INDUSTRY.co.id - Jakarta---PT Bank BRIsyariah Tbk atau BRIsyariah terus melakukan ekspansi kerjasama dengan pengembang hunian untuk meningkatkan pembiayaan di segmen konsumernya melalui penandatanganan kerjasama dengan PT Delta Mega Persada (Alam Sutera Group).
Perjanjian kerjasama ditandatangani di, Jakarta pada Rabu, 2 Oktober 2019 oleh Direktur Bisnis Ritel BRIsyariah Fidri Arnaldy dan Lilia S. Sukotjo yang merupakan Marketing Director PT Delta Mega Persada.
Melalui perjanjian kerjasama ini BRIsyariah menyediakan pembiayaan bagi calon nasabah yang tertarik memiliki hunian di Alam Sutera. BRIsyariah menyediakan fasilitas pembiayaan yang dibutuhkan oleh nasabah untuk pembelian tanah dan bangunan yang terdiri dari berbagai ukuran luas dan tipe, dalam keadaan siap huni atau siap bangun.
“Kesempatan bekerja sama dengan Alam Sutera Group, yang dikenal sebagai developer andal menjadi kesempatan bagi kami untuk memperluas pasar penyaluran KPR syariah,” jelas Fidri Arnaldy, Direktur Bisnis Ritel BRIsyariah. “BRIsyariah akan menyediakan fasilitas pembiayaan KPR hingga Rp25 miliar. Tenor maksimal untuk tanah adalah 5 tahun, sementara untuk rumah 20 tahun. Margin pembiayaan KPR kami saat ini berkisar antara 12.75% hingga 13.75%. Ada Faedah di balik nilai margin itu. Margin ini tetap sampai pembiayaan lunas karena margin bank syariah tidak terpengaruh fluktuasi suku bunga. Dengan demikian angsuran yang dibayar nasabah pun tetap. Kepastian ini adalah Faedah yang bisa didapat nasabah ketika memilih bank syariah.” tutur Fidri.
“Untuk KPR kami menggunakan akad Murabahah. Dalam akad Murabahah, bank membeli barang yang diperlukan nasabah. Kemudian barang tersebut dijual kepada nasabah sebesar harga perolehan, ditambah dengan margin keuntungan yang disepakati antara bank dan nasabah. Jadi harganya transparan.”
“Kami pun yakin tren pembiayaan KPR tetap tumbuh positif. Sebagai informasi, pembiayaan perumahan di BRIsyariah saat ini merupakan pembiayaan yang masih terus mendominasi pembiayaan BRIsyariah di segmen konsumer hingga mencapai 78% dengan tingkat pertumbuhan secara YoY sebesar 18%,” tutup Fidri.