Deretan Catatan Prestasi PNM Sepanjang 2019

Oleh : Kormen Barus | Kamis, 16 Januari 2020 - 23:08 WIB

PNM menggelar kegiatan ngobrol awal tahun yang dihadiri oleh segenap perwakilan insan PNM dari seluruh Indonesia (foto rikardo)
PNM menggelar kegiatan ngobrol awal tahun yang dihadiri oleh segenap perwakilan insan PNM dari seluruh Indonesia (foto rikardo)

INDUSTRY.co.id, Jakarta- PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menggelar kegiatan ngobrol awal tahun yang dihadiri oleh segenap perwakilan insan PNM dari seluruh Indonesia di Rumah Maroko, Menteng, Jakarta, Kamis, (16/1/ 2020).

Dalam acara yang mengusung tema  “Menengok 2019, Menyongsong 2020" dibeberkan sederet catatan prestasi yang ditorehkan PNM sepanjang 2019.

Berdasarkan rilis yang diterima Indonews.id, hingga Desember 2019, PNM mencatatkan capaian-capaian positif, diantaranya penyaluran pembiayaan meningkat 67,68 % secara year on year (yoy) menjadi Rp 24.06 triliun.

Selain itu, total outstanding pembiayaan PNM tumbuh 45% menjadi Rp 18,09 triliun dari total outstanding pada Desember 2018 senilai Rp 12,478 triliun.

Salah satu pendukung pertumbuhan ini adalah dengan bertambahnya kantor cabang PNM di berbagai provinsi. Tercatat hingga Desember 2019, PNM memiliki 2.862 kantor cabang yang terdiri dari 2.171 unit Mekaar, 628 unit ULaMM, dan 63 cabang ULaMM.

Selain peningkatan penyaluran pembiayaan, PNM juga menjaga kualitas penyaluran pembiayaan dan outstanding. Hal ini dapat dilihat dari rasio pembiayaan bermasalah atau non performing loan (NPL) yang terus membaik. Pada Desember 2018, NPL consol berada di posisi 1,32% dan menjadi 1,18% pada Desember 2019.

Capaian PNM lainnya di tahun 2019 yaitu jumlah Nasabah Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang telah mencapai 6.043.840 nasabah atau meningkat 48,97% secara yoy dari 4.057.129 nasabah pada Desember 2018.

Hingga Desember 2019 PNM telah menyalurkan pembiayaan untuk Mekaar mencapai Rp 20,185 triliun atau tumbuh 92,92% apabila dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 10,463 triliun.

Selain itu, total outstanding yang dicatatkan PNM untuk pembiayaan Mekaar sebesar Rp 11,193 triliun atau tumbuh 71,25 % bila dibandingkan Desember 2018 yaitu Rp 6,536 triliun

Sedangkan untuk pembiayaan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) pada akhir Desember 2019 mencapai Rp 3.976 triliun atau tumbuh 0,74% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 3,947 triliun.

PNM mencatatkan total outstanding pembiayaan sebesar Rp 6,9 triliun untuk ULaMM atau tumbuh 16,13% dari Desember 2018 sebesar Rp 5,941 triliun. (sumber: www.infomoneter.co/Rikardo)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pertamina Lubricants (Ist)

Senin, 21 September 2020 - 18:40 WIB

Kemenperin Apresiasi Pertamina Lubricants jadi Pelopor Penerapan SNI Pelumas

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan apresiasi untuk PT Pertamina Lubricants yang telah menjadi pelopor dalam penerapan standarisasi produk dan penggunaan produk bersertifikat Standar…

Robert Alberts Pelatih Persib Bandung (Foto Dok PR)

Senin, 21 September 2020 - 18:00 WIB

Pelatih PERSIB Robert Alberts Soroti Transisi Permainan

Setiap pertandingan kami selalu berpikir untuk memperbaiki segala hal. Tentu saja soal transisi bertahan-menyerang masih terlihat lambat

Azis Syamsudin Wakil Ketua DPR RI

Senin, 21 September 2020 - 17:27 WIB

UAE dan Bahrain 'Rangkul' Israel, DPR: Indonesia Tak Akan Berubah, Tetap Bersama Rakyat Palestina

Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin menyoroti normalisasi hubungan Uni Arab Emirates (UAE) dan Bahrain dengan Israel.  Azis menekankan bahwa posisi Indonesia tidak mengubah dukungan terhadap…

Ilustrasi industri semen. (Merdeka/Dwi Narwoko)

Senin, 21 September 2020 - 17:20 WIB

Lindungi Industri Semen, Kemenperin Bakal Tingkatkan Serapan Pasar Dalam Negeri

Kemenperin terus mendorong peningkatan serapan pasar domestik. Apalagi, semen merupakan salah satu komoditas yang strategis bagi Indonesia.

Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian

Senin, 21 September 2020 - 17:15 WIB

Alumni UI Beri Rekomendasi Komunikasi Protokol Kesehatan Efektif

Alumni Universitas Indonesia (UI) dari berbagai latar belakang memberikan rekomendasi terkait komunikasi protokol kesehatan yang efektif yang disampaikan melalui Focus Group Discussion (FGD)…