Presiden Jokowi: Ketersediaan Infrastruktur Menjadi Pondasi Indonesia Menuju Negara Maju

Oleh : Hariyanto | Jumat, 15 November 2019 - 13:39 WIB

diskusi Forum A1 bertajuk "Makmur dan Terhubung Berkat Infrastruktur"
diskusi Forum A1 bertajuk "Makmur dan Terhubung Berkat Infrastruktur"

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pembangunan infrastruktur secara masif dan merata di seluruh pelosok tanah air selama 5 tahun terakhir menjadi pondasi untuk kemajuan Indonesia di masa depan. Ketersediaan infrastruktur menjadi modal Indonesia meningkat menjadi negara maju, dan tidak terperangkap sebagai negara berkembang saja atau “middle income trap”. 

"Infrastruktur merupakan pondasi bagi Indonesia untuk mampu berkompetisi dengan negara lain. Indeks daya saing Indonesia masih berada pada posisi di tengah terhadap negara-negara lain. Kita ingin berada pada posisi yang lebih tinggi. Kemudian kita akan masuk ke agenda besar yang kedua, yaitu pembangunan sumber daya manusia dan selanjutnya baru masuk ke agenda besar inovasi dan teknologi," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam diskusi Forum A1 bertajuk "Makmur dan Terhubung Berkat Infrastruktur" yang digelar di Jakarta, Kamis (14/11/2019). 

Hadir pula dalam forum tersebut mendampingi Presiden Jokowi sebagai narasumber yakni  Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. 

Sebagai pondasi, dikatakan Presiden Jokowi pembangunan infrastruktur memberikan dampak berganda (multiplier effect) yang mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara.  Menurut Presiden dampak jangka pendek dari pembangunan infrastruktur adalah menciptakan lapangan kerja. Sebab dalam proses pembangunan, tentu dibutuhkan keterlibatan tenaga manusia sebagai faktor utama pendukung pembangunan. 

"Yang kedua, infrastruktur akan menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru. Sehingga peredaran uang tidak hanya terjadi di Jakarta," kata Presiden. Pembangunan infrastruktur, utamanya di daerah, akan membuka akses baru atau semakin mempermudah akses yang sudah ada untuk menjangkau wilayah tersebut. Kemudahan akses tersebut nantinya dapat meningkatkan aktivitas ekonomi di suatu wilayah.

"Kemudian yang ketiga, ada perbaikan jaringan logistik kita. Negara kita terdiri dari 17 ribu pulau. Infrastruktur yang sudah kita kerjakan lima tahun kemarin harus disambungkan dengan sentra-sentra produksi baik itu produksi pertanian, produksi nelayan, hingga industri kecil," kata Presiden Jokowi.

Adapun yang keempat, Presiden Joko Widodo mengatakan infrastruktur mendukung kegiatan pelayanan publik yang menjadi kewajiban pemerintah untuk menyediakannya kepada masyarakat, seperti untuk menghubungkan masyarakat kepada layanan Puskesmas atau Sekolah. "Saya berikan contoh yang paling nyata. Misalnya dari Wamena ke Nduga yang sebelumnya harus jalan kaki butuh waktu 4 hari 4 malam, dengan jalan yang sudah dibangun oleh Kementerian PUPR sekarang hanya kira-kira 5-6 jam sudah sampai," ujar Jokowi.

Pembangunan infrastruktur menurut Presiden Jokowi juga berarti membangun peradaban. Menurutnya, banyak budaya baru yang coba dikenalkan atau ditegaskan dengan adanya suatu infrastruktur baru yang belum pernah ada di suatu wilayah. "Budaya antre, budaya disiplin, dan itu terlihat misalnya kita membangun MRT. Kelihatan di situ orang mulai ada budaya antre dan budaya disiplin untuk masuk secara berurutan," ucapnya.

Terakhir, yang keenam, dikatakan Presiden membangun infrastruktur berarti mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dengan konsep Indonesia sentris. "Tidak hanya di Jakarta yang dibangun, tidak hanya di Pulau Jawa yang dibangun, tapi juga seluruh provinsi yang ada di negara ini harus kita sentuh dengan kehadiran infrastruktur," ujarnya. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan siap menjalankan visi Presiden untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur dalam lima tahun ke depan. 

"Tugas ini harus kita sikapi dengan optimisme, agar target tercapai. Lima tahun ke depan jalan tol yang akan terbangun ditargetkan mencapai 2.500 km, yang meliputi Jalan Tol Trans Sumatera sekitar 2000 km, Cigatas (Cileunyi-Garut-Tasikmalaya) sepanjang 184 km, Yogyakarta–Bawen (77 km), dan Solo–Yogyakarta–Kulon Progo (91,93 km), Semarang–Demak (27 km) dan Demak–Tuban–Gresik (236 km)," ujar Menteri Basuki. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

JNE-Billionaire Coach Dorong UKM JABAR Naik Kelas

Kamis, 12 Desember 2019 - 08:00 WIB

JNE-Billionaire Coach Dorong UKM JABAR Naik Kelas

JNE bekerjasama dengan Billionaire Coach menggelar seminar bertajuk 10X Digital Scale up yang berisi berbagai program dukungan untuk Usaha Kecil Menengah (UKM), seperti pemaparan dari para pakar…

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (kiri) menyerahkan cindera mata kepada Wakil Menteri Luar Negeri RI Mahendra Siregar.

Kamis, 12 Desember 2019 - 07:07 WIB

Telkom dan KB Financial Group Sepakat Luncurkan Centauri Fund

Jakarta – Sebagai salah satu langkah untuk mengembangkan bisnis digitalnya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui anak usahanya MDI Ventures bersama dengan KB Financial Group,…

Dermaga IPCC (Foto Istimewa)

Kamis, 12 Desember 2019 - 06:51 WIB

IPCC Bagi Divident Interim dari Laba 70 Persen

Jakarta - Sebagai bentuk komitmen peningkatan value kepada para pemegang saham dan stakeholders, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) akan membagikan dividen interimnya.

Stefan Doboczky (CEO) bersama pimpinan Lenzing AG di Austria

Kamis, 12 Desember 2019 - 06:00 WIB

Lenzing Raih Status CSR-Gold dari EcoVadis

The Lenzing Group, yang merupakan perusahaan terdepan dalam pelestarian iklim, anggota dari CEO Climate Leaders Group dalam World Economic Forum, dan salah satu penandatangan United Nations…

Panglima TNI TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P

Kamis, 12 Desember 2019 - 05:00 WIB

Panglima TNI : Bangga Atas Prestasi Yang Telah Di Raih Tim Karate Indonesia Pada Sea Games 2019

Panglima TNI TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang telah di raih oleh Tim Karate Indonesia pada Sea Games 2019 dengan meraih 2 medali…