INDUSTRY.co.id - Jakarta- Melakukan olahraga di bulan puasa tetap diperlukan guna menjaga tingkat metabolisme tubuh tetap baik, mencegah kelelahan dan mencegah penurunan tingkat kebugaran yang sudah dipunyai. Waktu olahraga yang baik adalah pagi hari (06.00 – 10.00), sore hari (16.00 – 18.00) atau malam hari (20.00 – 22.00).
Penegasan ini disampaikan Dr dr Djunaedi Sp.KO di Jakarta, Senin (4/5/2020). Menurut dia, melakukan olahraga pada pagi hari adalah baik, kerena energi yang tersedia dalam tubuh masih cukup, namun harus dilakukan di ruangan tertutup untuk menghindari pengeluaran keringat secara berlebihan. Jenis olahraga yang dapat dilakukan adalah olahraga aerobik antara lain; jogging, berenang, bersepeda ditambah latihan weight training intensitas ringan – sedang.
Sore hari juga termasuk waktu yang baik untuk berolahraga. Pada sore hari kita dapat melakukan olahraga baik di dalam ruangan maupun diluar ruangan. Keuntungannya adalah cairan yang hilang selama berolahraga dapat cepat diganti dengan berbuka puasa. Hanya banyak pertanyaan; bagaimana tingkat kekurangan cairan pada seseorang yang berpuasa pada sore hari? Apakah olahraga tidak akan memperberat tingkat kekurangan cairannya?
Penelitian yang dilakukan oleh Dr dr Junaidi, Sp.KO dari Fakultas Olahraga Universitas Negeri Jakarta, seperti dilansir laman Suarakarya, Dalam pengamatan sekelompok pria dan wanita; kehilangan cairan kelompok pria dari sahur sampai jam 4 sore berkisar 1,3 sampai 1,6% dari berat badan (BB), sedangkan kehilangan cairan kelompok wanita dari sahur sampai jam 4 sore berkisar 1,9 sampai 2,3% BB. Pada kelompok yang melakukan olahraga aerobik selama 40 menit pada pukul 4 sore di dalam ruangan; ditemukan bahwa kehilangan cairan tubuh pada kelompok pria menjadi 1,6 sampai 1,9% BB, sedangkan pada kelompok wanita kehilangan cairan tubuh menjadi 2,3 sampai 2,8% BB.
Dengan demikian, baik pada kelompok pria maupun kelompok wanita, kehilangannya masih termasuk dehidrasi ringan sehingga tidak membahayakan kesehatan.
Sementara itu Gelandang Persija Jakarta, Sandi Darman Sute menyampaikan, pandemi ini tak menyurutkan semangat beribadahnya untuk menyambut bulan suci Ramadan.
Dia berharap bisa lancar menjalani ibadah puasa seperti tahun-tahun sebelumnya meski saat ini dalam masa karantina karena pandemi Covid-19.
“Memang saat ini di situasi berbeda. Akan tetapi Alhamdulilah saya bisa berkumpul dengan keluarga dan berpuasa dengan mereka di Palu,” ujarnya.
Lebih lanjut pemain bernomor 39 ini juga hanya bisa doa dan memanjatkan harapan agar wabah corona segera usai sehingga masyarakat dapat menyambut bulan puasa dengan suka cita seperti tahun sebelumnya.