Kementerian PUPR Tingkatkan Pengelolaan Sampah di Kota Malang dengan TPA Supit Urang

Oleh : Hariyanto | Sabtu, 16 November 2019 - 12:06 WIB

Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang
Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang

INDUSTRY.co.id - Malang - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengembangkan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur dari semula menggunakan sistem penimbunan sampah terbuka (open dumping) menjadi sistem sanitary landfill. 

Pengoperasian TPA dengan sistem sanitary landfill akan meminimalisir dampak pencemaran, baik air, tanah, maupun udara sehingga lebih ramah lingkungan.

Pengembangan TPA Supit Urang merupakan  kerja sama antara Pemerintah Indonesia melalui Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR dengan Pemerintah Jerman dalam Program Emission Reduction in Cities–Solid Waste Management (ERIC-SWM). Selain Kota Malang, terdapat 3 kota/Kabupaten lain yang menjadi pilot dalam program tersebut, yakni Kota Jambi, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Jombang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan penanganan masalah sampah dapat dilakukan melalui dua aspek, yakni struktural dengan membangun infrastruktur persampahan dan non struktural seperti mendorong perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat.

“Pembangunan infrastruktur pengolahan sampah skala kawasan dinilai efektif untuk volume sampah yang tidak terlalu besar, sehingga pengurangan sampah dapat dilakukan mulai dari sumbernya. Dukungan pemerintah kabupaten atau kota juga diperlukan terutama dalam penyediaan lahan," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Pengembangan sistem sanitary landfill TPA Supit Urang dikerjakan sejak Juli 2018 dan ditargetkan selesai awal 2020 dengan anggaran Rp 229 miliar dalam bentuk kontrak tahun jamak (multi years contract) 2018-2020. TPA ini memiliki kapasitas 953,340 m3 untuk melayani sampah rumah tangga penduduk Kota Malang sebanyak 707.015 jiwa atau setara dengan 400 ton/hari.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur, Darjat Widjunarso mengatakan pembangunan TPA Supit Urang merupakan dukungan Kementerian PUPR kepada Pemerintah Kota Malang, dengan pembangunan sel baru seluas 4,6 Ha untuk menggantikan sel lama  yang kondisinya sudah hampir penuh. TPA lama direncanakan untuk ditutup dan dimanfaatkan untuk ruang terbuka hijau.

“Program ERIC-Solid Waste Management dimaksudkan untuk memberikan kontribusi dalam pelaksanaan strategi perubahan iklim di Indonesia, khususnya di daerah perkotaan melalui investasi fasilitas pengolahan sampah rumah tangga secara ramah lingkungan dan higienis," kata Darjat.

Dukungan pembangunan Kementerian PUPR mencakup penyusunan desain TPA sampah dan fasilitas pendukungnya, pekerjaan konstruksi TPA sampah dan fasilitas pendukungnya, serta pengadaan alat berat pendukung. Selain itu juga peningkatan kapasitas kelembagaan Pemerintah Daerah di sektor persampahan.

Sistem sanitary landfill dibangun dengan melakukan pelapisan lahan pembuangan (sel aktif) TPA menggunakan 3 lapis perlindungan lingkungan. Pertama, di atas tanah asli yang telah dipadatkan dipasang lapisan kedap paling bawah berupa geosynthetic clay liner bahan gel sintetis (geo tekstil) setebal 1 cm yang akan menahan kebocoran air lindi agar tidak mencemari tanah. Lapisan kedua dan ketiga adalah lapisan geomembran setebal 2 mm berupa lapisan impermiabel dan geotextile setebal 1,2 cm berupa karpet sintetis berserat kasar yang khusus didatangkan dari Jerman.

Selanjutnya karpet sintetis ini dilapisi batu koral dengan diameter 2 cm tertumpuk rata setinggi 50 cm sebagai bahan penyaring air lindi. Kemudian sampah ditumpuk, diratakan, dan ditimbun tanah pada setiap ketinggian tanah 1–2 meter agar tidak dihinggapi lalat dan juga mencegah terjadinya kebakaran dari gas metan yang dihasilkan sampah.

Terakhir air lindi ditampung dan disalurkan ke kolam penampungan IPL (Instalasi Pengolahan Lindi) dengan sistem pemurnian bertahap dan dilengkapi bak kontrol. "Output dari pembangunan TPA ini adalah mengedepankan konsep ramah lingkungan dengan mengurangi aroma tidak sedap dan limbah yang dibuang telah memenuhi standar, misalnya kandungan Ph air lindi, BOD, COD, N-total, dan sebagainya,” kata Darjat.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

30 Tamtama Infanteri Kodam XVI/Pattimura Kunjungi Satgas Pamrahwan Maluku

Minggu, 08 Desember 2019 - 04:00 WIB

30 Tamtama Infanteri Kodam XVI/Pattimura Kunjungi Satgas Pamrahwan Maluku

Sebanyak 30 siswa Tamtama kejuruan Infanteri Dodiklatpur Kodam XVI/Pattimura Angkatan 2019 mengunjungi Satuan Tugas Operasi Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Ops Pamrahwan) Maluku Batalyon Infanteri…

Aksi Heroik Prajurit TNI Yonif 754 Kostrad dan Warga Kibarkan Bendera Merah Putih di Asmat

Minggu, 08 Desember 2019 - 03:30 WIB

Aksi Heroik Prajurit TNI Yonif 754 Kostrad dan Warga Kibarkan Bendera Merah Putih di Asmat

Prajurit TNI Satgas Pamrahwan Batalyon Infanteri 754/Eme Neme Kangasi (Yonif 754/ENK) Kostrad bersama dengan warga masyarakat Kampung Agats, melakukan aksi heroik dengan mengibarkan bendera…

Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P

Minggu, 08 Desember 2019 - 03:00 WIB

Panglima : Tugas TNI Menjaga Stabilitas Keamanaan Negara

Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. menghadiri sekaligus sebagai pembicara pada acara Silaturahmi Nasional Ulama, Umaro, TNI, dan Polri, yang bertemakan “Peran Ulama,…

Bakamla RI Gelar Bimtek Peningkatan Maturitas SPIP

Minggu, 08 Desember 2019 - 02:30 WIB

Bakamla RI Gelar Bimtek Peningkatan Maturitas SPIP

Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI targetkan peningkatan maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) menjadi Level 3 sesuai dengan arahan Presiden RI yaitu pada level 3. Hal ini disampaikan…

Marinir Pecahkan Rekor MURI Menembak Terbanyak

Minggu, 08 Desember 2019 - 02:00 WIB

Marinir Pecahkan Rekor MURI Menembak Terbanyak

Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal (Mayjen) TNI (Mar) Suhartono, M.Tr (Han) membuka lomba menembak Dankormar Cup tahun 2019 di Lapangan Tembak FX. Soepramono, Karang Pilang Surabaya.…