INDUSTRY.co.id - Jakarta- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan terus bergerak naik pada perdagangan Selasa (14/03/2017) ini pada kisaran 5.370-5.430. IHSG tampaknya akan terus naik dan mengejar kesempatan untuk menembus titik resistensi 5.430.
“Aksi jual pelaku pasar yang menekan pergerakan IHSG tampaknya mulai mereda karena ada sebagian pelaku pasar yang kerap mengakumulasi saham-saham berkapitalisasi besar dan lapis kedua (secondliners) dalam beberapa hari perdagangan terakhir ini,” jelas Yuganur Wijanarko, analis senior PT KGI Sekuritas Indonesia, Selasa (14/03/2017).
Yuganur mengemukakan, tren kenaikan saat ini berpotensi mendorong IHSG untuk menembus titik resistensi 5.430 dengan syarat dapat mempertahankan titik support di posisi 5.370.
Karena itu, demikian Yuganur, laju IHSG yang sedang mempertahankan titik support dan resistensi terdekatnya tersebut dapat dimanfaatkan para pelaku pasar untuk mengakumulasi saham-saham PT Bank Jatim Tbk (BJTM), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).
Harga BJTM ditargetkan mencapai Rp610-640 per unit. Pola perbaikan tren jangka pendek dan menengah secara teknikal membuat saham perbankan tersebut menarik untuk diakumulasi. Apalagi melihat proyeksi kinerja keuangan 2017 yang cukup memuaskan. Kedua faktor tersebut diperkirakan bakal menjadi sentimen positif untuk mendorong harga BJTM menuju kisaran Rp610-640 per unit.
ASII diproyeksikan bakal ditransaksikan pada rentang harga Rp8.475-8.750 per unit. Pola perbaikan momentum dalam jangka pendek dan menengah dapat digunakan sebagai peluang untuk mentransaksikan saham berkapitalisasi besar ini untuk terus mengikuti kenaikan harga berikutnya pada kisaran psikologis Rp8.475-8.750 per unit.
Harga komoditas global yang sudah sangat murah dalam sepuluh tahun teraknir ini serta valuasi sektoral yang cukup murah membuat BUMI menarik untuk diakumulasi dalam jangka menengah. Harga saham emiten pertambangan tersebut ditargetkan menembus level harga Rp340 per unit.
Perbaikan momentum dalam jangka pendek dan menengah dapat digunakan pelaku pasar untuk mentransaksikan PWON dengan mengikuti kenaikan harga selanjutnya. Harga saham emiten properti tersebut ditargetkan mencapai kisaran harga Rp625-640 per unit.***