2019, BRI Bukukan Laba Rp 34,41 Triliun

Oleh : Wiyanto | Kamis, 23 Januari 2020 - 17:22 WIB

Jaringan ATM BRI (Foto st)
Jaringan ATM BRI (Foto st)

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menorehkan kinerja positif dan diatas rata-rata industri perbankan nasional. Tercatat, di sepanjang tahun 2019 perseroan mencetak laba sebesar Rp 34,41 Triliun atau tumbuh 6,15% yoy.

Sementara, aset BRI tercatat Rp 1.418,95 Triliun, tumbuh 9,41% dibanding aset akhir tahun 2018 sebesar Rp 1.296,90 Triliun.

Direktur Utama Bank BRI Sunarso menjelaskan capaian laba karena ditopang pertumbuhan kredit.

Dikatakan bahwa pertumbuhan kredit pada segmen mikro menjadi salah satu penyokong utama kinerja BRI. Hingga akhir Desember 2019 tercatat penyaluran kredit BRI mencapai Rp 908,88 Triliun atau tumbuh 8,44% year on year, diatas rata rata industri perbankan yang tumbuh sebesar 6,08%.

“Salah satu faktor utama pendukung pertumbuhan kredit tersebut yakni penyaluran kredit mikro yang tumbuh double digit di angka 12,19% di sepanjang tahun 2019. Bahkan porsi kredit mikro pada Bank BRI sebagai perusahaan induk saja telah meningkat dari 34,3% menjadi 35,8%. Hal ini sejalan dengan aspirasi Bank BRI di tahun 2022, dimana komposisi kredit mikro mencapai 40% dari total portofolio pinjaman,” ujar Sunarso di Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Sebagai bank yang berkomitmen terhadap pemberdayaan segmen mikro, Sunarso menambahkan akan terus melakukan inovasi berkelanjutan untuk mendorong penetrasi kredit mikro sehingga menjangkau lebih banyak lagi nasabah. “Melalui teknologi, kami kembangkan kredit mikro BRI menjadi go smaller, go shorter dan go faster. Melalui platform berbasis teknologi, BRI mempersiapkan ekosistem mikro berbasis digital untuk melayani potensi pasar mikro yang masih terbuka luas.” imbuhnya.

Disamping kredit mikro, pertumbuhan kredit BRI juga ditopang oleh pertumbuhan kredit ritel dan menengah yang tumbuh 12,08% yoy menjadi Rp 269,64 Triliun di akhir tahun 2019.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kemendag di Sidney Australia

Minggu, 16 Februari 2020 - 22:05 WIB

Mengintip Nutrisoy dan ITI, Industri Tahu Tempe dan Kayu Karya Diaspora Indonesia di Sydney Australia

Pangsa pasar Nutrisoy saat ini 90 persen dipasarkan di Australia. Sedangkan 10 persennya adalah untuk ekspor tujuan Selandia Baru, Kaledonia Baru, Singapura, dan Uni Emirat Arab. Nutrisoy memproduksi…

Indonesia - Australia

Minggu, 16 Februari 2020 - 21:28 WIB

Dari Sidney, Kemendag Bawa Potensi Dagang Senilai USD 2,4 Juta

Sydney, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Dody Edward dan Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Iman Pambagyo mengikuti rangkaian Forum Bisnis Indonesia-Australia…

Bambang Soesatyo Ketua DPR RI (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 16 Februari 2020 - 19:00 WIB

Penggeledahan Kasus Jiwasraya-Asabri, Ini Pendapat Ketua MPR RI

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi Jaksa Agung yang menetapkan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto sebagai tersangka baru kasus korupsi di tubuh PT Asuransi Jiwasraya. Dengan…

Prabowo Subianto dan Jokowi

Minggu, 16 Februari 2020 - 19:00 WIB

Survei Membuktikan, Menhan Prabowo Subianto Menteri Paling Meroket Kinerjanya

Lembaga survei Indo Barometer merilis tingkat popularitas dan kinerja para menteri dalam 100 hari kerja pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin

Nixon L. P. Napitupulu: Peningkatan kualitas bisnis perseroan dilakukan dengan berfokus pada perbaikan kualitas kredit dan memacu penghimpunan DPK

Minggu, 16 Februari 2020 - 18:28 WIB

Momentum Tahun Tikus Logam, BTN Fokus Tingkatkan Kualitas Bisnis

Jakarta-Memasuki 2020, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. memilih berfokus meningkatkan kualitas bisnis dengan menggenjot kualitas kredit dan penghimpunan tabungan.