INDUSTRY.co.id - Jakarta---Pergerakan IHSG secara teknikal memantul pada support MA200 dan kembali bergerak diatas MA5. Pergerakan terlihat menjenuh dari momentum maupun indikator Stochastic.

Sehingga penguatan lanjutan mungkin akan terbatas melihat upper bollinger bands bergerak menyempit dikisaran level 6350.

"Kami perkirakan IHSG akan bergerak menguat terbatas cenderung tertekan diawal pekan dengan support resistance 6263-6350," kata analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Senin (6/1/2019).

Saham-saham yang masih dapat dicermati secara teknikal diantaranya; WSBP, MAIN, BDMN, BJBR, ADRO, DOID, INDY, PPTP, ADHI, CTRA, MAPI, ESSA.

HSG (+0.63%) ditutup menguat 39.89 poin kelevel 6323.47 disaat mayoritas indeks regional terpukul pada serangan militer AS-Iran dengan Indeks sektor Industri Dasar (+1.31%) dan Infrastruktur (+1.23%) berbalik naik signifikan. Aktifitas perdagangan masih cenderung sepi tercermin dari value transaksi diakhir pekan perdagangan yang masih dibawah rata-rata sebesar 5.74 triliun rupiah.

IHSG cenderung positif dengan merefleksikan data Manufaktur PMI dan Inflasi yang rilis membaik dan terkendali dibulan Desember 2019. Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih sebesar 773.74 miliar rupiah dengan saham-saham BBCA, BBRI, BMRI dan TLKM yang menjadi net buy value investor asing.