INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pergerakan IHSG secara teknikal meskipun menguat namun candlestick lebih membentuk pola bearish counter attack dimana signal reversal secara teknikal masih belum terkonfirmasi. Indikator stochastic dan RSI berpeluang golden-cross dan bullish reversal momentum apabila penguatan kembali berlanjut pada perdagangan selanjutnya.
"Sehingga kami perkirakan IHSG akan bergerak terkonsolidasi mencoba bertahan dizona hijau dengan support resistance 5900-6000," kata analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Rabu (5/2/2020).
Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; INKP, TKIM, WTON, CPIN, SMGR, MAIN, INTP, INDF, KLBF, BBTN, JSMR, ASII, ADRO, TINS, ANTM, WEGE.
IHSG (+0.65%) naik 38.17 poin kelevel 5922.34 dengan saham-saham pada sektor aneka industri (+1.68%) dan Keuangan (+1.33%) berbalik menguat setelah pada perdagangan sebelumnya ramai mengalami aksi jual investor asing maupun domestik. Meskipun IHSG ikut meramaikan kenaikan bursa saham Asia, investor asing masih terlihat tiarap dengan hanya mencatat melakukan aksi beli bersih sebesar 232.07 Miliar rupiah dimana hanya saham BBCA dan BBRI yang berada diposisi terbesar dari net buy value yang terlihat dibeli kembali oleh investor asing.
Bank Indonesia berhasil mengintervensi pasar obligasi dan rupiah sejak kemarin dimana Nilai tukar rupiah kembali kuat 0.19% dilevel 13715 ditengah gempuran aksi capital outflow yang terjadi sejak pekan lalu. Investor akan menanti data pertumbuhan GDP yang di perkirakan berada dilevel 5.04% lebih rendah dari tahun sebelumnya sebesar 5.1%.
Bursa Eropa membuka perdagangan dengan optimis mengiringi penguatan bursa saham Asia. Indeks Eurostoxx (+1.24%), FTSE (+1.36%) dan DAX (+1.09%) naik lebih dari sepersen. Saham-saham pertambangan dan Energi memimpin lonjakan setelah beberapa emiten merilis laporan pendapatan diatas ekspektasi. Selanjutnya investor akan terfokus pada data Indeks kinerja sektor jasa di Tiongkok dan Dari dalam negeri Investor akan terfokus pada data pertumbuhan ekonomi dan PDB Indonesia.