INDUSTRY.co.id - Jakarta - Merebaknya virus Corona, Indef telah memasang target pertumbuhan ekonomi yang tak terlalu optimistis terhadap Indonesia yaitu 4,8%.
“Karena korelasi perdagangan dan investasi Indonesia-China yang cukup besar, ekonomi Indonesia bisa terpengaruh sebesar 0,3% ,” kata Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira di Jakarta, Minggu (8/3/2020).
Kata dia, target tersebut jauh di bawah target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan pemerintah pada level 5,3%.
Dengan PDB pada tahun 2019 menurut harga berlaku mencapai Rp 15.833,9 triliun, maka pertumbuhan ekonomi dengan angka dalam asumsi APBN 2020 sebesar 5.3% menjadi sebesar Rp 16.673 triliun.
Namun, Indef memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi makin tertekan hingga level 4,5% sepanjang tahun ini sebagai imbas dari wabah Corona.
"Jika pertumbuhan hanya 4.5% maka PDB nilainya Rp 16.546 triliun. Ini berarti kita kehilangan Rp 127 triliun,”