INDUSTRY.co.id - Ekonom Senior Rizal Ramli menganggap wajar kabar Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)  sebagai salah satu kandidat Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara baru di Kalimantan Timur. 

Advertisement

"Saya dapat memahami bahwa Ahok betul-betul kecewa tidak terpilih jadi Gubernur DKI. Jokowi, kasihlah ke Ahok sebagai penghiburan buat dia," kata Rizal Ramli, di Surabaya, Jawa Minggu (8/3).

Selain itu, Rizal Ramli menekankan, mengapa penting soal pemindahan ibu kota baru belajar dari pengalaman Malaysia yang sukses memindahkan Ibu Kota Negaranya dari Kuala Lumpur ke Putra Jaya karena hanya berjarak 60 kilometer. 

Advertisement

"Baru jalan, karena tidak lebih dari 100 kilometer dari pusat kota lamanya," ujar Mantan Menko Maritim yang disapa RR. 

Lalu, RR menyebut contoh pengalaman negara yang gagal memindahkan ibu kota barunya, yakni India yang memindahkan Ibu Kotanya dari Old Delhi ke utara yang jaraknya ratusan kilometer. 

Advertisement

"Lebih bagus tapi, setelah dibangun ternyata tidak dimanfaatkan karena terlalu jauh dari ibukota lamanya," jelas RR. 

Akhirnya pemerintah setempat membuat  kota baru yang bernama The New Delhi, yang jaraknya hanya 50-60 kilometer dari Old Delhi. 

Advertisement

Kegagalan lain, menurut RR diderita oleh Brasil yang memindahkan ibukota barunya berjarak 400 kilometer dari ibukota lamanya. 

"Sampai sekarang cuma jadi monument doang. Kenapa? Pejabat dan pengusaha enggak mau ketemu di Brasilian City karena jauh. Maunya tetap ketemu di Sao Paulo," ungkapnya.

"Belajar dari pengalaman itu, adalah hal yang tidak penting membicarakan tentang siapa yang akan menjadi kepala proyek Ibu Kota baru nanti, termasuk Ahok, Kenapa?, seandainya nanti ada presiden baru, dia putusin mau balik ke Jakarta Ibu Kota, ribet enggak, " pungkasnya.