INDUSTRY.co.id - Bogor - Ketua Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum, Bambang Sudiatmo meminta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk menjadikan Buku Kinerja BUMD Penyelenggara SPAM sebagai acuan pembangunan peningkatan layanan air minum kepada masyarakat.
Beberapa perencanaan peningkatan layanan air minum yang dapat dikembangkan dari data Buku Kinerja BUMD Penyelenggara SAPM yaitu rencana kerja sama investasi pengembangan SPAM, alokasi dana APBN, APBD atau alternatif pembiayaan untuk membangun, merehab dan pemanfaatan idle capacity untuk meningkatkan cakupan pelayanan atau penurunan tingkat kehilangan air (non revenue water/NRW) dan penerapan layanan Zona Air Minum Prima (ZAMP).
"BPPSPAM telah mendetailkan semua capaian kinerja PDAM dari aspek keuangan sampai aspek operasional sehingga dapat dimanfaatkan oleh Pemda dan stakeholder lain sebagai acuan untuk membuat perencanaan dan pembangunan peningkatan layanan air minum di daerah termasuk ZAMP," kata Bambang dalam acara Launching Kinerja BUMD Penyelenggara SPAM dan Media Visit Layanan ZAMP di Kabupaten Bogor, Kamis (28/11/19).
Bambang menyampaikan bahwa Pelayanan ZAMP merupakan bentuk layanan air minum tertinggi yang dapat diberikan BUMD Penyelenggara SPAM sebagai perwakilan Pemda untuk melayani kebutuhan air minum masyarakat. Sebab dalam memberikan layanan ZAMP, BUMD Penyelenggara ZAMP harus secara berkelanjutan memelihara sistem produksi sampai ke sistem distribusinya agar air yang keluar dari kran pelanggan dapat langsung diminum.
Secara teknis untuk mewujudkan hal tersebut tidaklah mudah. Hal tersebut dibuktikan dengan data bahwa dari 380 BUMD Penyelenggara SPAM yang dinilai BPPSPAM, baru 8 PDAM yang memiliki layanan tersebut. Salah satunya adalah PDAM Kabupaten Bogor yang telah menerapkannya sejak tahun 2009 dan sampai sekarang masih terpelihara.
Adapun BUMD lain yang sudah menerapkan ZAMP yaitu PDAM Malang, PDAM Tirtanadi Medan, PDAM Kota Tangerang, PDAM Kota Bogor, PDAM Buleleng, PDAM Intan Banjar dan PDAM Padang Panjang.