Yang Mulia Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum, Chairman Emirates Group: Hindari PHK Karyawan, Biar Kami Saja yang Dipotong Gajinya 100 persen

Oleh : Nata Kesuma | Sabtu, 28 Maret 2020 - 08:25 WIB

Sheikh Ahmed Al Maktoum Chairman Emirates Group (ist)
Sheikh Ahmed Al Maktoum Chairman Emirates Group (ist)

INDUSTRY co.idJakarta, Sejak wabah COVID-19 , Emirates dan dnata telah menyesuaikan layanan operasional yang sesuai dengan regulasi dan juga permintaan penerbangan.

Yang Mulia Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum, Chairman and Chief Executive of Emirates Group mengatakan, penyesuaian Emirates tersebut bertujuan untuk mempertahankan penerbangan penumpang selama masih memungkinan untuk membantu wisatawan kembali ke rumah di tengah meningkatnya aturan larangan perjalanan, pembatasan dan lockdown negara di seluruh dunia. 

Dijelaskan Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum juga bahwa Emirates tetap akan menjalankan layanan kargo internasional, karena sangat penting terhadap perekonomian dan publik melalui armada kargo 777 untuk transportasi barang penting seperti perlengkapan medis ke seluruh dunia.

Dengan banyak berkurangnya frekuensi layanan penerbangan penumpang hingga menghentikan layanan tersebut, dnata juga telah mengurangi layanan operasionalnya secara signifikan, seperti menutup sementara beberapa kantor di seluruh jaringan internasionalnya.

“Dunia sudah masuk ke dalam masa karantina karena wabah COVID-19. Hal ini merupakan situasi krisis yang tidak pernah terjadi sebelumnya dalam jangkauan dan skalanya: baik dari sisi geografis, kesehatan, sosial maupun ekonomi. Sampai dengan Januari 2020, Emirates Group dapat mencapai target finansial tahunan. Namun, COVID-19 memberikan dampak secara tiba-tiba dan signifikan selama 6 minggu belakangan ini," jelas Sheikh Ahmed. 

Sheikh Ahmed menambahkan, Emirates Group tidak terlalu khawatir dalam konteks biania karena memiliki neraca keuangan yang kuat dan likuiditas kas yang besar. 

"Kami dapat, dan akan, bertahan melewati masa pengurangan jadwal penerbangan yang lebih panjang dengan tindakan yang sesuai dan tepat, agar siap dan mampu untuk kembali menjalankan layanan secara normal.” pungkasnya. 

Perlu diketahui, Emirates Group telah menjalankan beberapa tindakan untuk membatasi biaya, dengan melihat prediksi terhadap permintaan perjalanan yang akan tetap lemah di seluruh pasar dalam beberapa waktu ke depan. 

Hal-hal ini termasuk, menunda atau membatalkan pengeluaran yang tidak wajib, penghentian semua pekerjaan rekrutmen dan konsultasi yang tidak krusial, bekerja sama dengan suppliers  untuk berhemat dan melakukan efisiensi biaya. 

Selanjutnya, menganjurkan karyawan untuk mengambil cuti berbayar atau tidak dibayar karena berkurangnya frekuensi penerbangan
Pengurangan gaji pokok sementara untuk sebagian besar karyawan Emirates Group selama tiga bulan mulai dari 25% hingga 50%. 

"Tunjangan lainnya akan tetap dibayar selama waktu ini. Karyawan level junior akan dibebaskan dari pengurangan gaji pokok ini," kata Sheikh Ahmed. 

Sheikh Ahmed juga mengatakan langkah penghematan biaya yang dilakukan juga terjadi sampai ke level manajemen, Presiden Emirates dan dnata, Sir Tim Clark dan Gary Chapman akan menerima 100% potongan gaji pokok  selama tiga bulan kedepan. 

“Daripada meminta karyawan untuk meninggalkan perusahaan, kami memilih untuk menjalankan pemotongan gaji pokok sementara karena kami ingin melindungi mereka dan mempertahankan karyawan yang bertalenta sebaik mungkin," ujar Sheikh Ahmed. 

"Kami ingin menghindari memberhentikan karyawan. Ketika permintaan naik kembali, kami juga ingin dapat segera menjalankan layanan kembali dan melanjutkan layanan kami kepada pelanggan," tambahnya. 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Masyarakat Aceh patuhi pemakaian Masker (foto dialeksis.com)

Senin, 25 Mei 2020 - 08:14 WIB

Kurva COVID-19 Landai, Jubir Pemerintah: Aceh Adalah Provinsi yang Luar Biasa, Masyarakatnya Patuh

“Kunci penyelesaian masalah (COVID-19) ini ada di masyarakat. Pemerintah hanya membuat pedoman, ketentuan, anjuran dan ini tidak akan ada hasilnya kalau masyarakat tidak patuh. Kalau masyarakatnya…

Ambulans

Senin, 25 Mei 2020 - 07:45 WIB

Nekat, Wanita Ini Sewa Ambulans untuk Mudik

Kepolisian di Tabanan, Bali, berhasil menghentikan aksi seorang ibu dan anaknya yang nekat menyewa mobil ambulans untuk mudik ke Jember, Jawa Timur.

Para pemudik lebaran yang hendak pulang kampung (ist)

Senin, 25 Mei 2020 - 07:08 WIB

Jubir COVID-19: Pemudik Jangan Kembali ke Jakarta Dulu

“Pahami, bahwa dalam situasi yang saat ini terjadi, kita tidak boleh menggunakan cara pikir, cara tindak, seperti situasi di masa-masa lalu. Inilah yang kemudian beberapa kali pemerintah,…

Perjalanan Bisnis Akim dari Penjual Nasi Liwet Ke Suplier Scrab

Senin, 25 Mei 2020 - 07:00 WIB

Perjalanan Bisnis Akim dari Penjual Nasi Liwet Ke Suplier Scrab

Semula Akim menekuni penjual nasi liwet, namun wanita asal Solo ingin meningkatkan penghasilan dengan mencoba peluang baru dibidang Suplier Scrab

Menkeu Sri Mulyani (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 25 Mei 2020 - 06:00 WIB

DRP Nilai Menkeu Sri Mulyani Tak Hormati Kesepakatan Politik

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berkirim surat kepada DPR RI untuk mengonsultasikan kebijakannya yang belakangan banyak dikritik kalangan legislator di Parlemen, terutama Komisi XI DPR…