INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pergerakan IHSG terus melanjak mendekati level resistance 6350 dan upper bollinger bands di level 6370 secara teknikal. Indikator stochastic dan RSI bergerak telah cukup tinggi berada pada area jenuh beli sehingga menandakan pergerakan akan lebih terbatas sebelum adanya koreksi jangka pendek.
"Sehingga kami perkirakan IHSG masih akan bergerak terkonsolidasi di akhir perdagangan tahun 2019 dengan pengujian target resistance 6350 pada support resistance 6300-6350," ujar analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Senin (30/12/2019).
Saham-saham yang masih cukup menarik secara teknikal diantaranya; CPIN, BBTN, BNGA, BNLI, DMAS, ADHI, WIKA, MNCN, MAPI.
IHSG (+0.16%) mengakhiri pekan dengan penguatan 9.87 poin kelevel 6329.31 setelah sempat bergerak flat sejak awal sesi perdagangan. Saham-saham pertanian (+2.89%) kembali memimpin penguatan sektoral dengan saham BWPT (+13.43%), SSMS (+6.88%), AALI (+2.84%) dan LSIP (+2.44%) naik signifikan. Emiten berorentasi perodusen CPO masih optimis pasca data volume import India meningkat untuk CPO dari Indonesia dan pemerintah yang kembali memberikan bea export CPO di angka nol persen.
Pergerakan mayoritas saham di IHSG cenderung sepi mendekati pergantian tahun ke 2020 dimana perdagangan menyisakan satu kali ditahun ini pada hari senin depan. Investor asing tetap optimis dengan melakukan aksi beli bersih sebesar 296.77 Miliar rupiah dimana saham BBRI, BMRI dan BBCA masih menjadi top net buy value investor asing.