INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pergerakan IHSG secara teknikal berusaha mempertahankan momentum trend bullish jangka pendek dengan bertahan pada level support moving average 5 hari di kisaran 6280 meskipun indikator Stochastic dan RSI memberikan signal bearish berkelanjutan.
Secara teknikal pergerakan IHSG akan kembali menguji resistance moving average 200 hari yang berada dikisaran level 6320 apabila terus kuat diatas 6280.
"Sehingga kami perkirakan IHSG akan bergerakan terkonsolidasi kembali mencoba menguat dengan support resistance 6250-6320," kata analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Rabu (30/10/2019).
Saham-saham yang masih cukup menarik secara teknikal diantaranya; SSMS, WTON, ICBP, KLBF, WEGE, LPPF, AKRA, RALS.
IHSG (+0.25%) ditutup menguat 15.75 poin kelevel 6281.14 dengan saham property (+1.47%) dan Infrastruktur (+1.06%) menguat lebih dari sepersen. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar 534.7 miliar rupiah dengan saham BBCA, BBNI dan SMGR menjadi top net sell value. IHSG bergerak cenderung mengalami tekanan dengan bergerak pada zona negatif selama jam perdagangan.
Reboundnnya saham-saham konstruksi dan infrastruktur menopang bergerakan ditengah optimisme laporan kinerja keuangan kuartal ke-3 yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Rupiah melemah tipis sebesar 0.05% kelevel 14035 per USD.