Menteri ESDM Akui Pengembangan Energi Panas Bumi Tidak Mudah

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 01 April 2017 - 10:54 WIB

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan

INDUSTRY.co.id - Tapanuli Utara - Menteri ESDM Ignasius Jonan menilai pengembangan energi panas bumi memerlukan "passion" (ketertarikan kuat) karena prosesnya juga seberat pengembangan minyak dan gas bumi yang memakan waktu lama.

Jonan di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat(31/3/2017)  mengatakan PLTP Sarulla di Sumatera Tengah bahkan membutuhkan waktu 27 tahun hingga akhirnya bisa resmi beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date/COD).

"Panas bumi itu menurut saya dari tahap eksplorasi sama dengan minyak dan gas bumi, risikonya besar, pembiayaannya juga besar," katanya saat mengunjungi PLTP Sarulla Unit I.

Mantan Menteri Perhubungan itu menyebut untuk mendapatkan 1 MW listrik dari panas bumi, dibutuhkan investasi setidaknya sekitar US$5 juta.

"Kalau jadi barangnya, kalau tidak? Wah bisa rugi besar," ujarnya.

Jonan menjelaskan PLTP Sarulla butuh waktu hingga hampir tiga dekade dalam pengembangannya bukan lantaran terkendala.

"Mungkin 27 tahun ini suatu upaya yang banyak sekali. Saya kira pemegang saham eksisting juga tidak masuk dari awal. Jadi mungkin mereka gagal, lalu dijual, tidak berhasil, uangnya habis, jual lagi dan sebagainya. Memang ini perlu 'passion' kalau menurut saya," tuturnya.

PLTP Sarulla terdiri dari tiga unit berkapasitas 3x110 MW di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Sibual-buali di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Unit I baru beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date/COD) pada 18 Maret lalu. Unit II ditargetkan bisa COD pada September mendatang. Sementara Unit III diharapkan bisa COD Mei 2018.

Wilayah kerja tersebut dikembangkan melalui skema kontrak operasi bersama (KOB)/Joint Operation Contract (JOC) antara PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dengan Sarulla Operation Limited (SOL).

SOL sendiri merupakan konsorsium yang terdiri dari PT Medco Power Indonesia (bersama Inpex Corporation), Itochu Corporation, Kyushu Electric Power Co. Inc dan Ormat International Inc.

Presiden Direktur PT Medco Energi Internasional Tbk Hilmi Panigoro menilai sangat wajar jika proyek pengembangan panas bumi membutuhkan waktu lama.

Menurut dia, pihaknya baru masuk dalam pengembangan WKP tersebut pada 2006. Diakuinya, proses perizinan yang berbelit juga menjadi salah satu penyebab lambatnya pengembangan.

"Kalau bicara waktu, kami baru 10 tahun. Untuk proyek seperti ini memang kita maklumi dan itu (waktu lama) bukan hal yang aneh. Senoro saja kita beli tahun 2000 baru beroperasi 2015. Kami yakin pemerintah semangat memangkas perizinan dan lainnya," ungkapnya.

Hilmi mengharapkan dukungan pemerintah dalam menggarap potensi energi panas bumi di Sumatera Utara itu. Terlebih, dalam kajian perusahaan, ditemukan cadangan hingga mencapai 1.000 MW.

"Kami harap dukungan kuat dari pemerintah yang sudah diberikan bisa terus dijalin sehingga visi Sumatera Utara untuk mendapat lebih dari 1.000 MW bisa tercapai," tukas dia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PRO AVL, Ajang Pameran Instrumen Musik Terlengkap Kembali Hadir di Jakarta

Kamis, 18 Juli 2019 - 22:13 WIB

PRO AVL, Ajang Pameran Instrumen Musik Terlengkap Kembali Hadir di Jakarta

Bagi Anda pecinta seni musik, alat musik, pengetahuan penggunaan alat musik dan sound system ada baiknya untuk menghadiri pameran PRO AVL & Music Indonesia 2019 yang berlangsung pada hari ini…

Keluarga Cendana Serahkan Dokumen Penting Presiden Soeharto ke Negara

Kamis, 18 Juli 2019 - 22:04 WIB

Keluarga Cendana Serahkan Dokumen Penting Presiden Soeharto ke Negara

– Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menerima tambahan khaSanah arsip statis tentang Presiden Soeharto yang diserahkan oleh pihak keluarga Presiden Soeharto. Arsip tersebut diserahkan…

Penyerahan penghargaan dilaksanakan pada tanggal 18 Juli 2019 bertempat di kampus Perbanas Institute Jakarta.

Kamis, 18 Juli 2019 - 21:45 WIB

42 Emiten Meraih CSA Awards 2019

Jakarta-Sebanyak 42 emiten di Bursa Efek Indonesia meraih CSA Awards, penghargaan emiten dengan kinerja terbaik hasil kerjasama antara Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) dengan CSA Research.…

Dell Hadirkan Laptop G-Series Teranyar

Kamis, 18 Juli 2019 - 21:42 WIB

Ramaikan Pasar Laptop Gaming, Dell Hadirkan Laptop G-Series Teranyar

Dell Indonesia menghadirkan inovasi gaming untuk memenuhi pertumbuhan pasar gaming PC di Indonesia dengan menghadirkan laptop G-Series terbaru – Dell G7 15 (7590) yang dibanderol dengan harga…

Pameran 3-in-1 Industri Mainan, Taman Hiburan, dan Peralatan & Dekorasi Rumah Mulai Digelar Hari ini

Kamis, 18 Juli 2019 - 21:28 WIB

Ragam Industri Mainan Teknologi China Mejeng di JIExpo

Jakarta-Tiga pameran dagang berstandar internasional digelar secara bersamaan mulai hari ini hingga 20 Juli 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.