INDUSTRY.co.id-Jakarta -- Pendiri Microsoft, Bill Gates, pernah menyerukan agar dunia bersiap-siap menghadapi penyakit massal, selayaknya akan berperang. Bill Gates pernah memperingatkan resiko mengenai ancaman besar adanya pandemi global pada 2015.
Melansir Yahoo News, Kamis (30/1), Gates mengatakan, wabah Ebola yang menyebar di Afrika bertindak sebagai seruan agar dunia bertindak atas resiko pandemi. Ia menilai bahwa epidemi penyakit bisa terus menyebar ke berbagai negara.
Menurutnya, NATO memainkan permainan perang untuk memastikan bahwa orang-orang terlatih dan siap. “Saat ini, kita membutuhkan permainan kuman,” ujar Gates.
Gates mengatakan, orang-orang tidak perlu mempersiapkan bahan-bahan makanan di rumah mereka dalam jumlah banyak. Demikian dengan mencoba bersembunyi di bawah tanah, selayaknya bersembunyi karena akan ada monster berbahaya yang siap datang kapan saja.
“Kita tak perlu menimbun kaleng spageti, atau turun ke ruang bawah tanah, tapi kita harus segera pergi. Waktu tidak di pihak kita,” jelas Gates.
Gates kemudian mengulangi seruan atas kemungkinan adanya pandemi global pada 2018. Di tahun itu, pebisnis asal Amerika Serikat (AS) ini mengatakan bahwa pandemi flu dapat melenyapkan sebanyak 33 juta orang di seluruh dunia dalam waktu enam bulan. Ia mengutip penelitian dari Institute for Disease Modelling.
Pada 1918, ada flu yang menewaskan antara 50 juta dan 100 juta orang di seluruh dunia. Jumlah ini lebih besar dibandingkan total korban Perang Dunia I.
Virus corona baru yang pertama kali berasal dari Wuhan, Cina telah merenggut 81 nyawa di antara 2.700 kasus. Otoritas kesehatan telah menemukan kasus coronavirus di luar Cina, seperti di Thailand, Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Amerika Serikat (AS), dan Australia