INDUSTRY.co.id - Purwokerto - Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) terus mendorong agar industri kecil dan menengah (IKM) gula palma untuk melakukan terobosan.

Advertisement

"Pengembangan IKM gula palma harus berbasis sistem informasi terpadu untuk dapat meningkatkan efesiensi dan kemudahan telusur," kata Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih di Purwokerto (15/11).

Menurut Gati, gula palma yang berbahan dasar gula kelapa merupakan komoditas yang mempunyai nilai ekspor tinggi khususnya di Banyumas.

Advertisement

Pada 2018 ekspor gula palma mencapai 35 ribu ton dengan nilai 52,5 juta dolar AS.

"Demi menjaga pasar dari negara pesaing, maka kualitas gula palma harus diperhatikan dengan baik agar kualitasnya tetap terjamin," terangnya.

Advertisement

Data yang diterima Kemenperin, jumlah perajin gula terbesar berada di wilayah Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen) yang mencapai 86.881 pengrajin.

Kabupaten Banyumas menjadi kabupaten dengan jumlah pengrajin gula palma terbesar mencapai 26.850 penderes. Sekitar 10 persen adalah di petani gula semut atau kristal.

Advertisement

Rata-rata perajin dapat memproduksi gula palma sebanyak 4,7 kg perhari yang berasal dari 16 pohon kelapa.