INDUSTRY.co.id - Jakarta– PT Cita Mineral Investindo Tbk. (“CITA”), perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan bauksit dan produsen pertama alumina (smelter grade/SGA) di Indonesia melalui entitas anak PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (“WHW”), berencana melakukan aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek.Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau Rights Issue.

Sebelum bisa mengajukan pernyataan pendaftaran rencana Right Issue ke Otoritas JasaKeuangan (OJK), CITA harus mendapatkan persetujuan para pemegang saham dimana hal initelah dilaksanakan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada hari ini, dan telah menerima persetujuan Rapat. Perseroan berencana mengajukan pernyataan pendaftarankepada OJK setelah semua persiapan dokumentasi selesai dilaksanakan.

Rencananya CITA akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 648.218.250 (enam ratus empat puluh delapan juta dua ratus delapan belas ribu dua ratus lima puluh) lembar saham baru “Kami berharap aksi korporasi berupa Rights Issue ini dapat berkontribusi pada peningkatan pendapatan usaha dan nilai aset Perseroan sehingga memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Jika semua berjalan sesuai rencana, Perseroan berencana menggunakan dana yangdihimpun dari aksi korporasi itu sebagai pembayaran utang bank dan modal kerja” ujar Harry Tanoto, Direktur Utama PT Cita Mineral Investindo Tbk.

Sementara dari sisi kinerja, hingga semester I-2019, Cita Mineral berhasil mengantongi laba bersih perseroan mencapai Rp 565,1 miliar atau melonjak 81,8% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 310,8 miliar. Selain berasal dari hasil penjualan MGB, kontribusi laba CITA jugadiraih dari entitas asosiasi WHW yang memiliki kapasitas produksi per-tahun sebesar satu jutaton Smelter Grade Alumina (SGA). WHW memiliki pabrik pemurnian alumina SGA yang pertama dan satu-satunya di Indonesia