Pemulangan WNI eks ISIS akan Merepotkan Polri

Oleh : Neta S Pane | Selasa, 11 Februari 2020 - 15:59 WIB

Neta S Pane, IPW (Foto Dok Industry.co.id)
Neta S Pane, IPW (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Pemulangan warga Indonesia eks ISIS dari Suriah akan merepotkan aparat keamanan, terutama Polri. Apalagi dalam waktu dekat Bangsa Indonesia akan melangsungkan Pilkada Serentak di sejumlah daerah, tentunya keberadaan eks ISIS itu menjadi ancaman tersendiri bagi keamanan, mengingat sebagian besar dari mereka adalah ahli pembuat bom dan ahli teror.

Namun Ind Police Watch (IPW) menilai, apa pun risikonya, pemerintah Presiden Jokowi harus memulangkan mereka ke tanah air karena UUD 45 tidak mengenal "negara boleh membuang warga negaranya" kecuali warga negaranya tsb sudah mendapatkan suaka di negara lain. Jika warga negaranya terlantar di negara lain pemerintah Presiden Jokowi wajib mengembalikannya ke tanah air. Ada pun pelanggaran hukum yang dilakukannya tetap harus diproses aparat penegak hukum di Indonesia. Polri tentunya punya data data lengkap tentang semua itu.

Dalam kasus ini, pemerintah Presiden Jokowi harus menyelamatkan anak anak dan wanita yang tidak berdosa, yang dibawa oleh orang tua maupun suaminya ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. Pemerintah Presiden Jokowi wajib menyelamatkan dan mengembalikan mereka ke tanah air. Untuk itu Polri dan BNPT perlu mendata secara komperhensif seberapa banyak WNI yang bergabung dengan ISIS. Soalnya, selama ini datanya masih simpang siur.

Ada yang mengatakan 500 hingga 600 orang di Suriah dan ada yang mengatakan 500 orang lainnya masih tersebar di luar Suriah. Dari jumlah itu, berapa jumlah anak anak dan wanita. Lalu berapa jumlah anak anak WNI yang lahir di Suriah dari orang tuanya yang eks ISIS. Sesuai UU No 35 tentang Perlindungan Anak, mereka ini harus dilindungi oleh negara. Presiden Jokowi harus paham soal ini dan jangan menyepelekannya.

Rusia misalnya, belum lama ini sudah memulangkan 200 anak anak warga negaranya yang orang tuanya bergabung ke ISIS di Suriah. Begitu juga Kazakhstan, Austria, Jerman, Prancis, Belgia, Swedia, Norwegia dll, mengembalikan anak anaknya lewat Palang Merah Internasional. Sementara Indonesia belum melakukan apapun dan masih asyik berpolemik di dalam negeri.

Memang, kembalinya eks Kombatan ISIS itu akan membawa persoalan baru bagi bangsa Indonesia, terutama dalam hal ancaman keamanan dimana Indonesia pernah bertubi tubi mendapat serangan teror. Untuk itu Polri perlu menyiapkan strategi baru untuk melokalisir gerakan mereka agar aksi aksi teror tidak terjadi sepulangnya mereka ke tanah air.

Pemerintah Presiden Jokowi dan BNPT bersama Polri perlu membuat program baru deradikalisasi terhadap mereka. Bangsa Indonesia sebenarnya punya kemampuan untuk melakukan program deradikalisasi tsb. Sejarah panjang Indonesia menunjukkan aksi aksi sparatis sempat marak di sejumlah daerah dan berhasil diamankan dan dikendalikan, terakhir pemerintah berhasil mengamankan Aceh dari sparatis Gerakan Aceh Merdeka.

Sebab itu Pemerintah Presiden Jokowi, BNPT dan Polri tidak perlu ragu mengembalikan anak anak bangsa yang terlantar di Suriah tsb. Bangsa ini punya kemampuan untuk menanggulanginya. Presiden Jokowi tidak perlu mengulang sejarah rezim Soeharto dimana orang orang yang dituduh PKI dibiarkan terlantar di luar negeri tanpa kewarganegaraan dan tanpa tanah air, padahal mereka juga anak anak bangsa yang patut diurus dan dilindungi negara sesuai UUD 45.

Neta S Pane:Ketua Presidium Ind Police Watch

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Suzuki Club Reaksi Cepat (SCRC)

Rabu, 26 Februari 2020 - 17:15 WIB

Suzuki Club Reaksi Cepat Terobos Air Setinggi 2 Meter Evakuasi Korban Banjir di Jakarta dan Sekitarnya

Suzuki Club Reaksi Cepat (SCRC) menurunkan 1 tim dengan 12 personel untuk membantu proses evakuasi para korban banjir di Jalan Kartini, Kota Bekasi.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan Perkasa Roeslani (Foto: Ist)

Rabu, 26 Februari 2020 - 17:10 WIB

Masuri SH Ketua Kadin Bengkalis Resmi Diakui Pemerintah

Kadin hanya ada satu yaitu pimpinan Rosan Perkasa Roeslani, sesuai Keputusan Presiden nomor 17 tahun 2010 lalu. "Jadi diharapkan Pemkab Bengkalis dan juga Bupati Bengkalis bisa menyikapi ini.…

Menkop dan UKM Teten Masduki bersama Raffi Ahmad saat konferensi pers Rans Carnival

Rabu, 26 Februari 2020 - 17:02 WIB

Dorong Produk UMKM Naik Kelas, Menkop dan UKM Gandeng Raffi Ahmad Gelar Rans Carnival di 14 Kota

Kementerian Koperasi dan UKM bersama Raffi Ahmad bakal menggelar Rans Carnival di Indonesia. Hal ini guna mendorong pangsa pasar produk-produk UMKM dalam negeri.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Rabu, 26 Februari 2020 - 17:00 WIB

Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI akan Perkuat Subtansi PPHN

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menekankan kehadiran Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI (K3 MPR RI) sebagai unsur pendukung MPR RI yang diatur dalam Pasal 58 Tata Tertib MPR RI, punya…

Kadin

Rabu, 26 Februari 2020 - 17:00 WIB

Wagub Steven Kandouw: Kami Hanya Mengakui Kadin Sulut Hangky Arther Gerungan

Melalui pesan singkatnya, Steven Kandouw menegaskan hanya mengakui Kadin Sulut di bawah kepemimpinan Hangky Arther Gerungan. Yang kami akui itu Kadin di bawah kepemimpinan Pak Hengky Gerungan