INDUSTRY.co.id - Jakarta - IHSG secara teknikal mengkonfirmasi pola bearish engulfing setelah break out Moving Average 5 hari dan menguji support Moving Average 200 hari yang berada pada level 6263. Dimana signal akan lebih negatif dan potensi melanjutkan koreksi apabila break out dilevel MA200 tersebut.
"Fase distribusi terlihat setelah indikator stochastic dead-cross dan momentum RSI bergerak bearish sehingga kami perkirakan IHSG masih akan bergerak cenderung melemah dengan support resistance 6250-6300," ujar analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Jumat (3/1/2020).
Saham-saham yang masih dapat dicermati secara teknikal diantaranya; INDF, BDMN, BJBR, INDY, WEGE, CTRA, MIKA, MAPI.
IHSG (-0.25%) turun 15.96 poin kelevel 6283.58 dengans saham-saham sektor pertanian (-2.21%) dan Infrastruktur (-1.03%) turun secara signifikan. Harga CPO yang telah naik cukup tinggi dan harga komditas pengganti menjadi alternatif seperti Soybean membuat katalis negatif pada saham-saham produsen CPO. Meskipun india telah menurunkan tarif bea masuk CPO dari Asia tenggara menjadi 37.5% dari 40%. Dari Infrastruktur bencana banjir yang terjadi pada sejumlah titik di ibu kota membuat kepercayaan investor terhadap infrastruktur berkurang.
Transaksi dibursa Efek saat ini masih tergolong sepi dimana total value hanya mencapai 4.17 Triliun sedangkan rata-rata value perhari ditahun 2019 sebesar 9 Triliun rupiah. Data inflasi naik dibawah ekspektasi tetap terkendali dan indeks manufaktur PMI Indonesia rilis naik mendekati zona ekspansi dengan output naik. Investor asing melakukan aksi beli dihari pertama perdagangan tahun 2020 sebesar 170.05 miliar rupiah.