Presiden Jokowi dan Zulkifli Hasan Bicarakan Soal Amandemen UUD 1945

Oleh : Herry Barus | Selasa, 15 Oktober 2019 - 05:30 WIB

Presiden Jokowi(Foto Setkab)
Presiden Jokowi(Foto Setkab)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyelenggarakan pertemuan dengan tokoh bangsa. Kali ini, Presiden bertemu dengan Ketua MPR periode 2014-2019 yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, di Ruang Jepara, Istana Merdeka, Jakarta, Senin (14/10/2019)

Seperti halnya ketika bertemu dengan Presiden ke-6 Republik Indonesia yang juga Ketua Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Presiden juga membicarakan soal tantangan Indonesia ke depan, utamanya mengenai melambatnya perekonomian global.

“Tantangan eksternal ekonomi karena perlambatan ekonomi semua negara sudah merasakan. Hal-hal seperti itu perlu dibicarakan dengan ketua-ketua partai sehingga kita memiliki visi yang sama bagaimana menghadapinya dan tahu apa yang harus kita kerjakan,” kata Presiden, seperti dilansir laman Setkb.go.id.

Di samping itu, Kepala Negara juga sempat menanyakan kepada mantan Ketua MPR tersebut mengenai amendemen terbatas UUD 1945. MPR periode 2014-2019 sebelumnya memang merekomendasikan amendemen secara terbatas terhadap UUD 1945.

“Saya tadi bertanya mengenai amendemen karena beliau kan mantan Ketua MPR sehingga yang sudah dipersiapkan kajian yang lalu seperti apa, yang akan datang ini akan kira-kira seperti apa,” ujar Presiden.

Menanggapi hal itu, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa substansi amendemen tersebut tidak bersifat teknis, melainkan filosofis dan ideologis. “Jadi, amendemen yang sangat terbatas. Sifatnya itu filosofis dan ideologis yang menggambarkan visi Indonesia sampai 100 tahun nanti kayak apa,” kata Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan. Ketua Umum PAN itu juga menyampaikan kesiapannya untuk bersama dengan pemerintah menyukseskan pemerintahan mendatang.

 

Ia juga mendoakan agar Presiden Joko Widodo sukses dalam upayanya membangun Indonesia yang lebih sejahtera. Untuk Indonesia, untuk merah putih, lanjut Zulhas, pemerintah mesti sukses. Ia mengingatkan, bahwa tujuan kita semua ini agar rakyat itu sejahtera, agar kehidupan kita ini lebih baik lagi, agar demokrasi kita lebih baik lagi.

 “Oleh karena itu, tadi saya menyampaikan kepada Bapak Presiden kita bersama-sama untuk menyukseskan, agar sukses pemerintahan di masa mendatang,” pungkas Zulhas.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Kamis, 26 Mei 2022 - 18:00 WIB

Ketua MPR RI Hadiri Pernikahan Ketua MK dengan Idayati

Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo turut bahagia atas kelancaran prosesi pernikahan Ketua Hakim Mahkamah Konstitusi Anwar Usman dengan adik kandung Presiden…

Presiden Jokowi

Kamis, 26 Mei 2022 - 17:19 WIB

Pandemi Melandai, Presiden Jokowi Harap Aktivitas Seni dan Budaya Bangkit

Presiden Joko Widodo berharap melandainya pandemi menjadi momentum aktivitas seni dan budaya untuk bangkit kembali setelah terhenti selama dua tahun. Pernyataan ini disampaikan Presiden setelah…

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia bersama Anindya Bakrie saat berfoto bersama Menteri Investasi Inggris Lord Grimstone

Kamis, 26 Mei 2022 - 15:30 WIB

Bertemu Menteri Investasi Inggris, Bahlil Pastikan Kerja Sama RI-Inggris Bakal Diteken pada KTT G20 di Bali

Di sela kunjungan kerjanya ke Davos, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia bertemu dengan Menteri Investasi Inggris Lord Grimstone kemarin siang (25/5)…

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI Mardani H. Maming

Kamis, 26 Mei 2022 - 15:00 WIB

Ini Kontribusi 50 Tahun HIPMI untuk Indonesia Menuju Era Keemasan

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) sedang menuju era keemasan yang tahun ini akan menginjak usia 50 tahun. Anggota HIPMI di seluruh Indonesia akan tetap berjuang untuk membangun ekonomi…

Mentan SYL menyaksikan Porang yang akan diolah

Kamis, 26 Mei 2022 - 14:52 WIB

Kementan Dukung Investor Bangun Pabrik Olahan Porang Skala Besar di Lombok Barat

Pabrik pengolahan porang menjadi tepung glukomanan berkadar 90 persen mulai dibangun di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.