Pepsodent Luncurkan Sikat Gigi Ramah Lingkungan dengan Gagang Bambu

Oleh : Hariyanto | Kamis, 14 November 2019 - 11:49 WIB

Pepsodent Luncurkan Sikat Gigi Ramah Lingkungan dengan Gagang Bambu
Pepsodent Luncurkan Sikat Gigi Ramah Lingkungan dengan Gagang Bambu

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Unilever Indonesia Tbk melalui produk perawatan gigi, Pepsodent berkolaborasi dengan National Geographic Indonesia, meluncurkan Pepsodent Natural Bamboo, sikat gigi yang ramah lingkungan dengan 100% gagang bambu pertama.

Melalui kolaborasi ini, Pepsodent juga mengajak masyarakat Indonesia untuk mengambil peran untuk #SenyumkanBumi, termasuk diantaranya menggunakan sikat gigi ramah lingkungan dan mendaur ulang sikat gigi plastik bekas.

Fiona Anjani Foebe, selaku Head of Marketing Oral Care PT Unilever Indonesia Tbk menuturkan, Pepsodent Natural Bamboo hadir sebagai pilihan produk bagi masyarakat yang ingin mengambil langkah kecil untuk mulai mengurangi penggunaan produk berbahan plastik serta turut membantu #SenyumkanBumi.

"Setiap orang memiliki peran dan kontribusi dalam menjaga kelestarian bumi melalui langkah kecil, salah satunya melalui pemilihan produk yang digunakan sehari-hari. Saat ini, banyak dari masyarakat Indonesia semakin menyadari pentingnya melestarikan lingkungan dan mulai menerapkan gaya hidup ramah lingkungan," kata Fiona di Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Fiona menambahkan, peluncuran ini sejalan dengan misi Unilever secara global untuk bijak dalam penggunaan plastik. Untuk memberikan dampak positif yang lebih luas, Pepsodent bekerjasama dengan National Geographic Indonesia dengan mengajak masyarakat mengumpulkan dan mendaur ulang sikat gigi plastik bekas. Hasil dari sikat gigi plastik bekas ini nantinya akan dijadikan meja lipat dan disalurkan kepada anak – anak yang membutuhkan.

Didi Kaspi Kasim Editor in Chief National Geographic Indonesia mengatakan, solusi pelestarian lingkungan bukan saja dengan mengurangi penggunaan plastik, namun yang lebih penting adalah bagaimana menggunakan kembali dan mendaur-ulang plastik tersebut. 

"Mengumpulkan sampah plastik pada tempatnya untuk kemudian didaur ulang adalah langkah kecil yang bisa dan perlu dilakukan oleh seluruh lapisan masyakarat. Dengan drop box yang akan disediakan Pepsodent, kami akan mengumpulkan sikat gigi plastik tersebut dan berikan kepada komunitas Kertabumi untuk didaur ulang menjadi meja lipat," kata Didi.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 05 Agustus 2020 - 22:46 WIB

Triwulan III 2020, Regulator Jasa Keuangan Tetap Waspada Nasib Perekonomian

Memasuki triwulan III 2020, KSSK terus memperkuat koordinasi kebijakan di antara anggota KSSK dengan meningkatkan kewaspadaan mengantipasi dampak penyebaran Covid-19 yang masih tinggi terhadap…

Hadi Pranoto Temukan Obat Herbal Covid-19 (ist)

Rabu, 05 Agustus 2020 - 20:00 WIB

Heboh Pengakuan Hadi Pranoto, Kemenkes Luruskan Informasi: Obat Covid-19 Harus Lewati Uji Ilmiah Sebelum Diproduksi dan Dipasarkan

Akhir akhir ini banyak pihak mengklaim telah menemukan obat COVID-19. Salah satunya informasi yang disampaikan oleh Hadi Pranoto yang mengaku sudah menemukan obat yang spesifik bisa menanggulangi…

Migas Ilustrasi

Rabu, 05 Agustus 2020 - 19:53 WIB

Seberapa Menarik Wilayah Kerja Migas Ditawarkan Cost Recovery atau Gross Split ?

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus menjaga agar aktivitas dan investasi hulu migas tetap berjalan optimal di tengah tantangan pandemi global dan penurunan harga minyak bumi…

MenkopUKM Teten Masduki saat melakukan kunjungan kerja ke Pasar Beringharjo Yogyakarta

Rabu, 05 Agustus 2020 - 19:45 WIB

Omzetnya Turun 80%, MenkopUKM Teten Bakal Ringankan Cashflow para Pedagang Pasar Beringharjo

Sejumlah pedagang di Pasar Beringharjo Yogyakarta mencurahkan isi hatinya di hadapan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki.

Ilustrasi Pergerakan Saham

Rabu, 05 Agustus 2020 - 19:30 WIB

Ekonomi Indonesia Minus 5,32 Persen, IHSG Justru Berakhir Menguat 1,03 Persen

BPS merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2020 mengalami kontraksi sebesar 5,32 persen dibading periode yangs ama pada tahun sebelumnya, justru perdagangan Indeks Harga Saham…