INDUSTRY.co.id - Jakarta - Sehubungan dengan himbauan pemerintah untuk menggunakan masker kain untuk masyarakat dan masker bedah untuk tenaga medis, Cashlez sebagai perusahaan payment gateway yang memberikan solusi pembayaran bagi pelaku usaha di Indonesia menyumbangkan 2.000 masker kain ramah lingkungan untuk merchant UMKM yang berada di Jabodetabek.
Tee Teddy Setiawan selaku Founder & CEO Cashlez mengatakan Selasa (28/4/2020) , “Di tengah situasi saat ini, kami berkomitmen untuk melakukan praktik terbaik bagi merchant kami. Cashlez memperkuatarahan pemerintah untuk mengurangi jumlah aktivitas di luar rumah dan interaksi dengan orang lain, mengurangi kontak tatap muka langsung atau yang sering disebut physical distancing, menggalakkan transaksi non-tunai untuk meminimalisir penyebaran virus melalui uang tunai dan menerapkan penggunaan masker kain untuk masyarakat. Gerakan ini merupakan dukungan sekaligus menggarisbawahi perhatian kami yang berkelanjutan bagi para merchant kami dan masyarakat umum, yang tentunya masih perlu melanjutkan kelangsungan aktivitas mereka sehari-hari,”.
Tee Teddy Setiawan menambahkan masker kain yang diberikan merupakan masker dengan dua lapis kain dan bagian tengah bisa dilapisi oleh tisu sebagai filter, sehingga cukup efektif untuk menangkal partikel masuk atau keluar dari hidung dan mulut sekaligus upaya membantu UMKM lokal untuk pembuatan masker kain yang cukup ramah lingkungan.
Cashlez berharap, dengan menyediakan masker kain di merchant Cashlez, segala transaksi dapat dilakukan dengan tetap aman dan nyaman. Selain itu, hal ini terlaksana sebagai wujud dukungan Cashlez kepada para merchant yang memegang peranan penting dalam mengembangkan ekosistem Cashlez, dan Cashlez juga terus memberdayakan lebih banyak merchant untuk menjadi bagian dari ekonomi tanpa uang tunai.
Sementara itu Pemerintah Indonesia telah menyiapkan sebanyak 10 ribu tempat tidur di 1.000 rumah sakit (RS) khusus untuk menangani pasien COVID-19 di seluruh Indonesia, sekaligus dalam rangka peningkatan kapasitas dan kualitas fasilitas kesehatan.
"Sudah lebih dari 1.000 rumah sakit telah merawat pasien COVID-19, baik yang statusnya terkonfirmasi posiitf maupun yang masih PDP (Pasien Dalam Pengawasan)," kata Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto melalui keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Senin (27/4/2020).
Lebih dari 1.000 rumah sakit tersebut merupakan gabungan dari rumah sakit pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan juga rumah sakit swasta dan RS TNI-Polri. Dari 10 ribu tempat tidur yang tersedia, ada sekitar 7-8 ribu tempat tidur masih ditempati oleh pasien COVID-19.
Pemerintah juga memastikan kapasitas RS di seluruh Indonesia masih cukup untuk menampung pasien yang terinfeksi virus SARS-CoV-2 dan membutuhkan perawatan layanan kesehatan.