INDUSTRY.co.id - Jakarta - Indikator Stochastic dan RSI bergerak bearish berkelanjutan mengiringi bearishnya Indikator MACD yang memberikan divergence negatif.
"Sehingga secara teknikal kami perkirakan IHSG akan bergerak cenderung tertehan mencoba menguat dengan support resistance 6170-6255," kata analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Selasa (5/11/2019).
Saham-saham yang masih cukup menarik secara teknikal diantaranya; LSIP, SSMS, AALI, INKP, TKIM, BJBR, TLKM, PGAS, PTBA, TINS, ANTM, WSKT, SMRA, ACES, MAPI, RALS.
IHSG (-0.43%) turun kelevel 26.85 poin kelevel 6180.34 dengan indeks sektor property (-1.81%) dan konsumer (-1.47%) menjadi penekan. Saham CTRA (-3.65%) dan BSDE (-2.81%) turun signifikan serta saham KLBF (-4.62%) melemah menjadi kontributor pelemahan kedua sektor tersebut. Imbas dari turunnya indeks kinerja sektor manufaktur PMI jauh dibawah level ekspansi menjadi awan hitam investor melihat laju pertumbuhan ekonomi di kuartal ke-3 tahun ini.
Dimana pertumbuhan GDP kuartal ke-3 tahun ini diperkirakan turun menjadi 5.01% menurut survey dari 5.05% diperiode sebelumnya. Kekhawatiran dari iklim bisnis dan konsumen yang menurun menjadi katalis negatifnya. Indeks Pertumbuhan keyakinan bisnis diperkirakan turun menjadi 106 dari 108.81 dan indeks keyakinan konsumen diperkirakan juga turun menjadi 121.5 dari 121.8. Meskipun demikian investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih untuk pertama kali sejak 5 hari perdagangan sebesar 240.34 miliar rupiah. Saham PGAS (+7.03%) yang kembali dibeli investor asing setelah mengalami penjualan cukup besar 2 hari perdagangan berturut-turut dipekan lalu. Sejumlah deretan sekuritas Asing memborong diantaranya Morgan Stanley, UBS Sekuritas, Maybank dan Deutsche sekuritas menjadi top net buy value investor asing pada saham PGAS pada perdagangan hari ini.