SCG Catatkan Peningkatan Pendapatan Penjualan di Indonesia Sebesar 13 Persen pada Kuartal III Tahun 2019

Oleh : Kormen Barus | Jumat, 01 November 2019 - 04:42 WIB

bisnis Cement-Building Materials memperlihatkan peningkatan keuntungan
bisnis Cement-Building Materials memperlihatkan peningkatan keuntungan

INDUSTRY.co.id, Bangkok-Berdasarkan Laporan Hasil Operasional SCG untuk periode kuartal III 2019 dan selama 9 bulan pertama 2019, di Indonesia SCG mencatatkan pendapatan penjualan sebesar Rp7.773 miliar (US$553 juta), atau meningkat sebesar 13% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sebagian besar peningkatan ini didorong oleh peningkatan bisnis Packaging (Fajar Paper). Pada sembilan bulan pertama tahun 2019, SCG di Indonesia mencatatkan pendapatan penjualan sebanyak Rp10.822 miliar (atau US$768 juta).

Di Indonesia, SCG baru saja meluncurkan “Better Living Service and Solution Platforms” yang terdiri dari tiga platform untuk implementasi pada tiga segmen unit bisnis Cement-Building Materials. Platform ini telah diimplementasikan pada sejumlah proyek infrastruktur, fasilitas umum, pengembangan permukiman, serta untuk segmen kontraktor. Untuk mendukung platform layanan dan solusi tersebut, unit bisnis Cement-Building Materials juga telah meluncurkan produk inovatif kebanggaannya, yakni Semen SCG dengan formula baru yang mengandung formula intensif dari teknologi nano-molekular yang memberikan pengalaman konstruksi yang lebih baik sesuai dengan kebutuhan konsumen.

SCG juga telah berhasil menyelenggarakan program unggulannya, yakni Sharing the Dream, program beasiswa yang menyediakan 400 beasiswa bagi siswa tingkat SMA di Indonesia yang diadakan setiap tahun. Tahun ini, SCG juga melanjutkan memberikan beasiswa bagi 18 mahasiswa Indonesia untuk menjamin terwujudnya mimpi generasi muda yang bisa memajukan Indonesia. Hingga saat ini, program SCG Sharing the Dream telah diselenggarakan selama delapan (8) tahun berturut-turut dan telah memberikan beasiswa kepada lebih dari 2.700 pelajar di Indonesia.

Selain itu, SCG Indonesia juga berkontribusi dalam peningkatkan kesadaran akan konsep Ekonomi Sirkular, dengan mengundang lebih dari 70 pemangku kepentingan utama pada acara Sustainable Development Symposium 10th Years: Collaboration for Action di Bangkok, Thailand. Acara ini merupakan wujud komitmen SCG Indonesia untuk memajukan pembangunan berkelanjutan. Turut berpartisipasi sebagai salah satu panelis pada acara simposium ini adalah Dr. Ir. Safri Burhanuddin, DEA, Deputi IV Bidang Koordinasi SDM, IPTEK dan Budaya Maritim, Kementrian Koordinator Kemaritiman. Beliau juga berpartisipasi pada kunjungan ke Distrik Rayong bersama-sama dengan segenap mitra bisnis dan para pemangku kepentingan industri, untuk menyaksikan langsung implementasi Collaboration for Action untuk Ekonomi Sirkular oleh SCG di Thailand.

Sementara itu, secara global, laporan operasional SCG untuk periode kuartal III 2019 dan sembilan bulan pertama tahun 2019, memperlihatkan penurunan profit jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu. Beberapa faktor pendorongnya antara lain, terjadi penurunan profitabilitas dalam bisnis bahan kimia akibat siklus yang rendah, perlambatan ekonomi yang terjadi secara global akibat perang dagang, serta apresiasi nilai tukar Baht Thailand. Sebaliknya, bisnis Cement-Building Materials mengalami peningkatan laba karena pertumbuhan penjualan di bisnis distribusi dan ritel. Selain itu, bisnis Packaging juga berportensi meningkat secara signifikan, khususnya di kawasan ASEAN.

Mr. Roongrote Rangsiyopash, President dan CEO SCG, mengatakan, “Laporan operasional perusahaan yang belum diaudit untuk kuartal III tahun 2019, mencatatkan pendapatan penjualan sebesar Rp50.469 miliar (atau US$ 3.593 juta), mengalami penurunan sebesar 10% y-o-y, sebagian besar diakibatkan oleh harga produk bahan kimia yang lebih rendah, namun dilaporkan mengalami kenaikan sebesar 1% q-o-q.  Sementara itu, laba pada periode ini dicatatkan bernilai Rp2.838 miliar (atau US$ 202 juta), menurun sebesar 35% y-o-y dan 12% q-o-q, akibat performa bisnis kimia yang menurun karena margin produk yang lebih rendah, pembalikan aset pajak tangguhan tercatat sebesar Rp486 miliar (US$ 35 juta) dan mengurangi pendapatan ekuitas dari perputaran utama associated company, perlambatan ekonomi global yang muncul akibat sengitnya kompetisi perdagangan serta apresiasi nilai tukar Baht Thailand yang dikombinasikan dengan melemahnya nilai aset perusahaan sebesar Rp348 miliar (US$ 25 juta), di mana sejumlah Rp293 miliar (US$ 21 juta) berasal dari bisnis Cement-Building Materials yang umumnya terkumpul dari bisnis keramik regional non-Thailand. Tanpa menghitung pembalikan aset pajak tangguhan, SCG dapat mencatatkan laba sebesar Rp3.324 miliar (US$ 237 juta) pada perode ini, dengan penurunan sebesar 23% y-o-y, dan peningkatan sebesar 3% q-o-q.”

Sedangkan pada laporan operasional sembilan bulan pertama di tahun 2019, SCG mencatatkan pendapatan penjualan sebesar Rp149.346 miliar (US$ 10.598 juta), dengan penurunan sebesar 8% y-o-y, yang diakibatkan oleh harga bahan kimia yang menurun. Total profit pada periode ini mencapai Rp11.212 miliar (US$ 796 juta), menurun sebesar 27% y-o-y. Adapun transaksi-transaksi krusial pada sembilan bulan pertama tahun 2019 adalah sebagai berikut; penyesuaian pesangon (UU Ketenagakerjaan) di Kuartal II 2019 sebesar Rp913 miliar (US$ 64 Juta), pembalikan aset pajak tangguhan di kuartal III 2019 senilai Rp486 miliar (US$ 35 juta), penurunan nilai aset di kuartal III 2019 senilai Rp348 miliar (US$ 25 juta) yang sebagian besar bersal dari bisnis keramik regional non-Thailand, serta kekhawatiran atas perang perdagangan global yang terus mempengaruhi margin perusahaan-perusahaan subsidiary dan associated.

Pendapatan SCG dari penjualan produk dan layanan bernilai tambah tinggi (HVA) pada kuartal III 2019 mencapai Rp20.333 miliar (US$ 1.447 juta), yang berkontribusi sebesar 40% pada total pendapatan dari penjualan, dengan penurunan sejumlah 8% y-o-y dan 6% q-o-q. Sehingga, pendapatan dari penjualan HVA pada sembilan bulan pertama di tahun 2019 mencapai Rp61.699 miliar (US$ 4.379 Juta) atau 41% dari total pendapatan dari penjualan, yang menurun sejumlah 2% y-o-y.

Selain itu, pendapatan SCG dari performa bisnis di luar Thailand, termasuk penjualan ekspor dari Thailand, pada sembilan bulan pertama di tahun 2019 tercatat sebesar Rp60.549 miliar (US$ 4.297 juta) atau 41% dari total pendapatan penjualan, yang menurun sebanyak 12% y-o-y.

Mr. Roongrote mengatakan, “Walaupun laporan operasional SCG pada periode kuartal III 2019 dan sembilan bulan pertama tahun 2019 terpengaruh oleh penurunan profit pada unit bisnis bahan kimia, yang disebabkan oleh rendahnya perputaran industri pertokimia, rendahnya margin dan profit dari associated company, unit bisnis terkait telah melakukan upaya besar dalam riset dan pengembangan. Kami berupaya untuk mengembangkan HVA dan layanan inovatif, terutama produk yang sesuai dengan prinsip Ekonomi Sirkular untuk memenuhi permintaan pasar global. Sebagai contoh, baru-baru ini, SCG meluncurkan inovasi plastik yang berkelanjutan pada K2019, trade fair plastic dan karet terbesar di Jerman dengan tema “Passion for a Better World”. Produk-produk yang ditampilkan meliputi resin polyethylene berkekuatan unggul, hasil inovasi SCG melalui teknologi SMX™ yang meminimalisir konsumsi material. “Mono-Material Packaging” yang ramah lingkungan dan mudah didaur ulang, resin plastik yang dibuat dari campuran resin plastik SCG special grade dan Post-Consumer Recycled Resin (PRC), serta solusi layanan SCG yang menawarkan efisiensi manajemen biaya dan operasional untuk meningkatkan kapabilitas dan daya saing bisnis.

Sementara itu, unit bisnis Cement-Building Materials telah berkontribusi besar dalam meningkatkan pendapatan bagi SCG, terlepas dari pasar keramik regional yang kian melemah. SCG berupaya untuk terus fokus dalam memajukan bisnis serta meningkatkan distribusi dengan memberikan konsumen akses ke berbagai produk dan solusi inovatif. SCG juga telah mengembangkan Solusi Konstruksi untuk meningkatkan efisiensi dan menawarkan solusi komprehensif bagi kebutuhan konstruksi

Pada unit bisnis Packaging, SCG akan terus berupaya untuk mengembangkan kekuatan serta menciptakan berbagai peluang dengan mengembangkan multi-material packaging, baik yang berbasis serat atau polymer, menawarkan solusi kemasan terintegrasi, dan meningkatkan efisiensi melalui teknologi digital dan kerjasama dengan mitra kelas dunia. Baru-baru ini, SCG melakukan akusisi di negara-negara ASEAN seperti Visy Packaging di Thailand dan PT Fajar Surya Wisesa Tbk. di Indonesia, untuk memperluas jaringan operasionalnya. Unit bisnis Packaging berupaya untuk terus meningkatkan efisiensi produksi secara keseluruhan, memperluas cakupan pasar dan keahlian di Thailand, Vietnam, Filipina, Malaysia, Indonesia, dan negara-negara lain, baik di luar maupun di dalam ASEAN. Ekspansi unit bisnis Packaging melalui penambahan pusat produksi di berbagai lokasi geografis, yang juga akan memperluas jaringan konsumen kami, akan membuka peluang bagi kami untuk menjadi penyedia solusi kemasan terdepan bagi konsumen kelas dunia kami pada berbagai level operasi, dari atas hingga bawah.

SCG, merupakan salah satu grup konglomerasi terkemuka di kawasan ASEAN, terdiri dari tiga bisnis utama, yakni: Cement-Building Materials, Chemicals, dan Packaging. Melalui lebih dari 200 perusahaan dan sekitar 57.000 karyawan, SCG menciptakan dan mendistribusikan produk dan layanan inovatif yang menjawab kebutuhan konsumen saat ini dan masa depan.

SCG memulai operasi bisnis di Indonesia sejak 1995 dengan bisnis perdagangan dan secara bertahap mengembangkan investasinya dalam bisnis yang berbeda pada industri cement-building materials, chemicals, dan packaging. Hingga hari ini, memiliki total 29 perusahaan di seluruh Indonesia dan memiliki sekitar 7.200 karyawan.

SCG menawarkan variasi produk dan layanan premium. Produk yang ditawarkan adalah produk struktural di bawah merek ‘SCG’ termasuk Semen SCG, bata ringan SCG Smartblock, SCG pipe dan precast, beton siap pakai ‘Jayamix by SCG’, dinding keramik, lantai, dan keramik atap di bawah merek ‘KIA’. SCG juga menawarkan produk PVC resin, corrugated containers, dan kemasan offset printing. SCG juga menawarkan produk Gypsum, semen fiber dan produk kimia upstream-downstream dari bisnis joint-venture dengan mitra industri Indonesia ternama. Selain itu, SCG juga memiliki bisnis distribusi bahan bangunan dan layanan terminal dermaga yang mendukung penjualan dan logistik untuk bisnis di seluruh Indonesia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Pabrik Kaca Lembaran

Kamis, 14 November 2019 - 11:01 WIB

Bidik Pasar Ekspor, Kemenperin Dorong Industri Kaca Tambah Kapasitas Produksi

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong industri kaca nasional menambah kapasitas produksinya guna memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus membidik pasar…

Princess Cruises Perluas Manfaat Captain’s Circle Loyalty kepada Para Tamu Muda

Kamis, 14 November 2019 - 11:00 WIB

Princess Cruises Perluas Manfaat Captain’s Circle Loyalty kepada Para Tamu Muda

Princess Cruises akan memperluas program yang memenangkan penghargaan Captain’s Circle Loyalty kepada para tamu dari segala usia dengan memberi penghargaan kepada tamu-tamu muda setia dengan…

Alibaba Group

Kamis, 14 November 2019 - 10:58 WIB

UC dan Huawei Kerjasama Perdayakan Ekosistem Digital di Era Globalisasi 4.0

Jakarta - UCWeb, bisnis subsider Alibaba Innovation Initiatives Business Group, diundang oleh Huawei HMS untuk menghadiri APAC Developer Day 2019 yang diadakan di Singapura, sebagai mitra lama…

Luanada, Generasi Milenial yang ikut meramaikan Konser lagu -lagu 80-90an Hip Hip Hura Hura di Balai Sarbini 6 Desember mendatang (Foto: Amz)

Kamis, 14 November 2019 - 10:04 WIB

Luanada Meski Milenial Tapi Menyukai Lagu-lagu 80-90an Untuk Asah Kemampuan

Salah satu penyanyi yang ikut meramaikan Konser ‘Hip Hip Hura Hura’ yang khusus menyanyian lagu-lagu 80’s-90’s’ pada 6 Desember 2019 mendatang adalah Luanada. Nama ini memang terdengar…

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih

Kamis, 14 November 2019 - 10:02 WIB

Kemenperin Pastikan Penurunan Bunga KUR Bakal Dongkrak Produksi IKM

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyambut baik penurunan bunga kredit usaha rakyat (KUR). Hal ini dinilai akan meningkatkan kapasitas produksi industri kecil dan menengah (IKM).