INDUSTRY.co.id -Lampung – Seminggu menjelang arus mudik Natal dan Tahun Baru (NATARU) 2019,
PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) menggelar Apel Siaga Mudik Nataru 2019
guna menjadmin kesiapan Jalan Tol Trans-Sumatera untuk dilalui pemudik, diantaranya Ruas Tol Bakauheni sd Kayu Agung, Ruas Tol Palembang – Indralaya, ruas tol Medan – Binjai dan ruas Pekanbaru – Dumai seksi 1.

Advertisement

Memastikan kesiapan Hutama Karya dalam menyambut pemudik tersebut, Executive
Vice President Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol Hutama Karya, J. Aries
Dewantoro memimpin langsung Apel Siaga Mudik Nataru JTTS yang dilaksanakan di
halaman Kantor Cabang Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Gerbang Tol ITERA Kotabaru
pada hari ini (17/12).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran petugas ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung yang meliputi petugas layanan lalu lintas, layanan transaksi dan pemeriaharaan, serta tim dari Patroli Jalan Raya (PJR), dan TNI. Tak hanya itu, seluruh tim cabang ruas tol yang dioperasikanoleh Hutama Karya diantaranya Ruas Tol JORR-S, Ruas Tol ATP, Ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung, Ruas Tol Palembang-Indralaya, Ruas tol Medan-Binjai, dan Ruas Tol Pekanbaru-Dumai Seksi 1 juga turut meramaikan kegiatan rutin yang selalu diselenggarakan menjelang arus mudik.

Advertisement

Melalui arahannya, Aries menyampaikan bahwa tim Operasi dan Pemeliharaan Jalan
Tol harus siaga untuk memberikan pelayanan optimal kepada seluruh pengguna jalan.
“Jalan Tol Trans Sumatera yang beroperasi sudah semakin panjang, termasuk dengan
diresmikannya Tol Terpeka beberapa bulan lalu maka kami yakin volume kendaraan
di JTTS khususnya dari Bakauhehi sampai Kayu Agung pada arus mudik kali ini akan
meningkat jika dibandingkan arus mudik lebaran pada bulan juni lalu. Semuanya harus
siap. Kita turunkan tim untuk siaga selama arus mudik dan arus balik berlangsung
khususnya di Gerbang Tol yang rentan akan terjadinya peningkatan volume kendaraan
seperti di GT Bakauheni Selatan, GT Natar, GT Kotabaru, dan GT Kayu Agung,” tutur
Aries.

Hingga hari ini, Hutama Karya telah membangun membangun 469,5 km jalan Tol trans
sumatera, dengan 373 km jalan Tol trans sumatera yg sdh beroperasi penuh yakni
ruas bakauheni – Terbangi besar 140 km, ruas Terbangi Besar – Pematang Panggang
– Kayu Agung sepanjang 189km, ruas Medan-Binjai sepanjang 13 km, ruas
Palembang-Indralaya sepanjang 22km, dan ruas fungsional Pekanbaru-Dumai Seksi 1
sepanjang 9km. Sedangkan progress tol yang sudah terbangun namun belum
beroperasi adalah ruas Sigli-Banda Aceh sepanjang 14km, dan ruas Pekanbaru-Dumai
sepanjang 87,5km.

Advertisement

“Pada Arus Mudik Nataru 2019 ini, pemudik sudah dapat melakukan perjalanan dari
Lampung hingga Palembang melalui jalan tol sepanjang kurang lebih 362 km dengan
329km melalui JTTS ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar hingga Kayu Agung. Di
sepanjang ruas tol tersebut kami juga telah menyediakan 13 Tempat Istirahat
Sementara (TIS) yang dilengkapi fasilitas: SPBU, Toilet, Parkir, Masjid/Musholla, dan
Tempat Makan, dengan 6 Rest Area di Ruas Tol Bakter dan 7 lainnya di Ruas Tol
Terpeka,” imbuh Aris Kemudian.

Tak hanya itu untuk memastikan ketersediaan informasi bagi para pemudik dan
menghimbau agar pemudik selalu berkendara dengan selamat di JTTS, Hutama Karya
telah resmi meluncurkan kampanye bertajuk ‘SETUJU’. “SETUJU merupakan singkatan
dari SELAMAT SAMPAI TUJUAN. Melalui kampanye ‘SETUJU’, para pengemudi bakal
dibekali buku saku yang menjadi panduan pengemudi melewati JTTS. Buku saku ini
berisikan informasi terkait fasilitas JTTS, peta tol, dan lokasi rest area. Berisikan
potensi-potensi di sekitar Gerbang Tol JTTS seperti rumah sakit, penginapan, tempat
makan, SPBU, dan lokasi wisata.

Advertisement

Informasi tersebut dilengkapi nomor telepon yang hendak dituju. Selain itu, buku saku juga berisikan konten “How To” seperti, gerakangerakan untuk menghilangkan penat, senam 5 menit untuk menghilangkan kantuk, dan lain-lain. Informasi juga dilengkapi cara memeriksa kendaraan yang penting dilakukan berkendara jarak jauh