INDUSTRY.co.id - Karawaci- PT Siloam International Hospital Tbk menunjuk kepemimpinan baru di Dewan Direksi Siloam dalam RUPS Tahunan dengan mengangkat Ketut Budi Wijaya sebagai Presiden Direktur, menggantikan Romea Lledo yang kini sebagai Wakil Presiden Komisaris Siloam. Selain itu juga menetapkan Tati Hartawan sebagai anggpta baru Dewan Direksi.
Ketut Budi Wijaya telah berberpengalaman memegang beberapa posisi senior selama berkarir di Lippo Group sejak 1987 dan saat ini menjabat sebagai Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) sejak Mei 2010. Sementara itu Tati Hartawan telah bekerja di bidang jasa keuangan sepanjang 27 tahun termasuk 24 tahun di Citibank.
RUPST juga menyetujui dan meratifikasi Laporan Tahunan untuk periode keuangan yang terakhir pada 31 Desember 2016.
Dalam RUPS yang berlangsung di Karawaci, Rabu (22/3/2017) diungkapkan Siloam mempertahankan laju pertambahan Pendapatan Operasional Kotor (GOR) yang kuat dengan peningkatan sebesar 25% menjadi Rp5.168 miliar. Sementara Pendapatan Operasional Bersih (NOR) bertumbuh menjadi Rp 3.719 miliar, meningkat sebesar 22%.
“ Laba Kotor sejumlah R2.243 miliar meningkat sebesar 23%, sedangkan EBITDA meningkat sebesar 17 % menjadi Rp674 miliar. Sedangkan laba besih setelah pajak sejumlah Rp86 miliar, meningkat sebesar 22% dibanding tahun sebebelumnya,” jelas Budi Legowo, Direktur PT Siloam International Hospital Tbk
Siloam perkuat rekam jejaknya tahun 2016 pembukaan 3 rumah sakit di Labuan Bajo NTT, Buton dan Samarinda sehingga total rumah sakit operasional menjadi 23. Selain itu Siloam juga telah menyelesaikan pembangunan 3 rumah sakit di Yogyakarta, Bogor dan Bekasi Blu Plasa yang saat ini sedang menunggu penerbitan izin operasioanl untuk dapat mulai menerima pasien.
“Hingga 2019, Siloam akan memiliki 40 rumah sakit berbagai klas, sesuai kebutuhan. Angka itu masih estimasi, kemungkinan akan bertambah, jelas Ketut Budi Wijaya, Presdir PT Siloam Inernational Hospital.
Sementara itu volume pasien terus meningkat secara signifikan dengan pertumbuhan 19% pada kunjungan blended rawat jalan (OPD) dan pertumbuhan 18% pada admisi rawat inap (IPD) yang menghasilkan 64% Utilisasi Tempat Tidur (BOR) dengan 208 tempat tidur tambahan di tahun 2016 (meningkat dari BOR tahun lalu sebesar 60%)
Siloam terus mendukung program BPJS Kesehatan dengan mendaftarkan 3 rumah sakitnya pada 2016 untuk melayani pasien BPJS kesehatan di Surabaya, Labuan Bajo dan Buton. BPJS Kesehatan berkontribusi sebesar 20% dari total GOR dengan 16 rumah sakit yang terdaftar.
“Kami terus upayakan nantinya 40 Rumah sakit yang akan beroperasi, semuanya memerikan pelayanan BPJS, “ lanjut Ketut Budi Wijaya.
Siloam saat ini mengelola 25 rumah sakit, 16 klinik di 18 kota di seluruh Indonesia, dengan 5.200 kapasitas tempat tidur serta didukung oleh lebih 2.300 spesialis dan dokter umum serta dokter umum serta lebih dari 8.800 perawat dan staf pendukung.
Sebagai bentuk pengakuan atas keunggulan layanan Siloam dalam bidang kesehatan, Siloam temah dianugerahi Indonesia Hospital of The Year oleh Frost and Sullivan.