Ini Pendapat Ketua MPR Terhadap Sikap UE Terkait Komoditi CPO

Oleh : Herry Barus | Selasa, 14 Januari 2020 - 05:00 WIB

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. (Foto: Bamsoet.com)
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. (Foto: Bamsoet.com)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Setelah perang dagang yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) terhadap China, diskriminasi atau penerapan hambatan non-tarif dalam perdagangan global mungkin tidak akan berhenti pada sikap Uni Eropa (UE) terhadap komoditi CPO.

Dengan demikian, Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet)  menilai  bahwa UE dan AS menjadi contoh tentang dua kekuatan ekonomi yang merusak tatanan atau kesepakatan tentang aturan main perdagangan global yang telah ditetapkan dan disepakati dalam Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO (World Trade Organization).

Demi kepentingannya masing-masing, negara atau kawasan perekonomian berskala besar itu tidak lagi patuh pada aturan main yang ditetapkan WTO. Perilaku UE dan AS adalah contoh dari kekuatan perekonomian yang bertindak sesuka hati demi kepentingan kawasan masing-masing.

Belajar dari perlakuan UE terhadap komoditi CPO, bukan tidak mungkin di kemudian hari komoditi lainnya akan mendapatkan perlakuan serupa. Karena itu, negeri yang kaya akan sumber daya alam seperti Indonesia harus coba merumuskan caranya sendiri untuk memaksimalkan potensi itu demi kemakmuran masyarakatnya.

Ekspor bahan mentah dengan nilai tambah yang rendah sudah harus dikurangi, dengan mengutamakan pengolahan menjadi barang jadi siap pakai di  negeri sendiri. Tantangannya memang tidak mudah, karena angkatan kerja Indonesia mau tak mau harus menaikkan kapasitas dan keahlian. Namun, pilihan itu sulit dihindari dan harus dimulai dari sekarang.

Maka, gagasan dan ajakan Presiden untuk memaksimalkan potensi sawit sebagai bahan bakar alternatif relevan untuk dikaitkan dengan masa depan ketahanan energi. Indonesia mau tak mau harus lebih fokus dan bersungguh-sungguh dalam mewujudkan energi baru terbarukan.

Jangan melihatnya untuk kepentingan jangka dekat, melainkan demi generasi anak-cucu. Dengan fokus pada program energi baru terbarukan, generasi bangsa terkini menyiapkan landasan yang kuat bagi masa depan ketahanan energi nasional.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sidang PHK PT Tech Data

Kamis, 09 Juli 2020 - 06:15 WIB

Syarat Belum Dipenuhi, Surat Kuasa PT Tech Data Advanced Tidak Sah

Pengadilan Hubungan Industrial menggelar sidang lanjutan perkara PHK sepihak PT Tech Data Advanced Solutions Indonesia dengan agenda tambahan bukti surat penggugat dan bukti surat tergugat.

Perwira TNI dan Polri Masa Depan Harus Memilik Mental dan Cara Kerja Cerdas

Kamis, 09 Juli 2020 - 06:00 WIB

Perwira TNI dan Polri Masa Depan Harus Memilik Mental dan Cara Kerja Cerdas

Capaja TNI-Polri merupakan generasi muda terpilih calon pemimpin masa depan dalam menghadapi persaingan dunia yang semakin ketat, harus mampu dan siap menghadapi tantangan. Demikian disampaikan…

Masyarakat Aparuka Papua Berobat di Pos Satgas 754 Kostrad

Kamis, 09 Juli 2020 - 05:30 WIB

Masyarakat Aparuka Papua Berobat di Pos Satgas 754 Kostrad

Kepercayaan masyarakat terhadap TNI mendorong mereka untuk berobat ke pos Satgas Pamrahwan Yonif 754/ENK/20/3 Kostrad yang terletak di Distrik Baobado Kabupaten Deiyai, Papua. Demikian disampaikan…

Mengatasi Aksi Teriorisme Tugas Pokok TNI Selain Perang

Kamis, 09 Juli 2020 - 05:00 WIB

Mengatasi Aksi Teriorisme Tugas Pokok TNI Selain Perang

Pada dasarnya, peran dan keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mengatasi terorisme di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, dimana salah satu…

Menko Polhukam Tegaskan Jangan Lakukan Demoralisasi Terhadap TNI

Kamis, 09 Juli 2020 - 04:30 WIB

Menko Polhukam Tegaskan Jangan Lakukan Demoralisasi Terhadap TNI

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Moh. Mahfud MD meyakini jika masa depan Indonesia lebih bagus dan maju asalkan tetap menjaga persatuan. Menurutnya, jangan sekali-kali…