Gubernur Jatim Khofifah-Pangdam V Brawijaya Lakukan Gerakan Tanam Vetiver di Lereng Semeru

Oleh : Herry Barus | Minggu, 16 Februari 2020 - 18:00 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

INDUSTRY.co.id - Lumajang- Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi melakukan gerakan tanam  vetiver di lereng gunung Semeru, khususnya di Ranupani  Kec. Senduro, Lumajang, Sabtu (15/2/2020). Penanaman rumput vetiver ini sendiri merupakan bentuk gerak cepat untuk menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo dalam rangka konservasi alam.

"Minggu lalu pak Pangdam menyampaikan ingin  gerak cepat untuk memfollow up instruksi presiden terkait konservasi alam. Dan dalam waktu cepat juga langsung berkoordinasi dengan pihak Pemprov Jatim lewat pak Sekda dan Kadis Kehutanan untuk kesiapan lahannya," tukas Khofifah sapaan akrab usai melakukan penanaman.

Khofifah menjelaskan, bahwa vetiver ini tidak boleh ditanam di lahan konservasi. Untuk itu, pihaknya menyampaikan terima kasih pada kelompok tani hutan bersama Kodam V/Brawijaya yang sudah berkenan menanam vetiver.

Ditambahkan, hari ini baru ditanam 50.000 vetiver. Dalam seminggu ke  depan akan terus ditanam sampai 200.000 di bawah koordinasi tim dari Korem. Dalam penanamannya Vetiver membutuhkan air yang banyak, sehingga memang harus ditanam saat musim hujan. Kelebihan vetiver sendiri yaitu memiliki akar yang bisa mencapai 6 meter ke bawah tanah.

"Kaberadaan vetiver diharapkan bisa memberikan daya tahan dari seluruh daya dukung alam dan lingkungan sekitar Ranupani," tukas Gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Lebih lanjut dijelaskan, kekuatan daya dukung lahan ini akan berseiring dengan tradisi masyarakat menanam kentang. Sehingga, kegiatan menanam kentangnya tetap jalan tapi pada saat yang sama daya dukung  lingkungan dan tanahnya tetap bisa dikuatkan.

"Jadi, tanam kentangnya tetap jalan dan daya dukung  lingkungan dan tanah tetap dikuatkan," pungkasnya.

Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi mengatakan, penanaman vetiver ini merupakan bentuk sinergi antara Kodam V Brawjaya dengan Pemprov Jatim. Ke depan, penanamannya akan terus dilakukan di bawah koordinasi Korem dan Kodim di jajaran Kodam V/Brawijaya.

"Penanaman ini tidak hanya di dataran tinggi. Bisa juga di tanggul sungai, karena fungsinya untuk mengikat tanah dan meminimalisasi dampak bencana longsor," terangnya

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Bebas Nonton dari Vidio

Minggu, 05 April 2020 - 20:40 WIB

Dirumahaja, Ini cara Bebas Nonton Gratis 14 Hari dari Vidio

"Sebagai industri streaming OTT dan sekaligus layanan hiburan berbasis internet, kami tergerak untuk memberikan layanan terbaik kepada konsumen yang bisa mereka nikmati agar #BetahdiRumah selama…

Ojek online yang menerima bantuan beras

Minggu, 05 April 2020 - 19:45 WIB

Pedagang dan Ojek Online Ketiban Rejeki Beras BNI Syariah

BNI Syariah menyalurkan bantuan total 1.146 paket atau setara 5,73 ton beras kepada pengendara ojek online dan pedagang kaki lima sekitar Kantor BNI Syariah Cabang Karawang dan Masjid Al-Jihad…

Asuransi Ilustrasi

Minggu, 05 April 2020 - 19:33 WIB

AAJI Minta OJK Izinkan Penjualan PAYDI Tanpa Pertemuan Langsung

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memberikan relaksasi kepada perusahaan asuransi jiwa yang memasarkan Produk Asuransi Yang Dikaitkan Dengan…

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih

Minggu, 05 April 2020 - 19:02 WIB

Kemenperin Identifikasi Tantangan dan Kerugian IKM Komponen Otomotif Imbas Pandemi Covid-19

Kementerian Perindustrian terus berupaya mendampingi dan mendukung keberlangsungan industri kecil dan menengah (IKM) dalam menghadapi dampak dari pandemi Covid-19 di Indonesia.

Heru Kristiyana, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK (Foto Ist)

Minggu, 05 April 2020 - 18:47 WIB

Penyelamatan Perbankan Bisa Dipercepat Ketahuan Tidak Sehat

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai adanya Perpu 1 2020, sebagai alat penyelamatan dini terhadap lembaga keuangan seperti perbankan agar tetap sehat sebelum goyang.