INDUSTRY.co.id, Jakarta - Tiga event besar pariwisata di Provinsi Riau, yakni Festival Bekudo Bono, Bakar Tongkang, dan Pacu Jalur  bakal digelar tahun ini sebagai magnet untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mempromosikan Riau sebagai destinasi pariwisata ungulan yang berbasis budaya Melayu.

Advertisement

"Karena letak geografisnya, Riau ini dekat dengan tetangga-tetangga, Singapura, Malaysia, secara geografis Riau unggul. Ini harus dimanfaatkan, ujar Menteri Pariwisata, Areif Yahya, saat lauching kelender event 'Riau Menyapa Dunia' di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Kemenpar, Jakarta, Kamis Malam, (16/3/2007)

Untuk mempromosikan pariwisata di Pekanbaru, Provinsi Riau, Semenetara, menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau, Fahmizal Usman, "Kita sudah melobi maskapai-maskapai nasional agar makin banyak penerbangan dengan rute baru ke Pekanbaru, Riau."

Advertisement

April mendatang, lanjut Fahmi, Kita akan promisikan mengenai Riau Tourism ini di Changi Ariport, Singapura dan akan adakan Expo yang menampilkan kebudayaan dan menawarkan destinasi unggulan kepada masyarakat di sana.

"Untuk beberapa maskapai, kita intensnya dengan Garuda Indonesia. Kita ada direct flight ke Singapura, dan Penang, Malaysia. Dalam waktu dekat ini, kita sedang lobi Garuda Indonesia untuk buka rute baru Pekanbaru-Phuket, Thailand. Dekat kok, cuma 1 Jam 20 menit," ungkap Fahmi.

Advertisement

As soon as possible lah, kita sudah rapat dengan airlines dan kita juga bantuan Pak Menteri minta bantu endorse. Selain itu, kita juga sudah rapat dengan para asosiasi untuk siapkan paket, dan Garuda Indonesia siap untuk buka rute baru yaitu, Pekanbaru-Phuket.

Karena Pekanbaru dan Malaysia merupakan negara yang budayanya memiliki kesamaan, yakni Melayu. Kita manfaatkan dengan menawarkan paket-paket wisata keunggulan di Pekambaru. Mereka bisa menikmati berbagai macam jenis kuliner, berbelanja, dan menikmati wisata lainnya.

Advertisement

Kedekatan budaya Melayu inilah yang harus dimanfaatkan Riau untuk menarik wisman, terutama yang berasal dari Negeri Jiran Malaysia.

"Untuk wisata religi, di sini juga ada. Tiap bulannya, penduduk Malaysia suka datang ke Pekanbaru untuk mengikuti pengajian setiap Jumat, pulang Minggu. Wisata religi ini bisa membawa penduduk Malaysia sekitar 100-150 orang," sambung Kadispar.

Untuk tahun 2015, kunjungan wisatawan mancanegara hingga 54.000 Ribu, sedangkan tahun 2016 mencapai 65.000 Ribu, naiknya signifikan, lanjutnya.

"Alhamdulillah, menurut Pak Menteri keunggulan Riau ada di pendapatan per kapitanya yang tinggi, nomor tiga di seluruh Indonesia," ujarnya.

Riau punya pendapatan per kapita tertinggi nomor 3 se-Indonesia. Nomor satu Jakarta, nomor duanya Kalimantan Timur. Ini keunggulan karena masyarakatnya Pekanbaru sejahtera dan bisa invest di sektor lain, terutama pariwisata, pungkas Fahmizal.