INDUSTRY.co.id - Jakarta - Ketua Umum DPP Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengungkapkan secara umum dalam tiga atau empat bulan kedepan menjadi pertaruhan bagi pengusaha mampu tidaknya bertahan. 

"Seberapa kuat daya tahan pengusaha, yang jelas pada posisi mengkhawatirkan dan galau tingkat tinggi. Karena saat ini saja sudah banyak yang tutup, jika dua atau tiga bulan kedepan Covid-19 ini belum ada tanda-tanda akan berakhir tentu lebih banyak yang tumbang. Secara umum dalam kurun awaktu 3 sampai 4 bulan menjadi pertaruhan bagi pengusaha mampu tidaknya bertahan," katanya saat dihubungi Industry.co.id di Jakarta, Minggu (26/4/2020).

Dalam perjalanan waktu, lanjut Sarman, pengusaha hanya bisa bertahan jika memiliki kemampuan. Tapi, semakin lama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) justru akan banyak dunia usaha yang tumbang dan menutup operasional usahanya.

"PHK dan merumahkan karyawan sesuatu yang tidak bisa dihindari, dan itu sudah terjadi sebulan terakhir. Baru-baru ini sekelas KFC saja sudah mulai melakukan PHK dan merumahkan 450 karyawannya. Dan dari hari ke hari berpotensi akan naik dan bertambah," kata pria yang juga sebagai Wakil Ketua Kadi DKI Jakarta ini.

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan per 20 April 2020, tercatat 2.084.593 pekerja dari 116.370 perusahaan dirumahkan dan kena pHK akibat terimbas pandemi corona ini. 

"Dalam kondisi seperti ini, pelan-pelan akan banyak pengusaha yang tumbang. Kamampuan dunia usaha akan tergantung dari cashflow-nya dan sektor usahanya," terang Sarman.

Menurut Sarman, sektor korporasi, jasa dan perdagangan sangat rentan untuk tidak mampu bertahan. 

"Sektor pariwisata dan turunannya seperti hotel, restoran, cafe, travel sudah banyak yang tutup, sektor jasa lainnya juga. Jumlah hotel yang tutup sudah mencapai 1.600 dan restoran 6.800 dan puluhan ribu UMKM. Jadi, sudah sangat kritis saat ini," tutur Sarman.

Sarman berharap tujuan PSBB ini berhasil dengan dukungan dan partisipasi penuh dari seluruh elemen masyarakat dan dunia usaha sehingga badai ini cepat berlalu.