Bank BTN Biayai Paket Jalan-Jalan TX Travel

Oleh : Wiyanto | Sabtu, 23 November 2019 - 11:21 WIB

(Ki-ka) Anton Thedy, Founder TX Travel; Suryanti Agustinar, Executive Vice President Non Subsidized & Personal Lending Division PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk; Irvan Muthalib, Part of Diirector TX Travel; dan Rifky RS. Patinggi, Deputi Regional Manager Kantor Wilayah 2 Bank BTN.
(Ki-ka) Anton Thedy, Founder TX Travel; Suryanti Agustinar, Executive Vice President Non Subsidized & Personal Lending Division PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk; Irvan Muthalib, Part of Diirector TX Travel; dan Rifky RS. Patinggi, Deputi Regional Manager Kantor Wilayah 2 Bank BTN.

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Langkah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank BTN untuk terus mendongkrak kinerja penyaluran kredit tidak pernah berhenti. Setelah sebelumnya, menggelontorkan kredit ke berbagai perusahaan pengembang baik swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BMUN), kali ini BTN membiayai paket perjalanan domestik maupun internasional yang ditawarkan oleh perusahaan agen wisata TX Travel.

Executive Vice President Non Subsidized Mortgage & Personal Lending Division (NSLD) Bank BTN Suryanti Agustinar mengungkapkan, pihaknya bersama TX Travel telah sepakat melakukan kerjasama pemasaran produk kredit dan paket perjalanan dalam maupun luar negeri untuk meningkatkan kinerja bisnis masing-masing.

“Jalinan kerjasama ini dipastikan dapat memberikan keuntungan bagi kedua belak pihak. Sebab, kami berkesempatan menambah jumlah debitur baru atau debitur eksisting yang akan top up. Sebaliknya, TX Travel juga bakal mendapat customer melalui paket perjalanan wisata yang tawarkan kepada kami," katanya, usai penandatangan Perjanjian Kerjasama (PKS), di Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Yanti sapaan akrabnya menyebut, dalam kerjasama ini pihaknya menawarkan Kredit Agunan Rumah (KAR) dengan tingkat suku bunga rendah, yaitu 9.75%. Selain itu, memberikan potongan biaya provisi hingga 50% dan biaya proses masuk plafon kredit. Khusus untuk kompensasi akan dibebaskan dari biaya pinalti dan taksasi bagi pengajuan dibawah Rp5 miliar. Beliau berharap seluruh debitur eksisting KPR Bank BTN bisa segera memanfaatkan Program KAR Jalan-Jalan ini.

Adapun paket jalan-jalan ke luar negeri yang ditawarkan dengan harga khusus bagi calon debitur baru dan debitur eksisting Bank BTN, mencakup Thailand, Korea Selatan, Tiga Negara Serumpun (Thailand, Malaysia, Singapura), Jepang, dan Eropa Barat. Jadwal keberangkatan untuk paket perjalanan wisata tersebut dapat dipastikan di awal (maksimal 6 bulan sebelum keberangkatan), imbuh Yanti.

Pendiri dan CEO TX Travel Anton Thedy menambahkan, dengan kerjasama ini banyak benefit lain yang didapat customer dari Bank BTN. Selain paket wisata dengan harga khusus, kami juga memberikan layanan lebih prima kepada seluruh calon debitur baru dan debitur eksisting Bank BTN yang ingin menikmati liburan akhir tahun, cetusnya. Anton Thedy menyebut, kerjasama dengan Bank BTN dilakukan sebagai langkah antisipasi kian ketatnya persaingan bisnis seiring perubahan pasar di era tourism 4.0. Dimana kemajuan teknologi akan kian memudahkan para traveler melakukan perencanaan perjalanan. Selain itu, para wisatawan juga akan mencari spot-spot baru yang sebelumnya tidak dilirik. Mengutip Riset terbaru yang dilakukan Booking.com, tahun 2020 akan menjadi tahun penuh dengan eksplorasi. Ini didorong oleh kemajuan teknologi yang bisa membantu wisatawan menjelajahi berbagai tempat berlibur. Memasuki dekade baru, para agent tour dan tavel akan melihat industri travel merespons traveler yang berkelanjutan, punya rasa ingin tahu, dan cakap teknologi. Riset yang dilakukan Booking.com melibatkan 22.000 traveler di 29 market.

Di samping itu riset juga mempertimbangkan ulasan dari 180 juta wisatawan yang terverifikasi. Menurut Booking.com, tren travel yang akan muncul tersebut tidak hanya untuk tahun 2020, tetapi juga pada tahun-tahun mendatang.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Piter Abdullah, Direktur Riset CORE (Center of Reform on Economics)

Selasa, 11 Agustus 2020 - 08:38 WIB

Ekonom Core: Yang Dibutuhkan Dunia Usaha Bukan Utang Baru yang Justru Memunculkan Kewajiban Atau Tambahan Beban Baru

Jakarta-Masalah yang dihadapi dunia usaha di tengah wabah adalah penerimaan menurun sementara pengeluaran tetap besar.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melihat buah paya (Doc: Kementan)

Selasa, 11 Agustus 2020 - 08:30 WIB

Wow, Ekspor Buah Nambah Pundi Devisa

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo manegaskan bahwa produksi buah-buahan Indonesia memiliki kualitas yang bagus dan tidak kalah dengan kualitas buah dari negara lain. Bahkan banyak…

Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan

Selasa, 11 Agustus 2020 - 08:30 WIB

Nah Lo, Johan Rosihan Sebut ‘Food Estate’ di Kalteng Picu Konflik dan Kerusakan Lingkungan

Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan berpandangan bahwa rencana pembangunan pusat pangan atau food estate di bekas lahan proyek cetak sawah sejuta hektare di Kalimantan Tengah.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

Selasa, 11 Agustus 2020 - 08:10 WIB

Kemenhub Gandeng PWI Tangkal Maraknya Berita Hoaks

Penyebaran berita bohong atau hoax di media sosial sangat cepat seiring dengan maraknya pengguna media sosial di Indonesia. Terlebih penggunaan media sosial telah menjadi rutinitas kehidupan…

Pelindo1

Selasa, 11 Agustus 2020 - 08:00 WIB

Pelindo 1 Siapkan Langkah-LangkahHadapi Adaptasi Kebiasaan Baru

Untuk segmen layanan penumpang, Pelindo 1 melayani 12.666 call kapal penumpang dengan layanan penumpang internasional sebanyak 2.834 dan layanan penumpang domestik sebanyak 9.832 call. Arus…