Rabu, Pendukung Semen Rembang Dijadwalkan Unras di Depan Istana

Oleh : Herry Barus | Selasa, 28 Maret 2017 - 16:00 WIB

Demonstrasi masyarakat Rembang mendukung pabrik semen, Selasa (14/3). (Foto: IST)
Demonstrasi masyarakat Rembang mendukung pabrik semen, Selasa (14/3). (Foto: IST)

INDUSTRY.co.id - Semarang- Sejumlah pendukung pembangunan pabrik semen di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Badan Penelitian Aset Negara Aliansi Indonesia, bersiap menggelar aksi (Unjuk Rasa) di depan Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (29/3/2017) sebagai salah satu bentuk dukungan.

"Aksi mendatang sebagai bentuk dukungan karena kami berkewajiban mendukung setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah," kata Ketua DPC Badan Penelitian Aset Negara Aliansi Indonesia Kabupaten Semarang Anis Supriyadi di Semarang, Senin (27/3/2017)

Ia menegaskan bahwa pengerahan massa tersebut bukan merupakan aksi tandingan melawan pihak yang menolak pabrik semen Rembang yang juga menggelar aksi di Jakarta dengan mengecor kaki pada beberapa waktu lalu.

"Aksi ini hanya bentuk dukungan kami terhadap BUMN yang akan mengoperasionalkan pabrik semen di Rembang," ujarnya.

Menurut dia, perkembangan BUMN sebagai pengelola aset negara untuk kepentingan masyarakat, wajib didukung oleh semua pihak.

Indonesia, kata dia, jangan sekadar negara tahan pangan, tetapi juga harus tahan industri artinya jika perkembangan BUMN dijegal, bukan tidak mungkin industri asing justru yang mengembangkan usaha di Tanah Air.

"Oleh karena itu, kami mengajak seluruh lapisan masyarakat dan penegak hukum untuk mendukung kebijakan pemerintah karena ini untuk kepentingan bersama. Yang jelas, jika pabrik beroperasi, perekonomian masyarakat di sekitar pabrik akan meningkat," katanya.

Anis mengakui jika kubu pro dan kontra terkait dengan pendirian pabrik PT Semen Indonesia di Rembang memang menjadi isu sensitif, bahkan melibatkan sejumlah penegak hukum dan pemerintah daerah.

Jika ada oknum yang menyalahgunakan kekuasaan, pihaknya siap menjadi garda terdepan untuk mengkritisinya.

"Tugas kami adalah menyelamatkan aset negara, menegakkan keadilan dan kebenaran. Kami akan mendukung semua program pemerintah yang sah," ujarnya.

Sekretaris Solidaritas Negeri Merdeka Aliansi Indonesia Eddy Husni menambahkan bahwa keberadaan pabrik semen pasti akan membutuhkan banyak buruh sebagai tenaga kerja.

"Masih banyak kelebihan lain jika pabrik jadi berdiri, apalagi pabrik ini dikelola BUMN yang otomatis aset milik negara dan ketika negara ingin berinvestasi dengan nilai yang sangat besar, jika gagal beroperasi tentu akan merugikan keuangan negara," katanya.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Blockchain

Kamis, 18 April 2019 - 17:10 WIB

Jelajahi Pasar Blockchain Indonesia, TTC Gandeng Tokocrypto dan Infonesia

Blockchain proyek dari Singapura, TTC Foundation resmi bekerjasama dengan Tokocrypto dan Infonesia sebagai bagian dari strategi memasuki pasar Indonesia. Melalui kerja sama ini, TTC Foundation…

Fujitsu Indonesia

Kamis, 18 April 2019 - 16:06 WIB

Tahun 2019, Fujitsu Indonesia Bidik Pertumbuhan Usaha Hingga Double Digit

PT Fujitsu Indonesia optimis penjulan di tahun 2019 akan tumbuh mencapai double digit. Pasalnya, segmen pasar yang disasar oleh perusahaan masih mempunyai peluang yang cukup besar di Indonesia.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat melihat salah satu AMMDes

Kamis, 18 April 2019 - 15:10 WIB

Sejak Diluncurkan Agustus 2018, AMMDes Raih Banyak Pujian

Pengembangan Alat Mekanik Multifungsi Pedesaan (AMMDes) diapresiasi banyak pihak karena mampu memberikan beragam manfaat bagi kebutuhan masyarakat desa. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah…

BNI Syariah. (Foto: IST)

Kamis, 18 April 2019 - 14:38 WIB

BNI Syariah Targetkan Pembukaan Rekening Online diakhir 2019

Jakarta - BNI Syariah menargetkan pembukaan rekening online di kuartal 4 2019. Pembukaan rekening online merupakan salah satu strategi yang dilakukan BNI Syariah untuk meningkatkan layanan di…

Mantan Napi Terorisme Sukses Kembangkan Koperasi di Pesantren-Pesantren

Kamis, 18 April 2019 - 14:11 WIB

Cerita Mantan Napi Terorisme Sukses Kembangkan Koperasi ke Pesantren-Pesantren

Koperasi Komunitas Mantan Narapidana teroris dan Gerakan Aktivis Radikal (Kontantragis) yang didirikan di Bandung pada 28 Oktober 2017 sukses memperluas pasar dengan produk unggulan kopi, sabun,…