Kopi dan Topi NTT Tampil Dalam Gelaran Indonesia Pavilion di WEF Davos 2020

Oleh : Hariyanto | Rabu, 22 Januari 2020 - 15:51 WIB

Pembukaan Indonesia Pavilion di Davos, Swiss oleh para menteri Republik Indonesia dan Duta Besar RI untuk Swiss dan Liechtenstein, Muliaman Darmansyah Hadad.
Pembukaan Indonesia Pavilion di Davos, Swiss oleh para menteri Republik Indonesia dan Duta Besar RI untuk Swiss dan Liechtenstein, Muliaman Darmansyah Hadad.

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pada tahun ini, Indonesia kembali menggelar Indonesia Pavilion dalam rangkaian World Economic Forum Annual Meeting yang diselenggarakan di Davos, Swiss, pada 21-24 Januari 2020. Tujuan utama digelarnya Indonesia Pavilion ini adalah dalam rangka diplomasi ekonomi, country branding, sekaligus untuk membuka akses ke jaringan global.

World Economic Forum Annual Meeting merupakan konferensi tingkat tinggi yang dihadiri oleh sekitar 3.000 kepala negara, pimpinan perusahaan global, pemimpin organisasi politik, penemu-penemu di bidang sains dan kebudayaan dari 90 negara termasuk 500-an jurnalis seluruh dunia. 

Dalam rangka memanfaatkan perhelatan paling representatif di dunia yang menjadi ajang berkumpulnya pemimpin-pemimpin dunia dan perusahaan tersebut, Indonesia yang dikoordinir oleh BKPM, menggandeng Kemenko Bidang Maritim dan Investasi, Kemenko Bidang Perekonomian, Kementerian Perindustrian, Kementerian perdagangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta didukung penuh Kementerian Luar Negeri mengadakan Indonesia Pavilion dengan tema "Unity in Diversity: Partner for Action". 

Digelar selama empat hari, Indonesia Pavilion dilangsungkan bersamaan dengan penyelenggaraan WEF Annual Meeting 2020, yang akan berisikan sesi-sesi untuk para menteri yang hadir di Davos, workshop atau talkshow oleh kementerian/lembaga/swasta nasional, dan pameran.

“Dengan tema Unity in Diversity: Partner for Action di Indonesia Pavilion di WEF Davos yang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan ini kita memasarkan potret dan profil kekinian Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin,” ungkap Menkominfo, Johnny G. Plate ketika meninjau persiapan Indonesia Pavilion, Senin (21/1/2020). 

Menteri Johnny menambahkan, tidak saja berkutat dengan topik yang berat-berat terkait dengan substansi forum ekonomi dunia, namun paviliun ini juga menampilkan kesenian daerah dan pernak-pernik Indonesia dimana didalamnya ada topi rote dari wilayah paling selatan Indonesia dan juga ada kopi dari Nusa Tenggara Timur. 

"Selama ini ‘kan NTT dikenal dengan savana dan stepa saja, namun ternyata dari ada juga kopi yang hebat, bahkan beberapa kali menjadi juara satu kontes di London, Jerman dan lain-lain. Jadi, banyak sekali sumber daya, khususnya dalam bidang agrikultur, yang melibatkan begitu banyak rakyat, yang terkenal di tingkat dunia. Nah kali ini isunya cocok juga dengan tema WEF kali ini, yaitu sustainable development goals. Di situlah partisipasi banyak masyarakat, seperti petani, nelayan, dan lain-lain, akan jadi perhatian,” tambah Johnny.

Indonesia Pavilion yang bertempat di Promenade 55, Davos Platz 7270 ini akan dibuka pada 21 Januari pukul 13.30 waktu setempat oleh para menteri Republik Indonesia dan Duta Besar RI untuk Swiss dan Liechtenstein, Muliaman Darmansyah Hadad.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog pertama yang menampilkan Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua BKPM, Bahlil Lahadalia, dengan moderator Dubes Muliaman Darmansyah Hadad dengan tema gambaran umum tentang ketahanan ekonomi Indonesia. 

Tema- tema lain yang dikupas pada sesi-sesi khusus sekanjutnya di Indonesia Pavilion antara lain tentang strategi perdagangan Indonesia, ekonomi digital, pariwisata dan ekonomi kreatif, dan smart city. Semua tema sesi tersebut dibalut dalam nuansa tema WEF 2020 yaitu “Stakeholders for a Cohesive and Sustainable World”.

Selain itu, berlangsung juga diskusi bersama Prof. Edward F. Crawley dari Massachusetts Institute of Technology yang juga dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johnny G. Plate hadir dalam diskusi didampingi oleh Widodo Muktiyo, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo serta Septriana Tangkary, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemkominfo. 

Indonesian Pavilion diharapkan menjadi ajang untuk menjalin networking, selain sesi diskusi diselenggarakan juga penampilan budaya, kuliner, dan kesenian Indonesia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mendikbud Nadiem

Kamis, 24 September 2020 - 11:36 WIB

Kabar Gembira! Mendikbud Tegaskan Tak Akan Ada Sekolah yang Dana BOS-nya Turun, Nadiem: Tahun Depan Naik

 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menegaskan tidak akan menurunkan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di tahun depan. Bahkan Menteri Nadiem memastikan sekolah-sekolah…

Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Dipastikan Tingkatkan Perekonomian Tanah Melayu

Kamis, 24 September 2020 - 11:33 WIB

Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Dipastikan Tingkatkan Perekonomian Tanah Melayu

Jum’at(25/9/2020), jalan tol pertama di Provinsi Riau ini akan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo secara virtual.

Borgol (Foto ist)

Kamis, 24 September 2020 - 11:23 WIB

Terpidana HS Berhasil Diamankan Tim Kejati Jateng dan Tabur Kejari Purwokerto

Terpidana P binti HS adalah Terdakwa dalam Perkara Tindak Pidana Penipu Sebagai Mata Pencaharian, dimana berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI. No. 1644/K/Pid/2011 tanggal 19 April 2011, yang…

Menteri Perindustrian Dukung Penuh Proyek Revamping TPPI

Kamis, 24 September 2020 - 11:21 WIB

Menteri Perindustrian Beri Dukungan Penuh Proyek Revamping TPPI

Dengan selesainya proyek Revamping tersebut pada tahun 2022, TPPI akan dapat meningkatkan produksi Paraxylene menjadi 780,000 ton per tahun, sehingga tambahan produksi tersebut dapat memenuhi…

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad

Kamis, 24 September 2020 - 11:15 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Minus, DPR Dorong Pemerintah Buat Kebijakan Strategis

Pemerintah merevisi proyeksi pada kuartal III - 2020. Diproyeksikan, pertumbuhan ekonomi kuartal III dan IV juga akan negatif.