (WEGE) Nariman Prasetyo menerima penghargaan sebagai CEO Driving Execution Perusahaan (Tbk)- BUMN dan Anak Perusahaan BUMN Terbaik…

Hutan Reklamasi Pasca Tambang Batu Kapur di pabrik Tuban

Jumat, 10 Juli 2020 - 21:17 WIB

Keren! Ini Teknik Reklamasi SIG di Lahan Pascatambang Pabrik Tuban

Jakarta-PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berkomitmen selalu menjaga kelestarian alam dalam menjalankan kegiatan operasionalnya.

Menteri Agama Fachrul Razi

Jumat, 10 Juli 2020 - 20:08 WIB

Menteri Agama: Saya dan Wamen Tidak Terlibat Dalam Seleksi Jabatan Eselon I dan II

Menteri Agama Fachrul Razi menegaskan bahwa dirinya dan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'ad tidak terlibat dalam seleksi jabatan eselon I dan II di lingkungan Kementerian Agama.