INDUSTRY.co.id - Jakarta- Investor asal Perancis melalui PT Matiere Bridge Building Indonesia menggandeng PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., untuk mengembangkan kerjasama dalam membangun proyek jalan dan jembatan kerangka baja.

Nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Direktur Keuangan WIKA A.N.S.Kosasih dan Chairman Matiere, Philippe Matiere dan disaksikan oleh Presiden Perancis, Francois Hollande memiliki tiga agenda utama meliputi pengerjaan rangka baja untuk jembatan dan jalan tol dengan teknologi tinggi, pembangunan pabrik dan fasilitas produksi rangka baja jembatan dan jalan tol di Indonesia sebagai bentuk kerjasama antara grup WIKA dengan Matiere - salah satunya dengan teknologi ultra high performance concrete di mana produk rangka baja dan beton yang diproduksi akan lebih ringan, lebih tipis namun jauh lebih kuat serta dapat diproduksi dalam bentuk modular sehingga mempermudah perencanaan dan mempercepat pemasangan dalam berbagai proyek infrastruktur.

"Yang membuat kami tertarik adalah komitmen dari Matiére yang menyatakan bahwa produk fabrikasi yang akan dihasilkan akan mengandung 91% local content ini berarti kami sebagai BUMN tidak hanya menjadi tukang tetapi juga berperan besar dalam proses produksi." ujar Kosasih Ranu (29/3/2017)

"Untuk produksi baja kami dan Matieré akan mengadakan kerjasama dengan Krakatau Steel. Hal ini akan mendongkrak juga sinergi BUMN." Kosasih menambahkan.

"Yang tak kalah menariknya bagi kami adalah alih teknologi yang akan diperoleh WIKA sebagai mitra strategis Matiére karena nantinya kita akan membangun pabrik bersama untuk memproduksi produk-produk rangka baja dan beton berteknologi tinggi. Salah satunya adalah teknologi ultra high performance concrete di mana pemasangan dan penyambungan modul atau segmen jembatan dan jalan tol yang dulunya dalam hitungan hari atau jam sekarang bisa diselesaikan dalam hitungan menit," demikian Kosasih menambahkan.

Selain hal-hal di atas, kerjasama ini juga akan memberikan peluang bagi WIKA untuk mengembangkan bisnis di luar negeri, terutama di negara-negara di mana Matiére telah menjadi pemimpin pasar.

Pada tahun ini WIKA telah mengantongi beberapa kontrak untuk pekerjaan jalan dan jembatan diantaranya pembangunan jalan tol Serang-Panimbang senilai Rp2,85 triliun, tol Cengkareng-Kunciran senilai Rp1,98 triliun, Natar Bora Road di Timor Leste senilai Rp157,7 miliar, sedangkan untuk pembangunan jembatan diantaranya jembatan Tumbang Sumba Kalimantan Tengah senilai Rp259,4 miliar dan pembangunan jalan dan jembatan di Soibada Timor Leste dengan źnilai kontrak Rp98,4 miliar.

''Kebutuhan pembangunan jalan dan jembatan di Indonesia semakin meningkat seiring dengan semakin berkembangnya perekonomian di setiap daerah di Indonesia,'' ungkap Kosasih. ''Saat ini dari target Kontrak Baru senilai sekitar 43 triliun rupiah, kami telah memperoleh sekitar 34,6% di minggu III Maret, di mana sebagian besar berasal dari proyek-proyek infrastruktur. Hal ini sejalan dengan tujuan WIKA untuk menjadi pelaku bisnis terdepan di Industri infrastruktur tanah air,'' tambah Kosasih.

Sejumlah proyek ini tentunya menjadi peluang bagi Matiere untuk turut terlibat ke depannya bila sesuai dengan teknologi jembatan modular yang dimiliki oleh investor asal Prancis ini

Menurut Philippe Matiére salah satu jembatan sepanjang 1,2 kilometer yang dibangun Matiére di Filipina, menyeberangi salah satu sungai terbesar di Manila, dapat diselesaikan hanya dalam waktu 6 bulan dengan teknologi mereka. Sementara juka menggunakan teknologi produksi konvensional dapat memakan waktu hingga 2 tahun lamanya. Matiére sangat tertarik untuk berinvestasi di Indonesia di mana WIKA sebagai mitra strategis akan menjadi pasangan yang ideal untuk dapat memfasilitasi untuk penyediaan lahan, perijinan, fasilitas produksi dan sumber daya manusia yang tepat untuk kebutuhan fabrikasi serta tentunya menyediakan pasar sebagai salah satu pemain terbesar di industri infrastruktur tanah air.

Selama ini dalam pembangunan jalan dan jembatan baja, WIKA selalu menggunakan produk anak usahanya yakni WIKA Industri Konstruksi, sedangkan untuk pengerjaan jalan dan jembatan beton,menggunakan produk WIKA Beton. Teknologi yang ditawarkan Matiere diyakini akan semakin melengkapi ragam produk anak usaha perusahaan WIKA tersebut.

Hingga minggu ketiga Maret, WIKA telah mengantongi total kontrak baru sebesar 34,6% dari total kontrak baru yang ditargetkan sepanjang 2017 sebesar Rp43 triliun. Sehingga total kontrak yang akan dibukukan perusahaan konstruksi ini mencapai Rp103 triliun pada akhir tahun ini. WIKA meyakini target kontrak ini akan tercapai sejalan dengan rencana pemerintah yang ingin membangun infrastruktur dari Sabang hingga Merauke.

Dengan perolehan kontrak baru yang sudah dikantongi hingga minggu lalu, WIKA memperkirakan laba sepanjang kuartal pertama 2017, bisa melebihi Rp200 miliar dan pada akhir tahun perolehan laba bisa mencapai sekitar Rp 1,22 triliun.