INDUSTRY.co.id - Jakarta – Data perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan pertama bulan Maret ditutup positif dibandingkan pekan lalu, hal tersebut terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai kapitalisasi pasar yang keduanya ditutup dengan mengalami peningkatan sebesar 0,84 persen.
Untuk IHSG meningkat menjadi 5.498,540 dari 5.452,704 dan untuk nilai kapitalisasi pasar berada pada posisi Rp6.356,910 triliun dari Rp6.304,025 trilun pada perdagangan pekan lalu. Kemudian untuk data rata-rata frekuensi transaksi harian turut mengalami peningkatan sebesar 12,26 persen atau sebesar 482.673 ribu kali dari 429.943 ribu kali transaksi pada pekan sebelumnya.
Sementara itu rata-rata volume transaksi harian mengalami perubahan sebesar 14,03 persen menjadi sebesar 5.897 miliar unit saham dari 6.860 miliar unit saham pada penutupan pekan lalu dan rata-rata nilai transaksi harian juga mengalami perubahan sebesar 0,93 persen yaitu sebesar Rp7,002 triliun dari Rp7,068 triliun pada pekan sebelumnya. Investor asing pada hari ini mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp1,310 triliun, sedangkan sepanjang tahun 2020, jual bersih asing tercatat sebesar Rp6,483 triliun.
BEI pada pekan ini tepatnya Rabu (4/3) terdapat pencatatan 2 (dua) obligasi, yang pertama adalah pencatatan Obligasi Berkelanjutan I Sampoerna Agro Tahap I Tahun 2020 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Sampoerna Agro Tahap I Tahun 2020 yang diterbitkan oleh PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) dengan nominal masing-masing Rp300.000.000.000 untuk Obligasi dan Sukuk. Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk Obligasi adalah idA- (Single A Minus) dan untuk Sukuk idA-sy (Single A Minus Syariah).
Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Permata Tbk. Kemudian yang kedua adalah Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank BJB Tahap I Tahun 2020 (Obligasi) yang diterbitkan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk nilai nominal sebesar Rp500.000.000.000. Hasil pemeringkatan untuk Obligasi dari PEFINDO adalah idA (Single A).
Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Mega Tbk.Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2020 adalah 9 Emisi dari 8 Perusahaan Tercatat senilai Rp13,07 triliun. Dengan pencatatan ini maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 427 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp446,15 Triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 117 Perusahaan Tercatat. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 94 seri dengan nilai nominal Rp2.825,93 Triliun dan USD400 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 11 emisi senilai Rp10,21 Triliun.
Masih pada hari Rabu (4/3) Reksa Dana Premier ETF MSCI Indonesia Large Cap dengan kode ETF XIML resmi melantai di Bursa. XIML menjadi ETF ke-3 yang tercatat di BEI pada tahun 2020. Jenis ETF XIML adalah Indeks - pasif dengan Indeks acuannya Index MSCI Indonesia Large Cap.
Pada pekan ini terdapat Pembukaan Perdagangan oleh Finalis Puteri Indonesia dalam rangka Kunjungan ke BEI dan Workshop Literasi Pasar Modal di Main Hall BEI, pada Kamis (5/3).