Tingkatkan Kualitas SDM, Pemerintah Siapkan Pelatihan Pengembangan SDM Koperasi di Era 4.0

Oleh : Kormen Barus | Kamis, 14 November 2019 - 05:20 WIB

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (tengah), Menteri Perindustrian Agus Gumiwang (kiri), dan Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid (kanan) saat menggelar jumpa pers dalam musyawarah nasional tahun 2019 yang digelar oleh Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), di Hotel Claro, Makassar, Selasa malam, 12 November 2019.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (tengah), Menteri Perindustrian Agus Gumiwang (kiri), dan Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid (kanan) saat menggelar jumpa pers dalam musyawarah nasional tahun 2019 yang digelar oleh Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), di Hotel Claro, Makassar, Selasa malam, 12 November 2019.

INDUSTRY.co.id, Makassar–Data mencatat, jumlah koperasi berskala mikro, kecil, dan menengah ada sebanyak ± 116.923 unit (99,64%). Angka tersebut didominasi oleh koperasi skala usaha mikro sebanyak ± 88.484 unit atau sekitar 75,40%.

Kontribusi koperasi terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) pada 5 (lima) tahun terakhir pun terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2014 sebesar 1,71% dan padatahun 2018 sebesar 5,1%.

“Itu merupakan salah satu indikator keberhasilan program transformasi koperasi. Ke depan peran koperasi dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat diharapkan akan semakin besar,” papar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto,  media seusai menghadiri kegiatan Musyawarah Nasional Dewan Koperasi Indonesia Tahun 2019, Selasa malam, 12 November 2019 di Hotel Claro, Jalan AP. Pettarani.

Airlangga Hartarto, menyatakan, transformasi koperasi Indonesia perlu didukung dengan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini penting agar koperasi bisa kreatif dan inovatif dalam menjalankan strategi bisnis di era industri 4.0 dan ekonomi digital.

“Untuk mendorong keberhasilan dari pengembangan SDM koperasi tersebut, ada beberapa upaya yang perlu dilakukan. Pertama, dengan meningkatkan pelatihan perkoperasian secara masif,”ujar Airlangga.

Kedua kata dia, sertifikasi kompetensi untuk pengelola koperasi. Ketiga, bimbingan teknis dan pendampingan penyusunan strategi bisnis hingga pemasaran. Keempat, pengenalan koperasi mulai dari pendidikan dasar. Kelima, mendorong digital literacy, kreativitas, dan inovasi.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, dari 5 jenis koperasi secara keseluruhan terdapat 210.796 unit koperasi, yang terdiri dari koperasi aktif sebanyak 121.235 unit dan koperasi tidak aktif sebanyak 89.561 unit.

Koperasi aktif yang telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) selama tahun 2018 ada sebanyak 39.562 unit (32,63%). Hal ini perlu menjadi perhatian bersama untuk mengupayakan agar koperasi bisa aktif kembali dan memiliki daya saing untuk menuju Indonesia Maju.

Koperasi sebagai salah satu bentuk entitas berusaha seringkali disalahpersepsikan sebagai usaha dengan skala UMKM. Padahal di dunia sudah banyak koperasi dengan nilai usaha yang sangat besar.

Indonesia sendiri mempunyai beberapa contoh koperasi-koperasi besar seperti Koperasi Simpan Pinjam(Kospin) Jasa, Koperasi Warga Semen Gresik, dan Koperasi Telekomunikasi Seluler (Kisel), yang berhasil masuk ke dalam jajaran 300 koperasi terbesar di dunia.

Beberapa koperasi besar di Indonesia juga mampu memajukan daerahnya dengan membuka lapangan kerja bagi penduduk sekitar. Sebagai contoh yang bergerak di industri peternakan adalah KUD Sumber Makmur di Malang dan Koperasi Peternakan Bandung Selatan Pangalengan.

Pemerintah pun terus berupaya meningkatkan keberpihakan kepada UMKM termasuk koperasi, baik melalui penyiapan omnibus law cipta lapangan kerja, kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan suku bunga yang turun menjadi 6% dan plafon yang bertambah menjadi 190 Triliun Rupiah untuk tahun 2020, serta kebijakan tentang UMKM lainnya.

“Sejalan dengan Dekopin, Pemerintah akan menjaga keberlangsungan koperasi dan pengembangan UMKM. Salah satunya dengan mendorong KUR yang berbasis kelompok, mulai dari sektor perikanan, perdagangan, pariwisata, dan lain-lain,” papar Menko Airlangga.

Ia pun menyebutkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan POJK Nomor 37/POJK.04/2018 tentang Layanan Urun Dana Melalui Penawaran Saham Berbasis Teknologi Informasi.

Turut hadir dalam acara ini antara lain Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Nurdin Halid, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing KUKM Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin, Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto, serta seluruh peserta Munas Dekopin 2019.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Industri Tekstil

Jumat, 13 Desember 2019 - 13:30 WIB

Kemenperin Pastikan Pengembangan Kawasan Industri Tekstil Akan Fokus di Pulau Jawa

Pemerintah telah merencanakan setidaknya lima wilayah di Pulau Jawa yang di dalamnya terdapat industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

Ilustrasi Industri Otomotif (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Jumat, 13 Desember 2019 - 13:01 WIB

Menperin AGK Pacu Produk Otomotif Berorientasi Ekspor

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu daya saing industri otomotif nasional, agar mampu memberikan kontribusi positif terhadap devisa negara. Salah satu hal yang dilakukan adalah…

Ulang Tahun Slank Band ke 36 di Waingapu NTT

Jumat, 13 Desember 2019 - 12:00 WIB

Ulang Tahun Slank Band ke 36 di Waingapu NTT

Bimbim Slank jatuh cinta dengan keperawanan dan keseksian Pulau Nusa Tenggara Timur (NTT) padahal sebelumnya Bim-Bim buta tentang NTT. Tapi lantaran keinginannya untuk membahagiakan keluarga…

Petani desa di tengah sawah (Foto: Dok Industry.co.id)

Jumat, 13 Desember 2019 - 11:33 WIB

Perlakuan Benih Cegah Serangan Hama dan Penyakit

Karawang Pengendalian hama atau Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tidak harus selalu dilakukan pada saat pertanaman sudah tumbuh. Akan tetapi bisa dilakukan juga pada benih padi sebelum ditanam.

Pengurus Asosiasi Bela Hak Cipta yang dipimpin oleh Erwanda Lukas alias Papa T Bob ( berdiri, paling kiri) beraudiensi dengan Komisioner Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) James F Sundah, Rien Uthami Dewi, Yessi Kurniawan dan Rapin Mudiarjo Kawaradji (Duduk).

Jumat, 13 Desember 2019 - 11:06 WIB

Di Hadapan Musisi Senior, LMKN Tegaskan Pembagian Royalti 2 X Setahun

Lembaga Manajemen Kolektif Nasional atau LMKN yang merupakan Lembaga resmi yang berwenang memungut royalti dan menyalurkannya ke pemilik karya dan hak cipta, menegaskan bahwa mereka menyalurkan…