Nikita Willy Mengaku Tidak Terbebani

Oleh : Herry Barus | Selasa, 24 Desember 2019 - 12:00 WIB

Nikita Willy
Nikita Willy

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Film Rasuk 1 yang dibintangi Shandy Aulia, lumayan sukses dengan Raihan penonton mencapai 900 ribu orang lebih. Lantaran film horor nya diminati masyarakat, Dheeraj Kalwani selaku Produser Film Dee Company, membuat sekuelnya.

Lantaran Jose Purnomo saat pembuatan Rasuk 2 tengah sibuk membuat film di PH lain, maka penyutradaraan diserahkan kepada koleganya yang tidak kalah piawai soal meracik film genre horor, Rizal Mantovani.

Secara Kebetulan Shandy Aulia juga tengah mengandung, sehingga pemeran utama wanita diserahkan kepada Nikita Willy. Tentu bukan perkara mudah, memainkan cerita yang pernah sukses dimainkan orang lain. Merasa terbebani dengan Rasuk 2

"Sama sekali nggak terbebani, karena tokoh yang saya mainkan dengan yang dimainkan Shandy," aku Niki begitu sapaan akrab Nikita Willy usai Nobar di Bioskop XXI Epicentrum Kuningan Jakarta Selatan Senin (23/12/2019)

Salah satu alasan bintang film yang melejit namanya berkat sinetron Safah dan Marwah serta  Putri Yang Ditukar ini, karena cerita Rasuk 1 dan 2 tidak saling keterkaitan. "Ceritanya tidak berkaitan antara Rasuk 1 dan 2, ini salah satu alasan saya mau main di film Rasuk 2," ujar bintang akting berusia 25 tahun ini.

Karenanya, Niki bebberharap masyarakat penikmat Film horor mau berbondong-bondong ke bioskop. "Meski tidak menonton Rasuk satu, nggak usha takut ketinggalan cerita, karena ceritanya berbeda," kata Niki.    

Sebagai pemain, Niki sudah total memainkan peran Bella, seorang gadis Indigo yang terus dibayangi kehadiran roh seorang gadis yang meninggal lantaran mendapat perlakuan kekerasan dari kekasihnya. "Soal hasil akhirnya seperti apa, saya serahkan kepada masyarakat." pungkas Nikita Willy

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Simulasi Pasien Corona di RSUP dr Kariadi Semarang

Kamis, 27 Februari 2020 - 14:08 WIB

Dibungkus Plastik, Pemerintah Pastikan Meninggalnya Pasien Suspect Corona di RS Kariadi Semarang Akibat Flu Babi

Pasien itu terkena virus H1N1 alias flu babi dan sudah dilakukan PCR (Polymerase Chain Reaction) sebanyak 2 kali,

Dirut BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo bersama Rektor Undip Yos Johan Utama

Kamis, 27 Februari 2020 - 13:29 WIB

BNI Syariah Garap Universitas Diponegoro

BNI Syariah melakukan penandatangan nota kesepahaman/memorandum of understanding (MoU) dengan Universitas Diponegoro tentang kerja sama produk dan jasa perbankan syariah di Ruang Sidang Rektor…

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada acara Perluasan Investasi dan Pelepasan Ekspor ke Amerika Serikat oleh PT. Future Pipe Industries

Kamis, 27 Februari 2020 - 12:17 WIB

Telan Investasi USD40 juta, PT. Future Pipe Industries Memulai Ekspor Produk Industri Pipanya ke Amerika Serikat

PT. Future Pipe Industries mulai tahun ini akan mengekspor produk pipa ke Amerika Serikat untuk proyek pembangunan infrastruktur sistem pembuangan yang menghubungkan beberapa kota di area San…

Memperingati HUT ke-16 Majalah MIX Marcomm, menggelar diskusi di Auditorium London School Public Relations (LSPR) Jakarta, Rabu (26/2). Acara menghadirkan jurnalis dari berbagai media, serta para praktisi PR dan pengelola brand dari sejumlah korporat.

Kamis, 27 Februari 2020 - 11:30 WIB

Prita Kemal Gani: Ada 5 Tantangan Komunikasi Perusahaan di Era Digital

Jakarta-Era digital menciptakan peta media di Tanah Air semakin clutter. Hal ini dipicu oleh hadirnya beragam channel di luar media mainstream yang kerap mempengaruhi strategi komunikasi para…

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro (Foto Dok Humas)

Kamis, 27 Februari 2020 - 11:00 WIB

Terwujudnya Kemandirian Kesehatan dan Obat Nasional Didukung Menristek

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro menegaskan dalam upaya meningkatkan inovasi mesti terjalin sinergi yang positif…