INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pergerakan IHSG secara teknikal IHSG sedikit mengkonfirmasi pola bullish reversal dari candlestick dragon fly doji dengan menutup gap yang terbentuk. Indikator Stochastic membentuk indikasi pola golden-cross dengan RSI yang cukup rendah menjenuh pada area oversold.

"Sehingga kami perkirakan IHSG masih akan bergerak mencoba menguat dengan support resistance 6094-6170," ujar analis saham Reliance Sekuritas Lanjar Nafi di Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Saham-saham yang masih dapat dicermati secara teknikal diantaranya; LSIP, SIMP, MAIN, HMSP, KLBF, BBTN, TLKM, ADRO, ADHI, SCMA.

IHSG (+0.03%) naik 1.86 poin kelevel 6113.05 dengan saham-saham sektor keuangan (+0.62%) dan Infrastruktur (+0.58%) naik setengah persen namun tertekan menjelang penutupan oleh saham-saham sektor Industri Dasar (-0.56%) dan Property (-0.46%). Minimnya katalis dalam negeri ditengah memanasnya kasus Jiwasraya yang menumbuhkan kekhawatiran investor menjadi faktor pelemahan disaat mayoritas bursa saham global rebound pasca terkoreksi tajam. Investor asing masih melakukan aksi beli sebesar 69.38 miliar rupiah.

Bursa Eropa membuka perdagangan terkonsolidasi pada zona hijau dengan indeks Eurostoxx (+0.18%), FTSE (+0.09%) dan DAX (+0.02%) naik terkonsolidasi. Saham-saham pertambangan dan perbankan memimpin kenaikan setelah reboundnya harga minyak WTI dari level terendah tiga bulan. Investor akan mencermati hasil pertemuan FOMC, Data penjualan rumah dan stok persediaan minyak di AS. Serta tak lepas fokus ke perkembangan coronavirus di China setidaknya pada permintaan import disana.