IPW Nilai Pihak Terlibat Kasus Garuda Terlibat KKN

Oleh : Herry Barus | Senin, 09 Desember 2019 - 07:30 WIB

Garuda Indonesia
Garuda Indonesia

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Pihak pihak tertentu jangan berusaha melindungi rombongan  Ari Arkhara dengan Undang Undang Kepabeanan. Sebab apa yang dilakukan Dirut PT Garuda dan rombongannya itu adalah penyalahgunaan wewenang, kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) sebagai pejabat negara.

“Ind Police Watch (IPW) menilai, apa yang dilakukan Dirut Garuda itu adalah tragedi menjelang Hari Anti Korupsi se Dunia dimana seorang pimpinan (Dirut Garuda) bersama sama bawahannya melakukan persekongkolan dan permufakatan jahat dalam menyalahgunakan wewenangnya, untuk memanfaatkan fasilitas negara demi keuntungan pribadi dan kelompoknya, “Neta S PaneKetua Presidium Ind Police Watch, Senin (9/12/2019)

Tapi anehnya, lanjut Pane, hingga kini jajaran Polri belum bergerak mengusutnya. “Sementara, pihak bea cukai juga belum mengungkap secara transparan, barang mewah apa saja yang diselundupkan rombongan Ari Askhara. “

Sebab beredar isu, selain Harley Davidson dan sepeda mewah, rombongan itu juga menyelundupkan sejumlah tas branded dan barang barang lain. Begitu juga mengenai jumlah rombongan belum dipaparkan secara transparan. Padahal, rombongan ini diduga telah memanipulasi data penerbangan. Jika seorang pimpinan perusahaan penerbangan negara sudah memanipulasi data penerbangan, ini tentu sebuah kejahatan luar biasa yang tidak bisa ditolerir. Akibat tidak transparannya penanganan kasus ini IPW menduga ada pihak pihak tertentu yang berusaha melindungi rombongan Ari Askhara agar tidak terjerat kasus hukum dan cuma dikenakan denda kepabeanan.

Padahal kasus Ari Askhara tidak cukup hanya ditangani Bea Cukai. Dugaan KKN, penyalahgunaan jabatan, persekongkolan jahat memanfaatkan fasilitas negara untuk memperkaya diri dan kelompok, pelanggaran UU Penerbangan dll harus dikenakan kepada rombongan Ari Akshara. Polri jangan berdiam diri melihat kasus ini. Polri perlu menggali dan mengembangkan modus lebih jauh dari peristiwa tindak pidana yang dilakukan rombongan Ari Askhara, termasuk unsur tindak pidana KKNnya.

Sebab apa yang dilakukan rombongan Ari Askhara itu nyata-nyata terpenuhi unsur pidananya, terutama tindakan persekongkolan jahat, perbuatan menyalahgunakan wewenang, tindakan melawan hukum menyembunyikan (menutupi) barang barang mewah yang diimpor, menghindari pajak guna memperoleh keuntungan secara pribadi dan kelompoknya.

Sebab itu pihak pihak tertentu jangan berusaha melindungi rombongan Ari Askhara dengan hanya dikenakan UU Kepabeanan. Melihat ulah konyolnya sebagai pejabat negara, Ari Askhara dan rombongannya harus dikenakan pasal berlapis untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Andriani Latania Triramdhani peroleh Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Padjajaran Bandung

Jumat, 14 Agustus 2020 - 08:49 WIB

Gara-gara Tanah, Wanita Cantik Ini Gondol Gelar Doktor Cum Laude

Terbayarkan. Itu yang ada dibenak Andriani Latania Triramdhani. Gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Padjajaran Bandung dengan predikat Cum Laude berhasil ia sandang. Dirinya baru saja mempertahankan…

Ketua DPR Dr (HC) Puan Maharani

Jumat, 14 Agustus 2020 - 08:45 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani Desak Pemerintah Tingkatkan Penanganan Covid-19

Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani akan berpidato pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Dalam…

Mendikbud Nadiem Makarim

Jumat, 14 Agustus 2020 - 08:37 WIB

Menteri Nadiem Bakal Subsidi Paket Data Ringankan Beban Orang Tua, Tapi Tak Bisa Janji

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan akan mengupayakan ketersediaan akses paket data dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ).¬† Namun, Nadiem juga menyebut dirinya…

Presiden Jokowi

Jumat, 14 Agustus 2020 - 08:36 WIB

Agenda Presiden Jokowi Hari Ini di Gedung DPR/MPR Senayan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menyampaikan Pidato 2 (dua) kali pada hari ini, Jumat, 14 Agustus 2020, di Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)/Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senayan,…

Pertashop

Jumat, 14 Agustus 2020 - 08:23 WIB

Pertamina Bidik 4.308 Pertashop di 2020

PT Pertamina (Persero) akan membangun Pertashop berlanjut sampai seluruh kecamatan yang belum memiliki lembaga penyalur BBM dan LPG dapat terpenuhi secara merata.