Kemenkop dan UKM Targetkan Peningkatan Kontribusi UMKM Terhadap PDB dan Ekspor

Oleh : Kormen Barus | Selasa, 10 Desember 2019 - 21:18 WIB

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (foto humas Kemenkop)
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (foto humas Kemenkop)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM menyusun Strategi Pemberdayaan UMKM dalam lima tahun ke depan. Strategi ini merupakan implementasi dari program pemerintah dalam pengarusutamaan UMKM dalam ekonomi nasional.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyampaikan dalam roadmap pengembangan UMKM 2020 -2024, ada lima target yang hendak dicapai yakni kenaikan ekspor UMKM, kontribusi UMKM terhadap PDB, rasio kewirausahaan, koperasi modern dan UMKM naik kelas.

Hal itu disampaikan Menteri dalam Rapat Koordinasi dan Sinergi Arah dan Kebijakan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM Tahun 2020 - 2024 yang dihadiri kepala dinas koperasi dan UKM tingkat provinsi seluruh Indonesia, di Jakarta, Senin (9/12).

Menkop dan menargetkan pada akhir 2020 kontribusi UMKM terhadap ekspor meningkat menjadi 18% dari sebelumnya 14%. Begitu juga dengan kontribusi UMKM terhadap PDB nasional meningkat menjadi 61% dan rasio kewirausahaan menjadi 3,55%.

"Kita juga akan meningkatkan jumlah koperasi moderen dan UMKM naik kelas," kata Teten.

Ia mengungkapkan bahwa pada 2024 mendatang, ditargetkan ekspor UMKM sudah harus berada di level 30,20%, kontribusi terhadap PDB 65%, dan rasio kewirausahaan 4%.

"Pertumbuhan ekonomi nasional bisa sebesar 5% itu karena belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat. Kita harus menjaga daya beli masyarakat tetap tinggi. Di sini, peran UMKM amat besar diperlukan," jelas Menkop.

Lebih dari itu, Teten juga menyebut bahwa struktur ekonomi berbentuk piramida seperti saat ini, bukanlah struktur yang bagus. Dimana usaha mikro begitu besar, sekitar 60 juta unit namun tidak berkontribusi siginifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

"UMKM yang jumlahnya 99% namun dengan kontribusi yang tidak signifikan. Bandingkan dengan usaha besar yang hanya 1% namun memiliki kontribusi terhadap PDB sebesar 40% dan ekspor 80%," kata Menkop seraya meminta Pemda untuk terus mengupdate data UMKM di wilayahnya.

Oleh karena itu, Teten menegaskan beberapa hal kebijakan pengembangan UMKM ke depan. Pertama, pengembangan UMKM dilakukan dengan pendekatan kelompok, komunitas, dan kluster.

"Arahnya akan ke one village one product atau OVOP. Daerah harus konsentrasi ke produk unggulan yang berbahan dasar lokal dan memiliki supply banyak," ucap Teten.

Kedua, prioritas pada sektor riil (produksi) yang berorientasi ekspor dan substitusi impor.

"Komoditinya harus dipilih, dan Pemda harus memandu dan mengarah sektor apa yang bakal dikembangkan. Di sini, kita butuh peran market intelejen", tandas Teten.

Ketiga, pemberdayaan KUMKM dilakukan secara lintas sektoral dengan One Gate Policy, dan melibatkan kemitraan dengan pihak ketiga (swasta). Keempat, pemberdayaan UMKM dilakukan secara variatif sesuai dengan karakteristik dan level UMKM.

"Yang tak boleh ketinggalan adalah modernisasi dan inovasi UMKM, harus sama dengan yang diterapkan usaha besar," kata Menkop.

Bagi Teten, daya saing produksi UMKM harus setara dengan usaha besar. Terlebih lagi, pasar domestik saat ini sudah diserbu produk impor melalui e-commerce. "Banyak UMKM kita belum terhubung dengan global value chain," tegas Teten.

Membandingkan dengan UMKM sesama negara Asean, Teten juga menyebutkan Indonesia masih berada di posisi ke-4 di bawah Malaysia, Singapura, dan Thailand.

"Index daya saing di Asean menyangkut sertifikasi internasional, kepemilikan akun bank, kemampuan mengelola usaha, hingga pengalaman manajerial, masih sangat rendah. Ini yang perlu kita tingkatkan," tukas Menkop.

Di tahapan itu, Menkop dan UKM juga berencana membangun semacam Rumah Produksi Bersama yang bisa dikelola koperasi, BLU, BUMN, BUMD, hingga swasta.

"Di dalamnya mencakup kegiatan kurasi produk, produksi dan quality control, packaging, branding, standarisasi, hingga pelatihan vokasi," jelas Teten.

Teten juga meminta Pemda untuk mendorong pelaku UMKM untuk Go Online dalam pemasaran produknya. "Hanya saja, dalam pemasaran online, tak sekadar mengandalkan kualitas dan kemasan produk, serta unsur higienis saja, melainkan juga perilaku bisnis UMKM harus diperhatikan. Itu terkait pelayanan terhadap konsumen hingga tingkat kesiplinan UMKM merespon keinginan pasar," tegas Teten.

Dalam kesempatan yang sama, Teten juga memaparkan aneka produk asli Indonesia yang banyak diminati pasar internasional. Diantaranya, udang, pisang, fesyen Muslim, kopi, indigenous product (produk berbasis desa dan hutan) yang memiliki nilai tinggi, produk halal, dan furnitur.

"Kita semua harus memperluas dan memperkuat produk-produk tersebut di pasar global," pungkas Menkop.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Joko Widodo berpose bersama jajaran pimpinan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) usai audiensi di depan Istana Negara, Jakarta, Senin (7/1/2019). Sumber Foto: Dokumen Setjen Dekopin

Minggu, 16 Agustus 2020 - 00:17 WIB

Dekopinda Jawa Tengah Rapatkan Barisan, Begini Respons Nurdin Halid

Semarang – Gerakan Koperasi Jawa Tengah merapatkan barisan di tengah situasi sulit akibat pandemi Covid-19 dan gangguan pihak luar yang ingin merongrong kemurnian Gerakan Koperasi Indonesia.…

SUCOFINDO MENYERAHKAN SERTIFIKAT SISTEM MANAJEMEN ANTI PENYUAPAN UNTUK BIO FARMA

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 23:10 WIB

Sucofindo Audit Dan Sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan untuk Bio Farma

Bandung, 13/8 – PT SUCOFINDO (Persero) melalui bisnis unit SUCOFINDO International Certification Services (ICS) menyerahkan Sertifikat SNI ISO 37001 : 2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan…

SUCOFINDO PERMUDAH PELANGGAN DENGAN RILIS REMOTE AUDIT JASA SERTIFIKASI DI MASA PANDEMI

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 22:34 WIB

Permudah Pelanggan! Sucofindo Perkenalkan Remote Audit Jasa Sertifikasi Di Masa Pandemi

Jakarta, 15/8– PT SUCOFINDO (Persero) memberlakukan Remote Audit untuk jasa Sertifikasi sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mencegah penyebaran Covid-19 dengan menegakkan aturan jaga jarak…

Selain Cetak CETAK 24 Ribu Lebih Calon Developer Muda Bank BTN juga meluluskan 168 calon pengembang muda lulusan program Mini MBA in Property

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 22:11 WIB

Tak Sekadar Jawara KPR, Bank BUMN Ini Cetak 24 Ribu Lebih Calon Developer Muda

Jakarta-Sukses mencetak lebih dari 24.000 calon developer muda hingga medio Agustus 2020. Puluhan ribu lulusan tersebut merupakan bagian dari program pelatihan di bidang properti yang diinisiasi…

Selama 25 tahun Wardah telah hadir sebagai pionir dalam menciptakan produk kecantikan bersertifikat halal

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 21:46 WIB

Wardah Blak Blakan! Buka Rahasia 25 Tahun Tetap Cantik di Industri Kecantikan Indonesia

Jakarta-Selama 25 tahun Wardah telah hadir sebagai pionir dalam menciptakan produk kecantikan bersertifikat halal. Wardah berhasil menciptakan sejarah dalam industri kecantikan Indonesia yang…