Menelisik 7 Tahun Perjalanan Karier dari Boyband EXO

Oleh : Hariyanto | Jumat, 06 Desember 2019 - 18:01 WIB

Boyband EXO
Boyband EXO

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Setelah tiga tahun lamanya, boyband ternama asal Korea Selatan, EXO kembali menggelar konser di Indonesia pada tanggal 23 November 2019 kemarin. Tak pelak, konser bertajuk EXO PLANET #5 EXplOration in JAKARTA yang diadakan pada ICE BSD ini jelas berhasil memuaskan dahaga para EXO-L (sebutan untuk para penggemar EXO) di Indonesia.

Seperti diketahui, boyband EXO pertama kali menggelar konser di Indonesia pada tahun 2014 silam yang bertajuk The Lost Planet in Jakarta. Sedangkan, konser boyband asuhan SM Entertainment ini yang terakhir (sebelum diadakan di ICE BSD kemarin) terjadi pada bulan Februari 2016 yang bertajuk The Lost Planet 2 The EXO'Luxion. Atas kepopulerasnnya tersebut, tidak heran kalau merchandise EXO selalu laris menjadi buruan para EXO-L ketika boyband asuhan SM Entertainment ini kembali menggelar konser di Indonesia. Sayangnya, pada konser di ICE BSD kemarin, EXO hanya datang berenam, tanpa formasi lengkap.

Pasalnya, Xiumin dan D.O diketahui sedang melakukan wajib militer, sedangkan Lay tak bisa datang karena terganjal hubungan panas-dingin antara China dan Korea Selatan. Meski begitu, Suho, Baekhyun, Chanyeol, Chen, Kai, maupun Sehun tetap hadir pada konser bertajuk EXO PLANET #5 EXplOration in JAKARTA tersebut.

Pada konser bertajuk EXO PLANET #5 EXplOration in JAKARTA ini, EXO diketahui membawakan deretan lagu andalan mereka. Suho, Baekhyun, Chanyeol, Chen, Kai, maupun Sehun diketahui hadir dengan setelan ala pembalap ketika membawakan “Tempo”, lagu pembuka dalam konser EXO PLANET #5 EXplOration in JAKARTA.

Setelah itu, tanpa jeda, EXO langsung membawa dua lagu hits lainnya yaitu “Transformer” dan “Gravity”. Ketika membawakan ketiga lagu bertempo cepat tersebut, EXO berada di panggung utama ditemani dengan lampu sorot yang semarak dan visual effect yang keren. Kemudian EXO lanjut menyanyikan lagu “24/7” yang terasa groovy.

Warna-warni cahaya lampu turut menari saat EXO membawakan lagu upbeat lainnya, yakni “Power”.  Sebagai informasi, EXO tercatat dalam sejarah sebagai boyband pertama asal Korea Selatan yang lagunya dimainkan di The Dubai Fountain, Burj Khalifa Lake, Dubai lewat lagu “Power”.
Konser EXO PLANET #5-EXplOration- in JAKARTA pun terasa semakin semarak dengan lightstick EXO yang berkelap-kelip dan berubah warna menjadi pink, merah, biru, ungu, serta jingga mengikuti lagu yang dinyanyikan EXO.

Lantas, bagaimana awalnya boyband EXO menjadi sangat popular seperti sekarang dan mempunyai fanbase yang disebut EXO-L di seluruh Dunia, termasuk Indonesia? Berikut kisahnya!  EXO merupakan boyband yang memiliki sembilan anggota, yaitu Suho, Baekhyun, Chanyeol, Chen, Kai, Sehun, Xiumin, D.O, Lay. EXO mulai diperkenalkan pada tahun 2011 melalui akun YouTube SM Entertainment. Setelahnya, pada tanggal 8 April 2012, boyband EXO melakukan debut.

EXO sendiri merupakan boyband yang dibentuk agen SM Entertainment, Lee Soo Man. Kala itu, Lee Soo Man memang ingin menciptakan boyband dengan personil yang berasal dari China dan Korea Selatan. Lee Soo Man mengambil nama EXO yang berasal dari “Exoplanet”. Awalnya boyband ini terdiri dari 12 anggota, setelah 3 anggota dari China keluar, EXO beranggotakan 9 orang hingga sekarang.

Musik yang diusung boyband diketahui memasukkan beragam aliran seperti pop, hip-hop, R&B, dan EDM seperti house, trap, maupun synth-pop. Boyband EXO diketahui merilis lagu-lagunya dalam Bahasa Korea, Mandarin, dan juga Jepang. Sejak tahun 2014 sampai 2018, EXO masuk lima besar sebagai selebritas paling berpengaruh dalam daftar Forbes Korea Power Celebrity. Karena itu, EXO pun dijuluki sebagai “boyband terbesar di Dunia” dan “Kings of K-Pop” oleh banyak media.

Saat debut, EXO sendiri terbagi menjadi dua sub-grup, yakni EXO-K (Suho, Baekhyun, Chanyeol, D.O, Kai, dan Sehun) dan EXO-M (Xiumin, Lay, Chen, serta mantan anggota yaitu Kris, Luhan, serta Tao). Kedua sub-grup itu yakni EXO-K dan EXO-M menciptakan lagu masing-masing dalam bahasa Korea dan Mandarin sampai tahun 2014.

Ketua EXO-K, Suhi merupakan anggota pertama yang bergabung bersama SM Entertainment setelah sukses lewat audisi pada tahun 2006. Di tahun berikutnya, Kai mengikuti audisi di SM Youth Best Contest dan menang juga mendapatkan kontrak. Chanyeol yang berada pada posisi kedua di Smart Model Contest dan Sehun yang berpartisipasi di audisi dalam dua tahun. Mereka berdua kemudian menjadi anggota berikutnya dari boyband EXO lewat pelatihan di tahun 2008. 

Pada tahun 2010, D.O menyanyi dalam audisi dan ditawari kontrak sebagai anggota EXO. Anggota terakhir dari EXO-K yang mengikuti pelatihan adalah Baekhyun yang bergabung di tahun 2001 lewat sistem pemilihan SM Entertainment dan dilatih sekitar satu tahun sebelum debut.

Sedangkan EXO-M, Kris ikut audisi global SM Entertainment di Kanada sebelum pindah ke Korea Selatan untuk mengikuti pelatihan. Di tahun yang sama, Lay berpartisipasi pada audisi SM Entertainment di Changsha, China dan kemudian pindah ke Korea Selatan. Setelah itu, Xiumin mengikuti sebuah audisi bersama temannya dan memenangkan posisi kedua serta menjadi anggota dari boyband EXO.

Di tahun 2010, Luhan ditemukan oleh seorang perwakilan dari SM Entertainment di Seoul, Korea Selatan. Sementara itu, Tao ditemukan pada sebuah acara bakat. Anggota terakhir yang bergabung di EXO-M adalah Chen yang mengikuti sistem pemilihan anggota di tahun 2011. Penampilan pertama dari boyband EXO ini dilakukan di acara tahunan SBS Gayo Daejeon di tanggal 29 Desember 2011. EXO-K dan EXO-M membulai debutnya dengan single “Mama” di tanggal 8 April 2012. Setelahnya, di tanggal 9 April 2012, kedua sub-grup ini membuat debut EP bernama MAMA.

Kala itu, kedua sub-grup ini mempromosikan EP MAMA secara terpisah. EXO-K tampil di program musik Korea Selatan, yaitu The Music Tren dan EXO-M tampil di Top Chinese Music Awards di Shenzhen pada hari yang sama.
Versi Korea dari EP Mama ini berada di peringkat satu Gaon Album Chart Korea Selatan. Sementara itu, versi Mandarinnya berada di nomor dua pada Sina Album Chart China. Setelah debut, EXO merilis dua single berjudul “What Is Love” dan “History”.

Kedua single yang berada di nomor 88 serta nomor 68 masing-masing di Gaon Digital Chart dan di nomer enam Sina Music Chart. Boyband EXO pun dianugerahi Best New Asian Group di Mnet Asian Music Awards 2012 dan Newcomer Award di Golden Disc Awards. Album studio pertama dari boyband EXO bernama XOXO dirilis pada tanggal 3 Juni 2013. Album XOXO ini dirilis dalam dua versi, yaitu Bahasa Korea dan Mandarin. Tidak seperti EP Mama, album XOXO dipromosikan secara bersamaan oleh EXO-K dan EXO-M.

Pada album XOXO ini, single “Wolf” dikerjakan bersama-sama oleh EXO-K dan EXO-M, sementara lagu lainnya direkam secara terpisah. Sebuah versi baru dari Album XOXO ini diluncurkan dengan nama Growl dirilis pada tanggal 5 Agustus 2013 dengan tiga lagu tambahan. Single baru berjudul “Growl” ini berada di nomor tiga Billboard K-Pop Hot 100 dan pada nomor dua Gaon Digital Chart. Semua versi dari album XOXO ini secara kolektif terjual lebih dari satu juta kopi. Hal ini membuat boyband EXO menjadi artis Korea Selatan pertama yang berhasil meraih pencapaian ini dalam 12 tahun.

Setelahnya, boyband EXO merilis dua EP berikutnya bernama Miracles in December dan Overdose. EP ketiga dari boyband EXO, Overdose ini dirilis pada tanggal 7 Mei 2014 dan melewati 660.000 pra-pemesanan. Hal ini membuat EP Overdose menjadi EP Korea Selatan yang paling banyak dipesan dalam sejarah. Di tahun 2014 juga menjadi tahun terkelam bagi sejarah perjalanan karier dari boyband EXO. Kris yang merupakan personil asal China sekaligus leader EXO-M ini memutuskan hengkang dari boyband EXO. Kepergian Kris ini juga diikuti 2 personil boyband EXO lainnya dari China, yakni Luhan dan Tao.

Pada tanggal 4 November 2015, boyband EXO merilis single debut Bahasa Jepang mereka, Love Me Right ~romantic universe~, yang mengandung versi Jepang dari lagu berjudul "Love Me Right" dan lagu Jepang asli berjudul "Drop That". Sejak dirilis, album ini terjual 147,000 eksemplar dan memuncaki tangga album Oricon, menjadi single debut terlaris sepanjang masa di Jepang oleh artis Korea Selatan.

Album studio ketiga boyband EXO bernama Ex’Act dan single-singlenya, yaitu “Lucky One” dan “Monster” ini dirilis pada tanggal 9 Juni 2016 dalam versi Bahasa Korea serta Mandarin. Pra-pemesanan domestik untuk album ini melampaui 660.000 eksemplar membuatnya menjadi album K-Pop dengan pra pemesanan terbanyak pada waktu itu.

Sedangkan album studio keempat boyband EXO yaitu The War dirilis di tanggal 18 Juli 2017. lbum ini mendapat 807,235 pra-pemesanan, melewati rekor mereka sendiri sebanyak 660,000 untuk Ex'Act. Album studio ini mencatatkan debutnya di nomor 87 pada Billboard 200, nomor satu di tanggal album Billboard World Album, dan tangga album lainnya di seluruh dunia. Hal ini menjadi yang pertama kalinya bagi boyband EXO.

Di tanggal 16 Januari 2018, "Power" dari boyband EXO menjadi lagu K-Pop pertama yang dimainkan di The Dubai Fountain di Burj Khalifa Lake, Dubai. Ketujuh anggotanya mengunjungi Dubai untuk melihat pemutaran pertamanya. Pemutaran awal lagu ini diperpanjang dari Januari ke Maret. Lagu ini juga kembali diputar dari September sampai November di tahun yang sama.

Pada tanggal 31 Januari 2018, boyband EXO merilis album studio Jepang pertama mereka berjudul Countdown.  Album ini debut di nomor satu di tangga lagu mingguan Oricon, terjual sekitar 89,000 eksemplar. Pencapaian ini membuat boyband EXO menjadi grup musik non-Jepang pertama yang single dan album debutnya berada di nomor satu di chart mingguan Oricon.

Album studio kelima dari boyband EXO, Don’t Mess Up My Tempo diumumkan rilis pada tanggal 2 November 2018. Album ini menampilkan kesembilan anggota dari boyband EXO secara keseluruhan. Album Don’t Mess Up My Tempo ini mendapatkan 1.104.617 pemesanan, melewati jumlah rekaman-rekaman dari boyband EXO sebelumnya.

Rilisnya album Don’t Mess Up My Tempo ini juga menandakan boyband EXO sebagai artis pertama yang melewati 10 juta penjualan total album di Korea Selatan. Sementara itu, single utama di album ini yang berjudul "Love Shot", menjadi single ketiga nomor satu dari boyband EXO di tangga lagu Billboard World Digital Songs. Selain itu, sejak tur utama EXO di tahun 2014, boyband bentukan SM Entertainment ini telah tampil di lebih dari 100 konser dalam empat tur dan telah berpartisipasi dalam beberapa tur gabungan.
 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kasum TNI Terima Kunjungan Kehormatan Deputy Assistatn Secretary of Defence

Sabtu, 18 Januari 2020 - 03:30 WIB

Kasum TNI Terima Kunjungan Kehormatan Deputy Assistatn Secretary of Defence

Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Joni Supriyanto mewakili Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P., menerima Kunjungan Kehornatan Deputy Assistatn Secretary of Defence…

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 411 Kostrad Gelar Pasar Murah di Papua

Sabtu, 18 Januari 2020 - 03:00 WIB

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 411 Kostrad Gelar Pasar Murah di Papua

Dalam rangka menyediakan kebutuhan rumah tangga dengan harga murah dan terjangkau bagi masyarakat yang berada di perbatasan RI-PNG, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Papua…

Bank Indonesia

Jumat, 17 Januari 2020 - 23:51 WIB

QRIS Standar Pembayaran Digital Ala Milenial

Bank Indonesia (BI) mengapresiasi ribuan milenial yang berpartisipasi secara aktif dalam mensosialisasikan QR Code Indonesian Standard (QRIS) kepada masyarakat lewat video dan blog.

AYDA Jadi Cara Asyik Generasi Muda Bangun Bangsa Lewat Karya Desain

Jumat, 17 Januari 2020 - 20:35 WIB

Kompetisi AYDA Jadi Cara Asyik Generasi Muda Bangun Bangsa Lewat Karya Desain

Para Gold Winner mendapatkan hadiah berupa uang tunai, kesempatan magang di perusahaan Arsitek dan Desain Interior ternama, menjadi duta Indonesia untuk bersaing dengan 14 negara lainnya demi…

BMW Group Indonesia Donasikan USD 25.000 untuk Korban Banjir Jakarta

Jumat, 17 Januari 2020 - 20:10 WIB

BMW Group Indonesia Donasikan USD 25.000 untuk Korban Banjir Jakarta

BMW Group Indonesia bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan Save the Children di Indonesia untuk membantu proses pemulihan pasca bencana dengan menyumbangkan bantuan senilai USD 25.000 atau…